Contoh Proposal PTK (Bab 1, 2, 3)



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Nunan (2003) mengatakan bahwa membaca adalah istilah yang digunakan untuk kegiatan mendapatkan makna dari serangkaian bentuk tulisan atau simbol. Hal ini terkait penambahan informasi ke otak dari simbol tertulis. Hal ini pada dasarnya dilakukan sebagai proses untuk memahami teks. Membaca dilakukan untuk mendapatkan informasi yang perlu kita ketahui. Membaca bukan tentang melihat teks tapi untuk memahami surat tertulis yang kemudian bisa melakukan tindakan karena pemahaman membaca.

Ada banyak alasan mengapa membaca penting dalam hidup kita. Pertama, kebutuhan manusia untuk berbagi informasi satu sama lain. Karena informasi semakin bertambah. Tidak mungkin bagi manusia untuk berbagi hanya melalui berbicara dan mendengarkan. Ada orang yang ingin duduk dan mendengarkan ide hebat berjam-jam. Namun, untuk mendapatkan informasi secara efektif tetap saja harus menuliskannya. Maka,  jika ingin tahu tentang pesannya, semua orang harus membaca. Kemudian, membaca berarti menambahkan pengetahuan, semakin banyak membaca, semakin banyak pengetahuan bisa dimiliki. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki akan semakin baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Membaca berarti kehidupan manusia. Terutama, bagi peserta didik, membaca adalah keterampilan yang paling penting untuk dikuasai. Mereka bisa memperbaiki kualitasnya melalui membaca.

Mind Mapping merupakan suatu metode yang dikembangkan oleh Tony Buzan. Menurut Tony Buzan dalam Tapantoko (2011), Mind map adalah metode untuk menyimpan suatu informasi yang diterima oleh seseorang dan mengingat kembali informasi yang diterima tersebut. Mind mapping (peta pikiran) juga merupakan teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya.

Penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran bahasa inggris diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik memahami teks bacaan berbahasa inggris. Sehingga penerapan metode mind mapping dapat dinilai efektif terhadap kemampuan membaca pemahaman teks bahasa Inggris peserta didik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan pemahaman membaca peserta didik dengan menggunakan teknik mind map di kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang.”

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, peneliti menemukan bahwa peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan

C. Batasan Masalah
Penelitian ini hanya berupaya meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami teks bacaan

D. Rumusan Masalah
Sejauh mana teknik mind map mampu meningkatkan kemampuan peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang dalam memahami teks bacaan berbahasa Inggris?

Faktor apa saja yang mengubah meningkatkan kemampuan peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 2 dalam memahami teks bacaan berbahasa Inggris?

E. Tujuan Penelitian
Untuk menjelaskan bagaimana teknik mind map mampu meningkatkan kemampuan peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang dalam memahami teks bacaan.
Untuk menjelaskan faktor apa saja yang mengubah meningkatkan kemampuan peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang dalam memahami teks bacaan.

F. Manfaat Penelitian
Untuk guru
Penelitian ini diharapkan bisa membantu guru menyelesaikan permasalahan kesulitan peserta didik dalam memahami teks bacaan.

Untuk peserta didik
Peneliti berharap kemampuan peserta didik dalam memahami teks bacaan menjadi lebih baik.

G. Definisi Operasional
Kata kunci dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Membaca     
Membaca adalah kegiatan yang kita lakukan untuk memperoleh pesan dari teks tertulis. Membaca dilakukan untuk mendapatkan informasi yang perlu kita ketahui. Membaca bukan tentang melihat teks tapi untuk memahami teks tertulis yang bisa kita lakukan tindakannya karena memahami aktivitas membaca kita.

Mind Map
Mind map adalah metode untuk menyimpan suatu informasi yang diterima oleh seseorang dan mengingat kembali informasi yang diterima tersebut. Mind mapping (peta pikiran) juga merupakan teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Membaca
Membaca adalah sebuah proses ketika pembaca mempelajari sesuatu dari apa yang mereka baca dan mengikutsertakannya dalam konteks akademis sebagai bagian dari pendidikan (grabe, 2009: 5). Di kelas, beberapa guru sering menggunakan teks atau buku sebagai media untuk menyampaikan materi dari sebuah subjek selanjutnya, guru meminta peserta didik membaca teks yang akan diambilnya informasi agar mereka bisa memahami materi.
Di bidang akademik, membaca bertujuan beberapa hal baru untuk dipelajari. Belajar akan jadilah sukses bila ada perubahan dalam pikiran dengan mengetahui sesuatu dari tidak diketahui setelah mengetahui sesuatu, peserta didik harus mengerti hal itu mereka bisa menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata atau paling tidak mereka bisa lulus sekolah mereka ujian. Untuk mendapatkan proses sukses ini, para peserta didik harus memiliki keterampilan untuk dibawa mereka menjadi pemahaman yang baik dalam membaca teks.

B.Teknik Mind Map
Peta pikiran yang disimpulkan oleh astuti dalam tesisnya (2012: 24) adalah teknik penting yang meningkatkan cara kita membuat catatan, dan mendukung dan meningkatkan pemecahan masalah kreatif kami. Pembaca bisa menyederhanakan apa yang mereka miliki baca sehingga mereka bisa mengerti apa yang dijelaskan oleh penulis dalam teks. Itu diagram dari teks menunjukkan informasi detail, informasi utama dan kecil. Membuat diagram atau peta membuat pembaca bisa mengingat dan belajar dengan jelas dan mudah.
Pemetaan pikiran adalah teknik untuk menggunakan keseluruhan otak dengan menggunakan visual dan grafis lainnya untuk menciptakan kesan yang berarti (depotter dan hernacki: 2004). Menggunakan seluruh otak bisa menyeimbangkan dua sisi otak manusia: kiri dan kanan otak. Artinya manusia bisa memaksimalkan otak mereka untuk menciptakan hal-hal yang berarti karena kekuatan otak mereka.

C.Penelitian yang relevan
Kaji ulang penelitian terdahulu dilakukan agar terhindar dari replikasi. Ini studi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik dengan menggunakan pemetaan pikiran. Studi lain telah dilakukan untuk menemukan penggunaan pemetaan pikiran untuk memperbaiki diri peserta didik "kemampuan membaca. Yang pertama adalah studi yang dilakukan oleh ari kusmiatun di astuti (2012: 28). Studinya berjudul "peningkatan pemahaman membaca dan keterampilan berbicara retorika peserta didik sekolah dasar melalui pikiran teknik pemetaan "telah menunjukkan bahwa penerapan pemetaan pikiran teknik dalam proses belajar mengajar bahasa indonesia bisa meningkatkan kemampuan peserta didik " kemampuan berbicara dan membaca. Mereka bisa memahami teks lebih baik sehingga mereka bisa berbicara retoris lebih lancar dari sebelumnya.

D. Kerangka Pikir
Teknik peta pikiran adalah teknik yang baik untuk memecahkan masalah yang diidentifikasi oleh peneliti di kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang. Teknik ini dianggap sesuai dengan kondisi peserta didik di sana. Hal ini dapat membuat peserta didik merasa nyaman dengan kegiatan belajar dan mencapainya tujuan dari kemampuan membaca.



BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan oleh guru sebagai peneliti di dalam kelasnya atau bersama dengan kolaborator dalam perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting) untuk meningkatkan kualitas peserta didik (Kunandar, 2011). Data dalam penelitian ini melibatkan sebuah kelas. Data akan dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.

B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di SMAN 2 Padang yang berada di Jalan Musi Nomor 2, Purus Atas, Padang. Penelitian ini akan dilakukan di kelas X MIPA 4 pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018.

C. Peserta Penelitian
Subyek  penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 2 Padang yang berjumlah 35 orang. Peneliti bertindak sebagai guru yang akan mengajar menggunakan teknik peta pikiran untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. Dan yang menjadi kolaborator adalah Ibu Elli Herawati, M. Pd selaku guru pamong.

D. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen yaitu, tes, rubrik observasi, dan wawancara.

Tes
Tes akan dibuat berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang terdapat pada silabus.

Rubrik Observasi
Rubrik observasi digunakan untuk meyakinkan bahwa proses penelitian semua didokumentasikan dan dievaluasi. Juga, digunakan untuk menganalisis apa yang terjadi selama proses pembelajaran. Rubrik ini akan dibuat berdasarkan langkah-langkah pembelajaran dan dilakukan oleh kolaborator dalam proses pembelajaran. Nantinya guru pamong akan bertindak sebagai kolaborator.

Wawancara
Wawancara akan dilakukan untuk mengetahui persepsi dan perasaan peserta didik selama pembelajaran. Wawancara ini akan dilakukan secara tidak resmi. Pertanyaan dalam wawancara maksimal berjumlah lima buah pertanyan. Wawancara akan dilakukan diakhir siklus penelitian.

E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa tes, observasi, dan wawancara.

Tes
Tes akan dibuat berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang terdapat pada silabus.

Observasi
observasi digunakan untuk meyakinkan bahwa proses penelitian semua didokumentasikan dan dievaluasi. Juga, digunakan untuk menganalisis apa yang terjadi selama proses pembelajaran. ini akan dibuat berdasarkan langkah-langkah pembelajaran dan dilakukan oleh kolaborator dalam proses pembelajaran. Nantinya guru pamong akan bertindak sebagai kolaborator.

Wawancara
Wawancara akan dilakukan untuk mengetahui persepsi dan perasaan peserta didik selama pembelajaran. Wawancara ini akan dilakukan secara tidak resmi. Pertanyaan dalam wawancara maksimal berjumlah lima buah pertanyan. Wawancara akan dilakukan diakhir siklus penelitian.

F.Teknik Analisis Data
Data kuantitatif
Test
Data yang didapat dari tes membaca adalah data kuantitatif, yang mana berbentuk skor atau angka. Skor nilai akan dikalkulasikan untuk mendapatkan nilai rata-rata.  Nilai rata-rata dapat didefinisikan sebagai total nilai seluruh peserta didik dibagi dengan total jumlah peserta didik (Sudijono, 2010). Secara sederhana, untuk mendapatkan nilai rata-rata (M), jumlahkan (𝛴) total skor dan bagi dengan total jumlah peserta didik (N).

M =
Where:
M= nilai rata-rata
X= total skor peserta didik
N= total jumlah peserta didik
𝛴= jumlah
Kemudian, untuk melihat peningkatan kemampuan peserta didik, peneliti menggunakan rumus:

Y = peningkatan kemampuan peserta didik
X1 = skor pada data pertama
X2 = skor pada tes akhir
Kualitatif data
Data dari observasi adalah dalam bentuk kata-kata. Sehingga disebut data kualitatif. Untuk menganalisis data ini, Gay, (1990) menjelaskan langkah-langkah analisis data kualitatif yaitu, data managing, reading and memorizing, describing, classifying, and interpreting.
Data managing
Pada langkah ini peneliti mengorganisir data yang didapat dari observasi. Data akan diurutkan berdasarkan waktu pengambilan data.

Reading and memoing
Langkah ini peneliti akan membaca hasil observasi dan menganalisis hasilnya sembari menulis catatan-catatan penting untuk memudahkan menganalisis.
Describing
       Peneliti menngambar hasil observasi sebaik mungkin

Classifying
Peneliti akan mengklasifikasikan data. Data di susun berdasarkan beberapa katagori.

Interpreting
Peneliti menterjemahkan data ke dalam kata-kata yang mudah dimengerti.


DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Hesti Dwi. 2012. Improving the Reading Comprehension Skill of the
students of SMPN 5 Depok, Sleman, Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta:
English Education Department, Languages and Arts Faculty UNY

DePotter and Hernacki. 2004. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman
dan Menyenangkan. Bandung: Penerbit Kaifa

Grabe, W. 2009.Reading in a Second Language (Moving from Theory to
Practice). New York: Cambridge University Press.

Kunandar.(2011). Langkah mudah penelitian tindakan kelas sebagai pengembangan profesi guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Nunan, D. 2003. Practical English Language Teaching. New York: McGrawHill.

Sudijono, Anas. (2010). Pengantar statistic pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers.

0 Response to "Contoh Proposal PTK (Bab 1, 2, 3)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel