Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kopi Kebanggaan Bengkulu Menyambut Era Baru

Kopi Bengkulu

Bengkulu merupakan provinsi yang sebagian besar penduduknya adalah petani. Komoditas pertanian di Bengkulu cukup dikenal oleh daerah di sekitarnya.  Hasil pertanian Bengkulu menjadi salah satu pemasok kebutuhan masyarakat baik dalam kawasan Bengkulu sendiri maupun beberapa provinsi tetangga.

Salah satu hasil pertanian Bengkulu yang terkenal adalah kopi. Pertanian kopi di Bengkulu sudah ada sejak jaman penjajahan dulu. Kopi yang dihasilkan dari Bengkulu memiliki cita rasa yang sangat baik. Karena itu dari dahulu hingga sekarang banyak masyarakat yang masih mengandalkan kopi sebagai ladang pencarian nafkah.

Bencoolen

Pemerintah mengambil peran untuk terus mengembangkan dan mengenjot komoditas unggulan ini. Tak hanya kopi, pemerintah provinsi Bengkulu juga berupaya untuk mendukung komoditas lain. Namun komoditas kopi sekarang yang bertumbuh dengan sangat baik. Bisa dikatakan bahwa kopi Bengkulu sedang naik daun.

Kopi Bengkulu

Pemerintah provinsi Bengkulu dalam hal ini Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun terus lakukan upaya mulai dari branding, perluasan pemasaran, hingga kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini semata untuk mengenalkan kepada dunia luar, bahwa Bengkulu memiliki kopi yang punya cita rasa khas yang berbeda dengan daerah lain.

Seperti diketahui, Bengkulu merupakan provinsi ketiga penghasil kopi terbesar di Indonesia setelah Sumatera Selatan dan Lampung. Bengkulu masuk "Segitiga Emas Robusta" di pulau Sumatera. Bengkulu, beberapa tahun terakhir sudah mulai diperhitungkan keberadaannya.

Kopi Bengkulu

Pada tahun 2018, Bengkulu sudah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bengkulu (HAM) Republik Indonesia. IG ini diberikan sebagai langkah untuk melindungi potensi kopi Bengkulu yang cukup besar. 

"Satu biji saja biji kopi Bengkulu keluar, maka harus disebutkan nama Bengkulu. Untuk itu, kita perlu melindungi hak para petani kopi Bengkulu agar tidak diklaim daerah lain," ujar Rohidin, 02/01.

Bahkan, mantan wakil Bupati Bengkulu Selatan ini telah berhasil membranding Kopi Bengkulu dengan merek Bencoolen Coffee hingga Jakarta, dan klimaksnya berbuah MoU Kerjasama Pemasaran Kopi Bengkulu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies Baswedan

“Kita bangun kerjasama agar kopi rakyat bisa sampai ke Jakarta, karena kopi ini saya rasakan memiliki kualitas yang bisa dibanggakan di skala nasional dan internasional. Jadi sudah saatnya jadi tuan rumah di ibukota,” ungkap Anies.

Menurut Anies, Jakarta sebagai salah satu kota yang memiliki pasar kopi yang sangat besar dengan permintaan yang tinggi, dapat menjadi wadah Kopi Bengkulu yang berkualitas baik, untuk dipasarkan.

“Harapannya nanti kopi dari Bengkulu bisa dirasakan oleh warga Jakarta, dengan harga terjangkau, serta kualitas kelas atas,” pungkasnya.

Sementara di akhir tahun 2019 lalu, kopi Bengkulu berhasil memperoleh penghargaan di 3 kategori awards pada Kejuaraan Kopi Internasional AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) di Perancis.

Bahkan presiden AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products), Philippe Juglar apresiasi langkah Gubernur Rohidin dalam mengembangkan komoditas kopi Bengkulu sehingga dapat bersaing dengan kualitas dan kuantitas yang tidak kalah dengan kopi negara produsen lain. 

"Kita ucapkan terimakasih kepada Gubernur Bengkulu yang telah mendedikasikan kinerja, usaha, dan waktunya dalam mengembangkan kopi Bengkulu. Langkah yang dilakukan pak gubernur sampai saat ini sudah sangat tepat,” ungkap Phillipe.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI Gati Wibawaningsih pada Gubernur Rohidin di penguhujung tahun 2019 lalu.

"Masyarakat Bengkulu mestinya bersyukur punya gubernur seperti Gubernur Rohidinini, karena sangat visioner, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan komoditas lokal hingga ke kancah internasional. Apalagi event besar ini diadakan di benteng terbesar yang memiliki nilai historis," jelas Dirjen IKMA.

Kopi Bengkulu