PBL (Problem-based Learning) - Pembelajaran Berbasis Masalah


PBL (Problem-based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari (otentik) yang bersifat terbuka (open-ended) untuk diselesaikan oleh peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membangun atau memperoleh pengetahuan baru.

Pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran konvensional yang jarang menggunakan masalah nyata atau 
menggunakan masalah nyata hanya di tahap akhir pembelajaran sebagai penerapan dari pengetahuan yang telah dipelajari. Pemilihan masalah nyata tersebut dilakukan atas pertimbangan kesesuaiannya dengan pencapaian kompetensi dasar.

Tujuan utama PBL adalah mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membentuk atau memperoleh pengetahuan baru. PBL merupakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum k13.

Prinsip-prinsip PBL adalah sebagai berkut.
a. Penggunaan masalah nyata (otentik) 
b. Berpusat pada peserta didik (student-centered) 
c. Guru berperan sebagai fasilitator
d. Kolaborasi antarpeserta didik
e. Sesuai dengan paham konstruktivisme yang menekankan peserta didik untuk 
secara aktif memperoleh pengetahuannya sendiri.

Langkah-langkah dalam penerapan PBL
1. Klarifikasi permasalahan
2. Brainstorming
3. Pengumpulan informasi dan data
4. Berbagi Informasi dan berdiskusi untuk
menemukan solusi penyelesaian masalah
5. Presentasi hasil penyelesaian masalah
6. Refleksi

0 Response to "PBL (Problem-based Learning) - Pembelajaran Berbasis Masalah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel