Pengalaman Melahirkan Secara Sesar

 

Melahirkan Secara Sesar


Aku bersyukur banget begitu tahu aku hamil. Aku trus bersiap dengan masa kehamilan. Berat banget rasanya di trimester awal. Namun semua terlewati dengan bahagia bercampur haru.

USG pertama kami di trimester kedua kehamilanku. Waktu aku sedang hamil lima bulan. Niatnya mau tahu jenis kelamin calon baby. Supaya bisa mulai persiapan menyambut baby.

Nyatanya hari USG itu aku tahu sesuatu yang ga pernah terpikirkan sama aku sebelumnya. Kata dokter, rabun jauh ato minus yang tinggi ga boleh lahira normal. Resikonya mata bisa buta.

Aku beneran baru tahu tentang ini. Awalnya sulit banget hati menerima kenyataan. Pada akhirnya bisa menerima. Yang penting baby sehat selamat. Begitu juga aku.

Dua bulan sebelum lahiran, aku dan suami mulai bersiap. Kami membeli berbagai kebutuhan untuk persiapan sesar. Kami membeli berbagai kebutuhan untuk baby juga. Kebetulan suami lagi libur, jadi kami beli semuanya dalam satu waktu.

Perlengkapan Melahirkan Sesar


-korset khusus pasca sesar 2 buah
-suplemen untuk mempercepat sembuh dari luka sesar. 
(aku pilihnya suplemen kutuk premium. Harganya 200an. Banyak dijual di olshop. Aku beli dua botol. Satu botol isinya 60 kapsul. Katanya satu botol sudah efektif menyembuhkan luka. Tapi aku beli dua karena untuk memperlancar ASI juga.)
-celana dalam yang tinggi highwaist
-pembalut nifas dacco karena katanya cocok untuk pasca sesar
-sabun antiseptik
-tisu basah
-sarung dua buah
-kain panjang dua buah
-piyama yang full kancing depan tiga buah
-jilbab instan jumbo dua buah
-obat strechmark
-peralatan mandi
-alat kecantikan ga ketinggalan
-kelengkapan administrasi

Perlengkapan Bayi Baru Lahir


-handuk dua buah
-kain bedong 6 buah
-kain popok 6 buah
-singlet 6 buah
-gurita 6 buah
-baju lengan panjang 3 set
-baju lengan pendek 3 set
- baju tanpa lengan 2 set
-kaos kaki kaos tangan 4 set
-topi 3 buah
-selimut topi 1 buah
-perlak 1 buah
-tempat tidur 1 set
-kain gendong 1 buah

-popok sekali pakai newborn 
(persiapan di rumah sakit)
-tisu baby
-tisu basah baby
-kapas bulat-bulat
-cottonbud baby
-sisir baby
-gunting kuku
-perlengkapan mandi (aku cuma beli sabun yang top to toe dan minyak telon)
-washlap baby 2 buah
-dot baby satu
-pembersih dot
-pompa asi
-lemari pakaian baby

-bak mandi baby
-gayung
-ember
-baskom
-keranjang pakaian baby
-jemuran pakaian baby


Hari Operasi



Bersyukurnya hari itu ada suami, ibuk, dan dua adik laki-lakiku. Ibuk dan dua adik laki-lakiku sudah tiba di rumah kami sehari sebelumnya. Kebetulan dua adikku sedang libur kuliah. Suami izin kerja beberapa hari.

Kami berangkat ke rumah sakit di tanggal yang sudah ditentukan. Kami berangkat sekitar jam 8.30 pagi hari. Kami sudah membawa pakaian dan keperluan untuk rawat inap di rumah sakit.

Kami mempersiapkan kamar inap. Kemudian diminta menunggu sampai dzuhur. Setelah dzuhur, persiapan sesarakan dimulai. Jadwal operasi sekitar pukul 2 siang katanya.

Setelah azan dzuhur, sekitar jam 12.30, perawat langsung mempersiapkan aku untuk operasi. Aku dibawa ke ruang tunggu operasi. Kemudian diberi baju khusus operasi. Suami diminta mengisi beberapa data. Kemudian kami menunggu.

13.30 aku masuk ruangan operasi. Tim operasi tengah bersiap. Aku diinfo kalau selama operasi akan dibius setengah badan. Lalu aku disuntik. Ada tiga suntikan di tulang belakang.

14.00 dokter masuk ke ruangan. Dokter mengingatkan untuk berdoa. Operasi kemudian dimulai. Aku jelas merasakan pergerakan dari tik operasi. Aku mulai merasa sesak.

Mengatasi rasa sesak, aku diminta untuk bernapas dalam. Aku mengikuti intruksi dari tim medis. Gara-gara bernapas dalam, aku malah jadi kedinginan. Aku sampe menggigil sebegitunya. 

Tak lama, suara tangis bayi terdengar. Tim medis ada yang memperlihatkan bayinya dan bilang, "ini ya bu bayinya". Aku mengangguk sedikit. Bayiku langsung dibawa untuk dimandikan. Aku merasa haru.

Setelah operasi selesai, aku dikembalikan ke keluargaku yang sudah menunggu di depan ruang operasi. Suami dan dua adikku tampak sudah menunggu. Mereka yang membantu petugas membawaku ke ruang inap.


Begitu sampai di kamar, nyatanya bayiku sudah ada. Bayiku sedang digendong ibuku. Aku melihat bayiku dan merasa haru. Suamiku juga terlihat terharu.

Aku pernah dapat info kalau setelah operasi sesar, ga boleh makan sebelum 24 jam. Pernah juga dapat info kalau belum boleh makan sebelum buang angin. Ternyata dari tim medis yang mengoperasiku berbeda. Setelah operasi aku bisa langsung makan.

Aku hanya ga boleh bergerak. Jadi cuma baring aja. Jam 21.00 baru boleh belajar menghadap ke kiri dan ke kanan. Tapi belum boleh duduk dan belum boleh berdiri. Jadi aku benar-benar hanya terbaring di tempat tidur.

Besok paginya perawat memandikanku dengan dilap handuk. Kemudian ganti pembalut. Katanya besok paginya lagi baru boleh belajar duduk. Sudah boleh juga belajar berdiri. Juga boleh belajar berjalan. Kemudian bisa bersih-bersih sendiri ke kamar mandi.

Setelah tiga hari dua malam, aku akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelum pulang, bidan mengganti plester jahitan operasi dengan plester wateeproof. Tujuannya supaya bisa bersih-bersih. Aku sudah boleh mandi. Tapi ga boleh mandi air hangat.

0 Response to "Pengalaman Melahirkan Secara Sesar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel