Milenial Beralih ke Pembayaran QR Standar

QR Standar Pembayaran Digital Ala Milenial

Kemudahan Transaksi Zaman Now

Sekarang era industri 4.0, semua serba digital, semua serba internet. Termasuk salah satunya adalah dalam perekonomian. Kegiatan belanja untuk memenuhi beragam kebutuhan banyak dilakukan secara online. Hampir semua kebutuhan tersedia di toko online. Mulai dari kebutuhan makanan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan banyak banget pokoknya. Untuk belanja beragam kebutuhan, kita bisa tidak keluar kamar. Tinggal buka smartphone, buka aplikasi, cari barang yang dibutuhkan, pilih, dan lakukan transaksi, beres.

Pengguna internet di Indonesia tergolong besar. Tentu mengikuti jumlah penduduk Indonesia yang besar. Aku juga pengguna internet. Pengguna internet yang aktif. Tiada hari tanpa internet. Kita adalah generasi milenial. Generasi yang hidup dengan internet. Generasi yang diuntungkan mendapat banyak kemudahan dari internet. Kebutuhan komunikasi, informasi, pendidikan, dan lain sebagainya kita selalu menggunakan internet. Pastilah generasi milenial memilih apa pun yang menggunakan internet. Karena semua rasanya lebih gampang dan efektif.

Dulu aku pernah ngalamin rasanya kepanasan karena nunggu ojek. Eh, ojeknya tak kunjung lewat. Nunggunya lama banget. Akhirnya jalan kaki sebegitu jauh. Setelah jauh jalan, baru ketemu ojek. Mau naik, tanggung. Naik ojeknya dibayar tetap dengan harga sama. Kalau tidak memilih naik ojek, kaki sudah pegal linu. Finally kini ada ojek online. Bisa pesan dan tinggal tunggu dijemput. Pernah juga ngalamin uang tak pas, susah cari kembalian uangnya. Tukang ojek jadi repot. Atau aku yang jadi repot mencari uang pas. Lalu aku mempelajari dan beralih menggunakan uang elektronik. Tinggal top up ke aplikasi, lalu pembayaran bisa menggunakan uang elektronik itu. Tanpa perlu repot mencari uang pas setiap hari. 

Dulu, pernah ngalamin bolak-balik ATM karena mau cek saldo. Pernah juga karena mau ambil duit tapi ATMnya gangguan. Pernah juga lagi perlu banget ngambil duit, hujan badai. Finally, instal mobile banking. Sekarang apa-apa tinggal buka aplikasi banknya. Cek saldo, cek transaksi, mau top up apa gitu, mau bayar apa gitu, bisa di handphone. Ngomong-ngomong tentang uang elektronik, mungkin perlu juga diketahui beberapa informasi mengenai uang elektronik. Dari lihat youtube channelnya Bank Indonesia aku dapat informasi berikut.

Uang Elektronik

Uang elektronik adalah alat pembayaran yang memenuhi hal sebagai berikut:
- Nilai uang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit
- Nilai uang tersimpan secara elektronik dalam media chip atau server
- Digunakan sebagai alat pembayaran kepada merchant yang bukan merupakan penerbit uang elektronik
- Nilai uang elektronik bukan merupakan simpanan

Prinsip umum uang elektronik meliputi:
- Digunakan untuk pembayaran transaksi keuangan yang bernilai ritel dan mikro
- Nilai uang tidak memiliki expiry date
- Bukan merupakan simpanan
- Menggunakan satuan hitung rupiah
- Menggunakan proven teknology
- Diterbitkan oleh bank dan lembaga selain bank yang berkedudukan di Indonesia

Uang elekronik tidak hanya dalam bentuk kartu yang berbasis chip dimana nilai uang disimpan dalam chip tersebut. Ada juga yang berbasis server yang pengertiannya adalah semua data nilai nominal tersimpan di dalam server. Alat untuk bertransaksinya dapat berupa handphone.

Mekanisme penggunaan uang elektronik berbasis chip adalah sebagai berikut:
- Kasir menginput nilai transaksi pada EDC
- Uang elektronik yang akan digunakan, didekatkan atau di tap pada contacless reader
- Apabila transaksi berhasil, nilai uang elektronik otomatis berkurangsebesar nilai transaksi
- Mesin EDC mengeluarkan struk stransaksi kepada pemegang kartu
- Transaksi selesai

Mekanisme penggunaan uang elektronik berbasis server adalah sebagai berikut:
- Pemegang menginformasikan nomor token kepada kasir merchant
- Kasir merchant mengetik nomor token dan jumlah pembelian, lalu dikirim ke server penerbit melalui sms
- Sistem penerbit melakukan validasi nomer hape dan identitas merchant
- Apabila nomer hape dan identitas merchant terdaftar serta saldo cukup maka dikirim reference number ke merchant dan konfirmasi ke pemegang
- Pemegang melakukan konfirmasi ke sistem penerbit dengan kirim pin melalui sms
- Kasir merchant mengkorfimasi reference number ke server penerbit melalui sms
- Sistem penerbit melakukan validasi pin dan reference number
- Apabila validasi berhasil, maka saldo pemegang akan dikurangi
- Selanjutnya kasir merchant dan pemegang akan menerima konfirmasi dari penerbit

Banyak banget kan, informasi yang diberikan Bank Indonesia. Sesunggunya uang elektronik bisa dikategorikan uang modern yang erat dengan generasi milenial. Tapi sekarang ada yang lebih kece lagi selain sekadar uang elektronik. Pengembangannya, sekarang generasi milenial sudah pula menggunakan pembayaran dengan QR code. Tinggal scan kode, masukkan jumlah transaksi, masukkan pin, dan beres. Jadi sistemnya jauh lebih canggih dari pada transaksi yang masih gunain cara nginput nomor rekening yang dituju terlebih dahulu, atau masukin nomor transaksi dulu. Bisa jadi salah ketik karena nomernya panjang.

Kadang, lagi sulit konsentrasi, berulang kali cek bener apa tidak nomor yang diinput. Jadinya sedikit ribet dibandingkan dengan tinggal QR code yang tinggal scan saja. Gampang banget yang tinggal scan saja. Aku jadi ingat zaman BBM-an dulu. Bisa invite teman dengan pin bisa juga dengan scan code. Lebih gampang dengan scan. Tinggal hidupkan kamera yang ada di aplikasi, arahkan ke kodenya supaya dibaca. Trus langsung temenan. Kayak itu juga bayar pake QR code. Tinggal buka kamera dari aplikasi, scan kodenya, masukkan jumlah yang mau dibayar, ketik pin kita, selesai.

QR sudah semakin berkembang. Kini bahkan pedagang bakso gerobak ada yang pakai sistem QR code. Uang elektronik yang ada di dompet digital bisa dimaksimalkan penggunaannya. Memang pedagang yang menggunakan teknologi QR code belum menyeluruh. Apalagi kalau kita bicara terkait luasnya wilayah negera kita. Tiap daerah memiliki tantangan masing-masing. Namun melihat dari berkembang pesatnya penggunaan uang elektronik. Kemudian semakin meningkatnya pengguna QR code, bisa diperkirakan bahwa di masa yang akan datang orang-orang mayoritas pakai QR code. Generasi milenial semua akan beralih ke QR code. 

Mendukung perubahan tersebut, Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS). QRIS ini diharapkan  menjadi satu-satunya QR yang efektif berlaku mulai 1 januari 2020 di Indonesia. QRIS mengusung tagline UNGGUL. Universal, inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan di domestik dan luar negeri. Gampang, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan aman dalam satu genggaman. Untung, efisien, satu kode QR untuk semua aplikasi. Langsung, transaksi bisa cepat dan seketika medukung kelancaran sistem pembayaran.

Cara menggunakan QRIS

- Pilih dan buka aplikasi pembayaran yang diinginkan
- Scan QR code
- Periksa nama merchant
- Isi sesuai jumlah nominal
- Lakukan pembayaran

Kemudahan transaksi dengan QRIS diharapkan bisa memaksimalkan kesejahteraan masyarakat. Semakin memudahkan transaksi membuat semakin terdorongnya aktivitas ekonomi. Karena transaksi mudah, masyarakat akan lebih banyak bisa melakukan pembelian kebutuhan. Kemudian pedagang akan memiliki permintaan yang meningkat atas barang dan jasa yang ditawarkannya. QRIS menjadi pilihan milenial bukan hanya sekadar menjadi lebih konsuntif. Namun menjadikan kenyamanan dalam pemenuhan beragam kebutuhan. Selain bisa digunakan sebagai sistem pembayaran untuk membeli sesuatu. QRIS juga bisa untuk berdonasi. Apa pun itu, kemudahan dalam bertransaksi mutlak diperlukan. 

Referensi:
https://m.youtube.com/BankIndonesiaChannel

#feskabi2019-10-26
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk

1 Response to "Milenial Beralih ke Pembayaran QR Standar"

  1. Setuju dengan pembahasan di atas, soalnya mudah digunakan dan gak bikin ribet

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel