Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ingatan Melekat Jangka Panjang

memori


Supaya benar2 ingat

MASUKKAN KE HATI

PAHAMI

TERUS DIULANG-ULANG

Cara termudahku menghafal adalah dengan mengimajinasikannya.

Misalnya ada yang mau dihafalkan, katakanlah daftar kosakata bahasa inggris, maka langkahnya adalah baca, imajinasikan, masukkan ke hati, pahami, lalu sering-seringlah diulang. Insyaallah ingat melekat jangka panjang.


Baca> imajinasikan> masukkan ke hati> pahami> sering-sering diulang


Hei lihat apa yang pertama!

BACA!

BACALAH!

IQRA!


Rasululullah ketika diminta BACA dan beliau bilang ngga bisa. Maka faktanya beliau jadi bisa ketika diniatkan karena Allah. Itu adalah HATI. 


Kemudian menjadi paham. lalu sering diulang.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ 

iqro bismi robbikallazii kholaq


"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"



اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَ كْرَمُ 

iqro wa robbukal-akrom


"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia."



الَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ 

allazii 'allama bil-qolam


"Yang mengajar (manusia) dengan pena."


عَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 

'allamal-ingsaana maa lam ya'lam


"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."


Hei lihatlah itu, selain baca, tulis!


TULIS

TULIS

TULIS


Menulis membuat paham, Allah mengajarkan dengan pena. Allah mengajarkan apa yang tidak manusia ketahui sebelumnya.


Hafalkan Al Quran, Doa-doa, dzikir, hadist, obat, resep masakan, dll, yang baik dan bermanfaat.


MASUKKAN KE HATI

PAHAMI

TERUS DIULANG


Baca> imajinasikan> masukkan ke hati> pahami> sering-sering diulang


MASUKKAN KE HATI

(Baca dengan menyebut nama Allah, sebut nama Allah dulu> imajinasikan>masukkan ke hati)


PAHAMI

(tulis-bahas dengan menulisnya sampai paham)


TERUS DIULANG

Setelah paham, ulangi terus sampai tiada batasnya, terus ulangi ilmu itu tiada batas


MASUKKAN KE HATI

PAHAMI

TERUS DIULANG


1. Sebut nama Allah

2. Imajinasikan

3. Tulis

4. Sering diingat


Menghafal dengan diimajinasikan

Membuat cerpen menghafal perkalian zaman SD membuatku sadar kalau aku kesulitan dalam menghafal, waktu menghafal kosakata saat les, aku juga kesulitan, fix aku bukan anak yang cerdas dan menghafal dengan cepat dan mudah. aku berusaha keras menghafal.

Sewaktu SMA aku pernah menghafal pidato 3 halaman dengan mengimajinasikannya.

Masa ini adalah masa dimana aku banyak belajar dari buku-buku. Dengan cara ini aku menghafal dengan sangat mudah.


Sewaktu kuliah, aku mulai mencoba menghafal dengan merekam suaraku dan mendengarkannya berulang. Ini ku lakukan karena aku baru punya headset. Aku suka orang pikir aku dengar musik padahal menghafal pelajaran. Tapi cara ini juga membuatku berusaha keras.


Sewaktu SMA aku pernah menghafal pidato 3 halaman dengan mengimajinasikannya.

Masa ini adalah masa dimana aku banyak belajar dari buku. Dengan cara ini aku menghafal dengan sangat mudah.


Tapi aku pernah terpikir kalau banyak berimajinasi nanti otakku overload. Ternyata ngga loh. Pemikiran itu salah. Faktanya, apapun itu kita pada akhirnya akan lupa. Kalau ngga selalu diingat. Jadi ngga perlu takut mengimajinasikan sesuatu untuk belajar dan menghafal.


Ingatan Melekat Jangka Panjang

Apa benar musik adalah sesuatu yang sangat mudah kita ingat?

Ngga juga kayaknya. Faktanya banyak lagu yang aku lupa karena ga pernah lagi kunyanyikan.

Apa benar gambar atau imajinasi selalu diingat?

Ngga juga ternyata. Faktanya banyak detail gambar yang aku lupa karena ga sering diingat.

Apa yang aku baca pasti lupa?

Ngga juga. Faktanya banyak ilmu yang kudapat dari membaca zaman entah kapan, sampai sekarang masih aku ingat 


Apa yang aku tulis pasti lupa?

Ngga juga. Ada hal-hal yang pernah ku tulis dan masih ingat sampai sekarang.


Begitupun dengan apa yang ku katakan dan ku dengar. Ada yang masih diingat padahal sudah lama.


Masing-masing dari audio, visual, kinestetik, bacaan, lagu, apapun itu fakatanya masing-masing hanya ada sedikit yang diingat melekat. Hal ini bisa jadi hal yang sangat mengena di hati, sangat dipahami, atau sering banget diulang.


SANGAT MENGENA DI HATI, atau

SANGAT DIPAHAMI, atau

SANGAT SERING DIULANG.


Jadi, kalau mau menghafal sesuatu, atau kalau mau suatu memory diingat melekat untuk jangka panjang, kalau itu sesuatu yang tidak mengena di hati, kalau itu sesuatu yang tidak begitu dipahami, maka bisa dengan cara sering diulang.


Bisa digunakan untuk menghafal Al Quran, Hadist, Doa-doa, dzikir, resep, obat, dll.


Kemudian berdasarkan kaidah ini juga, kalau ada sesuatu negatif yang mengena ke hati, samgat dipahami, maka lawan dengan hal positif yang sering diulang. Supaya hal negatif itu tidak jadi memori yang melekat apalagi jangka panjang.


Otak kita terbatas, sayang banget kalau isinya hanya hal negatif, yang membuat kita bersifat dan bersikap negatif. 


Bagusnya kan otak kita dipenuhi dengan hal yang bermanfaat, ingatan-ingatan baik, positif, bahagia, bermanfaat. Ingat treatmen, obat, resep masakan, ilmu pengetahuan, Surah Al Quran, Hadist, Doa, Dzikir. 


Banyak banget hal bak, positif, bahagia, bermanfaat yang harusnya kita ingat. Sayang sekali kalau malah hal-hal ini yang ngga tercover. Karena pikiran penuh memori ngga baik.


Peristiwa-peristiwa ga baik ngga usah selalu diingat. Ngga ada lagi jatah bagian otak untuk terus mengulang itu atau untuk menyimpan itu. Bagi bagian-bagian otak untuk part-part positif, baik, bermanfaat. 


Otak itu katanya memiliki banyak kapasitas. Kalaupun iya, tetap isi dengan hal baik saja. Jadi kehidupan kita insyalllah baik.


Jangan habiskan waktu untuk mengisi otak dengan memori2 yang ngga baik, ngga bermanfaat. Kita pengen terus ada perbaikan di diri kita. Jangan sampai selalu mengingat hal buruk membuat kita terus mundur dan terjatuh.

Btw...


Sesuatu yang terus menerus kita ingat akan menjadi memori melekat yang membuat kita melakukan tindakan secara spontan dan otomatis sesuai dengan memori itu.

Salah satu hal yang bisa membuat kita melakukan tindakan secara spontan dan otomatis adalah dengan mengingat terus menerus berulang-ulang suatu memori yang kita inginkan untuk kita tiru menjadi sifat kita yang spontan dan otomatis


Jadi hati-hatilah dalam mengulang-ulang memori negatif/memori sedih/memori peristiwa traumatik dll. hal negatif tak perlu selalu diingat berulang-ulang. 


Hal negatif tidak boleh menjadi sesuatu yang pada akhirnya membuat kita melakukan tindakan spontan dan otomatis sesuai dengan memori itu.

Tapi bagaimana dengan memori yang sudah puluhan tahun melekat? bagaiman bisa dihapuskan dalan sekejap? 

Bisa jika Allah mengendaki. Kun fa yakun.

BERHARAP PADA KUASA ALLAH
MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH

Kemudian bersabar terhadap prosesnya.