GREEN ENERGY, MASA DEPAN ENERGI DUNIA


Selamat pagi sobat cuapguru Semoga kita semua selalu berada dalam kesehatan, kebaikan, dan keberkahan. Aamiin. Mengawali pagi jumat ini, seanang banget kalau bisa menambah ilmu pengetahuan. Dunia ilmu pengetahuan sekarang sedang memperbesar perhatian di bidang energi terbarukan. 

Energi terbarukan menjadi bahasan yang menarik karena keterkaitannya yang erat dengan kebutuhan kehidupan manusia. Mengetahui dan memahami perkembangan tentang ilmu energi memang seru. Apalagi jika kita bisa mendapat informasi dari orang yang mengerti ini di bidangnya.

Cuapguru berbincang dengan seorang akademisi berlatar belakang kelistrikan dan ilmu terapan, Gemmilang Surya. Gemmilang menyampaikan bahwa energi terbarukan sedang berkembang pesat. Gemmilang juga mengatakan bahwa green energi adalah energi yang menjanjikan. Green energi adalah masa depan dunia. Yuk kita simak penjelasannya.
***
Jagad raya ini tercipta dengan adanya energi, energi sudah ada sebelum manusia diciptakan. Penciptaan alam pun lengkap dengan berbagai macam ragam energi di dalamnya, tapi entah mengapa sumber energi yang membuat manusia berkembang adalah energi fosil, terutama minyak bumi yang selalu menjadi rebutan semenjak beberapa tahun lalu.

Energi fosil adalah energi yang berasal dari sisa – sisa makhluk hidup dengan proses berjuta – juta tahun lamanya dan ditemukan oleh manusia lalu dijadikan sumber kekayaan yang sampai sekarang masih menjadi primadona kehidupan manusia, terutama dalam penggerak roda – roda industri hingga sendi – sendi kehidupan sehari – hari.

Sadar akan energi fosil yang lama – kelamaan semakin berkurang dan memerlukan proses berjuta – juta tahun lagi untuk mendapatkannya kembali, masyarakat dunia mulai mencari sumber – sumber energi yang aman, tidak melulu merubah kondisi alam dan sangat potensial.

Mau tidak mau kehidupan manusia harus kembali memperbaiki atau mengurangi pengrusakan alam demi mencari energi fosil. Emisi – emisi yang membahayakan lapisan pelindung bumi pun harus dikurangi, agar nantinya planet tempat manusia diturunkan ini tidak semakin parah dan dapat dikembalikan lagi ke kondisi alami seperti sedia kala walau tidak secara keseluruhan.

Pilihan tentunya harus jatuh kepada energi yang lebih baru dan dapat diperbarui, energi terbarukan maksudnya disini merupakan energi yang memang selalu tersedia, tinggal dikonversi menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia ke depan. Termasuk disini potensi indonesia sebagai negara tropis sangat tinggi dalam menghasilkan energi terbarukan ini.

Energi terbarukan harus menjadi fokus pengembangan kedepannya, agar bumi dapat direstorasi. Potensi – potensi seperti air, angin, matahari dan batuan magma bumi yang selalu ada tentu dapat dimanfaatkan apalagi di indonesia yang kondisi alamnya sangat mendukung untuk penyediaan energi ini. Sudah sama – sama diketahui bahwa kondisi geografis indonesia berada pada jalur lintas tengah bumi yang tepat berada di garis khatulistiwa, membuat indonesia menjadi sumber energi terutama energi mataharinya selalu ada dan dapat dimanfaatkan.

Energi cahaya matahari dapat dimanfaatkan dengan memanfaatkan solar cell atau sel surya, tentunya disini pemanfaatan energi matahari ini untuk keperluan penghasil energi listrik. Listrik dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai metode. Efek fotovoltaik adalah metode yang paling populer digunakan untuk menghasilkan listrik.

Efek fotovoltaik adalah fenomena mengubah energi matahari menjadi arus listrik. Para ilmuwan mengembangkan panel surya berdasarkan prinsip konversi energi cahaya menjadi energi listrik melaui hukum kekekalan energi. Perlu kita ketahui, bahwa pengertian panel surya adalah suatu alat yang terdiri dari sel surya yang dapat digunakan untuk mengubah cahaya menjadi listrik. Sel surya ini perlu dilindungi dari kelembaban dan kerusakan yang bisa saja terjadi.

Hal ini dilakukan agar tidak merusak efisiensi panel surya secara signifikan dan agar tidak menurunkan masa pakainya. Biasanya panel surya ini memiliki umur sekitar 20 tahun. Biasanya, dalam jangka waktu tersebut pemakaian panel surya tidak akan mengalami penurunan efisiensi yang signifikan.

Sekarang ini, meskipun kemajuan teknologi  sudah dikatakan maju, tetapi panel surya belum begitu banyak digunakan untuk keperluan elektrifikasi di indonesia, karena masih mengandalkan sumber daya fosil seperti batubara yang masih berlimpah dan masih cukup untuk 30 tahun kedepan, namun sudah mulai harus difikirkan bahwa panel surya adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dapat diandalkan.

Dengan memanfaatkan ladang – ladang kosong dari bekas galian tambang maupun lahan – lahan yang kering dari pada tidak bermanfaat lebih baik digunakan untuk pemanen energi matahari dengan menjejerkan panel – panel surya menjadi ladang matahari penghasil energi listrik yang ramah lingkungan, memang modal awalnya banyak tetapi nantinya kita tidak akan memikirkan lagi masalah bahan bakar, karena matahari selalu terbit setiap hari, tinggal lagi penyediaan panel surya.

Panel surya telah banyak dikembangkan oleh para ahli, dan sumber bahan baku pembuatnya juga sangat banyak yaitu material semikonduktor berbahan silikon. Silikon berasal dari ekstrak pasir, jadi selama masih ada pasir yang tersedia di alam ini sel surya akan selalu bisa diproduksi, tinggal kapasitas produksi nya yang harus mulai ditingkatkan terutama pemain lokal indonesia juga harus segera berperan agar nantinya penyediaan panel surya tidak mahal lagi karena sudah menggunakan produk lokal.

Indonesia sebagai negara khatulistiwa harus bisa melihat peluang ini, dengan penyediaan energi yang tidak susah lagi, menggunakan solar panel buatan sendiri adalah jalan untuk pemecahan masalah krisis energi indonesia kedepanya.

Emisi karbon dari penggunaan batubara juga harus segera ditangani, indonesia tidak bisa terus menerus untuk mengandalkan batubara sebagai sumber energi terutama listrik yang sudah bisa diganti dengan penggunaan energi terbarukan, jika memang tidak bisa diganti secara keseluruhan dengan waktu yang cepat, paling tidak mulailah sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan batubara tersebut sebagai bahan bakar, dan mulai memasang serta memproduksi solar panel dengan fokus utama penyediaan lahan sebagai tempat dimana tertanamnya deretan – deretan solar panel.

Masyarakan kita indonesia pun juga harus disadarkan akan isu penting ini, bahwa energi fosil sudah mulai harus kita tinggalkan dengan pengurangan pemakaiannya dan mulai dikasih pengertian bahwa energi terbarukan harus segera digalakkan ke masyarakat.

Seperti negara maju lainya, pastinya masyarakat kita juga ingin biaya listrik nya murah dengan menggunakan solar panel dirumah masing – masing dan mengurangi penggunaan listrik perusahaan penyedia layanan. Masyarakat bisa memasang instalasi solar panel atau instalasi pembangkit listrik tenaga matahari dengan tipe stand alone.

Pembangkit tenaga listrik dengan penggunaan energi matahari ada dua tipe yang pertama yaitu tipe on grid dan yang kedua yaitu tipe off grid yaitu stand alone. Tipe on grid yaitu jaringan solar panel kita sudah terhubung ke jaringan listrik PLN dan tidak menggunakan energy storage yaitu baterai.

Tipe on grid ini nantinya akan bertukar daya dengan jaringan PLN, yaitu saat siang kita berikan daya ke PLN dan saat malam jaringan listrik PLN memberikan energi listrik kepada kita, namun di indonesia PLN-nya belum mau untuk membeli listrik dari pembangkit atau instalasi solar power masyarakat jadi sebaiknya masyarakat menggunakan tipe stand alone saja yang mana pemakaian dapat diatur sendiri oleh pemilik.

Instalasi solar power dengan type stand alone ini terdiri dari empat komponen utama yaitu : yang pertama adalah panel surya nya sendiri atau bisa juga disebut dengan PV modul yang berperan sebagai pembangkit energi listrik yang menggunakan energi foton dari matahari sebagai penggerak elektron – elektron untuk menghasilkan listrik.

Yang kedua yaitu solar charge controller sebagai pengontrol tegangan dari PV modul atau solar panel agar tidak merusak baterai saat modul pada beban puncak yang dapat mencapat 18 volt sedangkan tegangan satu cell baterai hanya 12 volt, disini prinsip kerjanya sama seperti voltage regulator.

Yang ketiga yaitu inverter sebagai pengubah arus DC menjadi AC atau arus bolak – balik, ini dikarenakan beban listrik rumah tangga biasanya menggunakan arus bolak – balik, seperti TV, Lampu, Setrika dan lain sebagai yang biasa disuplai dengan arus bolak – balik.

Yang keempat yaitu baterai sebagai penyimpan energi dari PV modul supaya nanti dapat menutupi kelemahan dari solar power yaitu ketiadaan sinar matahari pada malam hari, untuk itu energi yang disimpan baterai pada siang hari dapat digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik pada malam hari, kondisi baterai ini harus yang mumpuni supaya nantinya tidak hanya bertahan sebentar saat pemakaian, jadi kapasitas baterai juga harus disesuaikan dengan kondisi beban listrik pada rumah tangga.

Penggunaan solar panel ini diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan energi listrik di masa depan, dengan listrik yang ramah lingkungan serta tidak menimbulkan kebisingan dapat menimbulkan ketenangan dan tidak lagi membuat kerusakan yang semakin memperparah kondisi alam.

Jadi pertanyaan yang muncul sekarang adalah kenapa energi matahari ini dikatakan sebagai energi terbarukan atau istilah kerennya “Renewable Energy”, jawabannya adalah bahwa energi yang didapat dari matahari ini tidak perlu membakar hasil – hasil tambang lagi dalam artian energinya itu bersih, dan selalu tersedia karena matahari akan selalu terbit setiap hari dan membawa eneregi ini secara berkelanjutan, tergantung kita rakyat indonesia negara dengan matahari sepanjang tahun mau memanfaatkannya secara maksimal atau tidak.
***
Keren banget, kan, sobat tentang green energy. Semoga menjadi solusi untuk kebaikan bangsa kita ke depannya. ☺ 

0 Response to "GREEN ENERGY, MASA DEPAN ENERGI DUNIA "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel