Penggunaan Conditional Sentence

 


Penggunaan Conditional Sentence   Dalam bahasa Inggris ada materi yang sangat asyik untuk dipelajari. 

Nah materi itu adalah mengenai pengandaian. Wah pengandaian? Kalian tentu suka kan berandai-andai. 

Kalau aku menjadi seorang dokter, aku akan pergi ke daerah konflik dan akan memperaktekkan ilmuku di sana. 

Aku dapat menolong banyak orang. Aku  akan menabung banyak kebaikan untuk bekalku nanti di akhirat. 

Apakah mungkin menjadi dokter? Tentu saja bisa bila saat ini kalian masih usia sekolah dan belajar bersungguh-sungguh. 

Bekerja keras serta banyak berdoa. Jangan lupa minta doa orang tua ya. 

Tapi bagi sebagian orang, mungkin menjadi dokter hanyalah khayalan belaka. 

Umpama ia sudah terlalu tua untuk menempuh pendidikan. Itu sudah tak mungkin. 

Atau bisa jadi kalian melihat berita di media sosial tentang mereka yang sangat membutuhkan pertolongan dokter. Sayangnya, karena satu dan lain hal, maka kalian tidak dapat menolongnya. 

Penggunaan Conditional Sentence berbeda-beda ya. 

Dalam bahasa Inggris sendiri penggunaannya terbagi menjadi 3. Yaitu Conditional Sentence type 1, tipe 2, dan tipe 3. 

Namun ada juga yang menggunakan 1 tipe lagi yaitu tipe 0. 

Bagaimana cara menggunakannya?

Rumusnya apa saja ya untuk ketiga macam penggunaan ketiga tipe tersebut. 

Yuk sama-sama kita cek penggunaan masing-masing. Jangan sampai tertukar karena akan berbeda maknanya.


Ini Makna Dan Penempatan Conditional Sentence

Conditional Sentence type 0:

Pengandaian tipe 0 ini menyatakan keadaan yang umum terjadi. Seperti hukum alam. 

Hukum alam adalah suatu hal yang semua orang sudah tahu kebenarannya. Rumusnya adalah:

‘If + simple present, simple present’. 

“If it rains, the plants gets wet.

The plants get wet if it rains.

Contoh kalimat:  Jika hujan turun, maka tanaman menjadi basah.


Type 1:

Sedangkan penggunaan Conditional Sentence berikutnya adalah pengandaian yang masih mungkin terjadi di masa depan.

 Misalnya jika aku kaya, aku akan membantu orang miskin.  

Atau 

jika aku lulus ujian SMA, aku akan kuliah di negeri tirai bambu. 

Rumusnya adalah:

‘If + simple present, present future (will).

Contoh kalimat: If I am rich, I will help the poor.


Type 2:

Pada tipe ke 2 seseorang yang menyatakan pernyataan ini mengandaikan hal-hal yang hampir mustahil untuk dilakukan saat ini.

Dengan kata lain tidak sesuai dengan fakta sekarang. Misal 

jika saya ada di rumah saat ini, saya bisa menonton pertandingan sepak bola.(faktanya saya sedang berada di sekolah dan baru akan pulang malam hari). 

If + past tentse, past future

Past Future + if + past tense

Contoh kalimat: If I were at home now, I could watch football match.


Type 3:

Untuk tipe terakhir Conditional Sentence adalah kalimat yang menyatakan fakta bertentangan dengan masa lalu. 

Contohnya adalah kejadian yang sudah lewat dan tak mungkin terjadi lagi. 

Kalau saja tadi malam saya tidur lebih awal, saya tidak akan terlambat kerja. (Faktanya semalam saya tidur larut dan pagi ini saya terlambat).

If + past perfect + future perfect

Future perfect + if + past perfect

Contoh kalimat:  If I had slept earlier last night, I wouldnt have been late. 

Bagaimana, mudah bukan penggunaannya? 

Penggunaan Conditional Sentence yang ada 4 macam pengandaian dan dalam kehidupan sehari-hari sering juga kita gunakan dalam berkomunikasi. 

Yang paling penting saat bereksplorasi dengan bahasa asing adalah kita paham kuncinya. 

Kuncinya adalah pemahaman tentang bagaimana kalimat-kalimat tersebut digunakan. 

Bukan hanya paham rumus. Karena bila kita hanya hafal rumus, suatu ketika terlupa akan sulit berkomunikasi. 

0 Response to "Penggunaan Conditional Sentence"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel