Kita Harus Mengubah Cara Pandang Terhadap Sumber Energi


Indonesia adalah negeri yang melimpah ruah akan kekayaan alam. Seperti sebuah negara yang diberkahi dari langit. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai atlantis yang hilang. Tak terhitung jumlah kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini. Seharusnya tak ada lagi kemiskinan dan kesengsaraan di negeri yang sungguh teramat kaya seperti ini.

Untuk lebih memahami tentang apa saja yang terjadi dengan kekayaan alam Indonesia. Cuapguru melirik pembahasan sumber energi dan cara pandang terhadap sumber energi. Kali ini teman kita adalah Bapak Gem yang merupakan seorang akademisi. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait sumber energi yang ada di Indonesia.

Beliau mengatakan bahwa sejak zaman dahulu kala, isu energi selalu menjadi sumber konflik beberapa pihak. Energi merupakan suatu tolak ukur majunya sebuah negara. Negara – negara superior dari dulu selalu berebut daerah jajahan yang memiliki kandungan energi yang banyak. Tujuannya untuk menjaga stabilitas energi dalam negeri mereka masing – masing. 

Waktu demi waktu terus berlanjut. Sumber energi demi sumber energi satu per satu terus dikeruk dari bumi ini. Namun ada harga yang harus dibayar untuk semua itu. Seperti rusaknya alam raya ini dan kualitas udara yang makin lama makin menurun. Ini terjadi hanya dalam beberapa tahun penggunaan energi itu. 

Manusia bukannya tanpa usaha untuk mengulangi akibat dari penggunaan sumber energi lama ini secara membabi buta. Namun dalam beberapa dekade terakhir belum ada usaha – usaha tersebut yang menghasilkan dampak pemulihan yang signifikan terhadap kondisi alam. Penggunaan dan pengelolaan energi secara tepat dan benar sangat dibutuhkan untuk persalahan ini. Tinggal memikirkan bagaimana cara penggunaan dan pengelolaan yang secara tepat dan benar tersebut.

Kemudian, nusantara memang bukanlah bangsa yang dari dulu dapat mengelola energi secara mandiri. Karena pendahulu – pendahulu kerajaan nusantara dahulu tidak lah merupakan negeri cendekia yang sadar akan potensi energi di wilayahnya sendiri. Barulah semenjak datang berbagai macam bangsa – bangsa eropa melakukan ekspansi, dan mereka menguasai berbagai wilayah nusantara dan menggali hasil alam negeri ini untuk memperkaya diri mereka. 

Negeri ini mengetahui ternyata negeri ini banyak menyimpan kandungan – kandungan energi yang berlimpah ruah. Mungkin kalau mencoba untuk membayangkan kegiatan penambangan sudah dilakukan oleh kerajaan Sriwijaya saat mereka jaya, pasti negeri ini sudah tahu akan potensi energi yang dimiliki oleh nusantara dan terus berlanjut ke kerajaan berikutnya sehingga menjadi bangsa yang kuat dengan energi yang dimiliki sendiri dan diolah oleh bangsa sendiri. 

Jika ini terjadi pasti bangsa lain tidak akan mudah untuk menaklukkan negeri ini. Tapi apa boleh buat, semua telah terjadi. Takdir menggariskan bahwa kemandirian energi nasional untuk berjalan lambat. Kesadaran akan cadangan yang makin lama makin habis pun tidak terlihat. Karena masih memikirkan untung yang didapat dari penjualan bahan – bahan baku energi yang langsung diambil dari perut bumi nusantara dan langsung dijual keluar tanpa diolah terlebih dahulu agar dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.


Disinilah letak ketidaksadaran kita dengan sumber energi kita sendiri. Dengan penggalian yang seakan – akan energi fosil ini adalah air yang selalu mengalir. Tidak sadar bahwa semua ada titik temu dimana suatu sumber energi itu akan berkurang. Nantinya harus diimbangi dengan penggunaan energi alternatif.

Dari sini kita sebagai bangsa yang besar, memiliki wilayah yang cukup memiliki potensi energi apa pun yang dibutuhkan oleh bangsa – bangsa lain di dunia. Seharusnya sadar bahwa pengelolaan energi oleh kita sendiri oleh tangan anak – anak bangsa sendiri akan membuat negeri nusantara sebagai negara mandiri. Bukan negara yang memiliki hutang disana – sini. Negara lain lah yang seharusnya kita bantu dengan sumber daya alam kita yang melimpah ruah. 

Kita bukannya memanfaatkan sumber daya alam sendiri untuk menghasilkan energi sendiri dan berbagi untuk dunia, malah bangsa lain yang mengeruk hasil bumi kita. Mereka mengolahnya kembali sehingga dapat menjualnya kepada kita dengan harga yang lebih mahal tentunya. Memang kemandirian disini sangat dibutuhkan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan biang kerok dari segala permasalahan pengelolaan energi nasional bangsa ini. Dikarenakan tidak memiliki ilmu untuk mengelola energi jadinya bangsa lain yang sudah terlebih dahulu memiliki ilmu akan energi dan teknologi akan pengelolaan energi menjadi pengeruk sumber energi kita.

Pemimpin – pemimpin awal kemerdekaan seharusnya dari dulu sudah menyadari akan hal ini dengan mengirimkan pemuda – pemuda terbaik bangsa ini untuk mencari ilmu akan pengelolaan energi yang kita miliki ke negara yang lebih maju. Setelah mereka pandai serta menjadi ahli di bidang pengelolaan energi semestinya saat mereka kembali energi – energi nasional  sudah menjadi tanggung jawab mereka. Bukannya terus berkarya diluar negeri dan melupakan akan potensi bangsa sendiri. Memang semua dikembalikan kepada hati pemimpin – pemimpin itu masing – masing.

Memiliki para ahli untuk apa juga kalau memang mereka tidak terpakai. Malah masih menggunakan tenaga asing. Dengan alasan demi menjaga hubungan baik dengan bangsa lain saja. Seharusnya serahkan lah pada ahli – ahli lokal jika mereka memang sanggup dan tentunya dibutuhkan kesabaran. Jangan mengharap semua bisa didapatkan dengan proses yang cepat. Biarkan mereka terus bereksperimen hingga berhasil menemukan karya – karya orisinil lokal di bidang energi. 

Sehingga penggunaan energi dalam negeri sendiri dapat dikelola dengan baik dengan harga yang dapat ditentukan sendiri. Tentu ini juga berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat secara nasional. Karena dengan karya energi oleh tenaga lokal tentunya harga nya lebih bersahabat untuk bangsa sendiri. Energi nasional yang dikelola oleh tangan – tangan bangsa sendiri tentunya akan dengan perlahan membuat negeri kita dapat lebih maju lagi. 

Dengan potensi yang kita miliki secara tidak langsung kita juga akan mudah untuk menyadari berapa besar cadangan energi yang kita miliki. Sebuah ilmu pengetahuan awalnya memang mahal harganya. Namun dengan hasil yang optimal harga yang telah kita bayarkan diawal tadi akan menjadi modal untuk kita mendapatkan keuntungan yang lebih besar nantinya. Dengan pengetahuan kita dapat mengolah sendiri energi yang kita miliki, dan seharusnya sejak awal sudah difikirkan apa sumber energi yang cocok untuk dikembangkan di negeri kita sendiri. 

Berbagai macam sumber daya alam negeri kita memilikinya dan berbagai ragam kondisi alam juga secara nasional ada pada wilayah kita. Jadi kita tidak perlu takut untuk mengurangi salah satu penggunaan energi yang merupakan energi fosil seperti minyak dan batu bara untuk beralih atau mulai untuk menambah berbagai macam jenis penggunaan energi – energi baru yang dirasa lebih cocok dan tepat untuk kita kembangkan dan dijadikan potensi besar untuk modal energi bangsa di masa yang akan datang.

Pengembangan sumber – sumber energi terbarukan seharusnya dari awal sudah kita rencanakan semenjak kemerdekaan kita rebut dari para penjajah. Energi seharusnya jadi pokok permasalahan awal para pemimpin bangsa. Selain kerusakan alam yang telah dilakukan oleh para penjajah, seharusnya tidak kita lanjutkan. Namun kita harus memikirkan juga bahwa kita ini adalah paru – paru dunia, penyumbang oksigen terbesar. 

Semenjak awal energi fosil yang dimiliki bangsa ini kita kurangi pengerukan nya kita gunakan energi terbarukan seperti air dan panas bumi untuk menghasilkan listrik. Angin juga dapat menjadi alternatif kita. Sumber daya nabati yang melimpah harus bisa juga kita manfaatkan sebagai pengganti bahan bakar fosil yang nantinya akan berkurang dan habis. Contohnya tanaman – tanaman yang mengandung minyak dan bahan yang dapat dibakar jika diolah dengan pengholahan tertentu.

Kembali lagi memang teknologinya memang harus kita miliki terlebih dahulu. Jadikan proyek – proyek pengembangan teknologi pembangunan instalasi – instalasi energi terbarukan menjadi isu nasional yang harus secara berkelanjutan dibahas secara terus menerus. Kemudian menjadi sebuah loncatan besar bagi bangsa dengan sumber energi terbarukan yang beragam untuk memiliki dan tidak bergantung lagi pada energi fosil. Energi fosil tersebut dapat dijadikan cadangan energi jika sewaktu – waktu saat kondisi tertentu dapat kita gunakan seperlunya saja.

Paradigma – paradigma akan energi dari sekarang harus diubah kearah yang lebih baik. Dengan membentuk paradigma bahwa energi fosil akan habis. Kita perlu melakukan penghematan penggunaan energi tersebut dengan tidak membuang – buang atau melakukan pemborosan energi. Mulailah untuk melakukan pengembangan – pengembangan teknologi baru untuk merancang energi yang ramah lingkungan dan selalu ada serta efisien dalam penggunaannya. 

Pak Gem juga mengatakan bahwa alternatif itu akan selalu ada. Jika energi nasional dikelola dengan serius dengan merujuk kepada kebijakan – kebijakan yang telah dibuat. Serta dukungan dari semua pihak yang terkait antara satu sama lain. Tidak ditunggangi oleh kepentingan yang hanya memikirkan kepentingan pribadi saja.

Tentunya kita berharap negeri kita akan menjadi negeri yang mandiri. Kita bisa memulai dengan mengubah cara pandang terhadap sumber energi. Kemudian kita sama-sama mendoakan yang terbaik untuk bangsa kita.  Tak lupa juga selalu mendukung, memuliakan, dan mendoakan para pemimpin kita. Semoga berbagai sumber energi yang melimpah di bumi nusantara kelak akan semakin kita rasakan manfaatnya.

0 Response to "Kita Harus Mengubah Cara Pandang Terhadap Sumber Energi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel