Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Memilih Sekolah


Sekolah adalah tempat dimana perubahan peradaban dimulai. Jika ingin maju maka harus peduli pendidikan. Pendidikan anak-anak adalah prioritas. Memilih sekolah yang tepat tentu ada tipsnya. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam milih sekolah untuk anak?

1. Sekolah yang Membuat Anak Bahagia

Sabtu, 23 Oktober 2021, saya mengikuti webinar bersama SMA Pintar Lazuardi dengan tema "Kiat Memilih SMA yang Tepat." Narasumber pertama adalah Bapak Haidar Bagir. Beliau menyebutkan kriteria memilih sekolah tak harus berpatokan pada rangking sekolah tersebut melainkan bagaimana sekolah mampu membimbing anak-anak memiliki kemampuan leadership, memenuhi kebutuhan hobi anak-anak, dan memiliki kurikulum disederhanakan sehingga anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang membuat mereka bahagia ketika mereka menjalaninya.

Beliau menyampaikan bahwa berdasarkan hasil riset cara membuat pendidikan berhasil dan cara membuat orang sukses adalah sama, yaitu anak-anak harus bahagia. Saat bahagia, manusia biasanya lebih efektif dan maksimal dalam melakukan segala hal. Jadi tips memilih sekolah yang tepat adalah memilih sekolah yang mampu membuat anak bahagia saat bersekolah.

2. Guru yang Mampu Mengendalikan Binatang dalam Dirinya

Narasumber kedua adalah Irfan Amalee, Cofounder Peace Generation yang memaparkan tentang pentingnya pendidikan karakter melalui disiplin positif. Ada 7 prinsip disiplin positif yaitu: 1. Menumbuhkan kesadaran internal 2. Bukan karena hukuman, tapi konsekuensi logis 3. Dukungan bukan hadiah 4. Koneksi sebelum koreksi 5. Memahami bukan menghakimi 6. Mengendalikan diri  bukan mengendalikan anak 7. Lembut sekaligus tegas.

Disiplin positif artinya mengajarkan anak-anak menguasai 5 binatang dalam dirinya, singa (melambangkan tubuh kita), rajawali (melambangkan pikiran), bunglon (melambangkan emosi), sapi (melambangkan aset), dan ayam jago (melambangkan waktu). 

Setiap manusia memiliki 5 binatang ini dalam dirinya. Singa artinya ada sifat singa yang harus dikendalikan bagaimana caranya manusia harus bisa tegas tanpa "ngegas". Memarahi dan meneriaki anak merupakan tanda belum bisa mengendalikan binatang dalam diri. Sebelum mengajari anak bagaimana cara mengendalikam diri. Orang tua atau Guru harus sudah bisa mengendalikan singa ini.

Dalam sehari manusia bisa berubah-ubah beberapa kali. Itulah bunglon dalam diri. Manusia yang belum bisa mengendalikan diri akan berubah sessuai kondisi lingkungan. Tapi manusia yang telah mampu mengendalikan binatang bunglon dalam dirinya.

Sapi adalah lambang finansial. Bisa mengendalikan sifat sapi dalam diri artinya bisa mengendalikan aset dan menghargai aset. Bisa mengendalikan finansial. Harus mengerti menghargai barang. Harus memahami nilai suatu barang. Jangan sampai menjadi orang yang mudah membuang barang.

Ayam jago adalah binatang yang melambangkan waktu. Kita harus bisa memanajen waktu. Kita harus bisa menghargai waktu. Jangan sampai kita yang kalah oleh waktu. Binatang simbol waktu dalam diri harus dikendalikan.

Sekolah yang tepat untuk anak adalah sekokah yang memiliki guru yang telah mampu memgendalikan lima binatang dalam dirinya. Karena guru akan membimbing muridnya untuk biaa mengendalikan dirinya. Guru harus terlebih dahulu  isa mengendalikan dirinya sendiri dengan disiplin positif dan megendalikan binatang dalam dirinya.

3. Komunikasi yang Tepat

Bapak Setiyo Iswoyo dari SMA Lazuardi memaparkan tentang perkembangan SMA Pintar Lazuardi dan mengenai peran orangtua terhadap kesuksesan anaknya. Anak yang memiliki komunikasi baik dengan orangtua dan gurunya kelak akan menjadi sukses. 

SMA Lazuardi meluncurkan SOBAT-21, Sekolah Orangtua Abad 21. Orang tua akan dibimbing untuk bisa lebih baik lagi dalam berkomunikasi dengan anak-anaknya. Akan ada materi yang diatur dengan sangat baik. Nantinya akan ada kelas pembelajaran yang akan dibimbing oleh pakar di bidangmya masing-masing.

Adanya sekolah orang tua ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas keresahan orang tua abad 21 membersamai generasi Z.  Gen-Z itu karakternya beda. Jadi harus pandai menghadapinya. Pastinya tidak sama dengan generasi sebelumnya.

Sekolah terbaik adalah sekolah yang mampu menjalin komunikasi efektif antara murid, guru, dan orang tua. Sekolah yang berhasil melakukan komukasi yang tepat tentu adalah sekolah yang akan membimbing anak-anak menjadi sukses.

Vira Adella, Psikolog yang fokus pada pendidikan anak dan  perempuan. Psikolog Vira Adella menyebutkan bahwa anak sekarang tidak suka dibandingkan dengan anak orang lain atau bahkan dengan saudaranya sendiri. Orangtua harus memahami komunikasi bersama Gen-Z yang sangat dinamis dan kadang sulit dipahami.

4. Sekolah yang Memiliki Kurikulum sesuai dengan Perkembangan Zaman

Shahnaz Haque, selebriti yang juga pemerhati perempuan dan anak-anak, menyebutkan rumus mental juara: kreatif, adaptif, dan kolaboratif. Selama ini sekolah selalu mendorong siswanya menggunakan otak kiri, padahal untuk  menjadi cerdas akademis itu gampang tinggal diulang-ulang pelajarannya. Yang penting adalah mengembangkan kreativitas dan kolaboratif, karena menggunakan otak kanan. 

Otak kanan juga harus dilatih. Bahkan porsinya harus jauh lebih besar. Otak kanan inilah yang membuat kita bisa kreatif, adaptif, dan kolaboratif. Kreatif, adaptif, dan kolaboratif merupakan mental yang mutlak diperlukan genzi. Sekarang ini zamannya sangat dinamis kalau tidak memiliki mental juara maka akan kalah oleh zaman.

Sekolah yang membuat anak bahagia saat menjalaninya. Sekolah yang memiliki guru yang mampu mengendalikan diri. Sekolah yang menjalankan komunikasi efektif. Sekolah yang memiliki kurikulum sesuai perkembangam zaman. Itulah sekolah yang terbaik untuk anak-anak genzi.

Post a Comment for "Tips Memilih Sekolah"