Persiapan Menghadapi UKM PPG

Pengalaman Mempersiapan Diri Menghadapi UKM PPG

UKM PPG adalah singkatan dari Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru. Ini adalah ujian penentu apakah mahasiswa program pendidikan profesi akan dinyatakan lulus dan menerima sertifikat pendidik atau tidak. Lamanya mengikuti program pendidikan profesi guru adalah satu tahun. Mata kuliah yang dipelajari bukan bagian soal-soal yang akan muncul saat ujian kompetensi mahasiswa ini. Ini cukup membingungkan. Karena setiap hari mahasiswa disibukkan dengan mempelajari sesuatu. Ada banyak sekali tugas di setiap harinya yang menyita waktu dan pikiran. Kemudian nyatanya soal-soal ujian yang muncul di ujian kompetensi sebagai penentu utama kelulusan program studi bukan hal-hal yang dipelajari tersebut.


Begitu aku mulai menempuh pendidikan profesi guru, aku mendapatkan kabar bahwa ujian akhir dari program ini atau UKM PPG SM3T tergolong sangat sulit. Ada senior yang mengikuti program ini dari tahun sebelumnya, bahkan sudah ikut UKM berkali-kali dan gagal. Kabar ini meberikan kesan yang kurang baik bagi mental mahasiswa. Namun bisa juga menjadikan motivasi untuk fokus belajar dari awal masuk kuliah. Untungnya di awal masuk kuliah diadakan pretest untuk menguji dimana batas kemampuan awal mahasiswa. Nilaiku pada waktu itu jauh di bawah batas standar kelulusan. Aku mencetak hasil pretest tersebut. Nama dan nilaiku ku warnai dengan stabilo. Lalu kutuliskan berapa lagi nilai yang minimal yang harus kucapai. Kertas itu kemudian ku tempel di dinding depan kursi belajar. Sehingga setiap aku duduk di kursi itu aku bisa melihat dimana posisi kemampuanku.

Aku tidak mau kena tipuan politik dari teman-teman yang mengaku tidak belajar kemudian malah dapat nilai tertinggi karena padahal ia diam-diam belajar. Aku juga tidak mau kena tipuan psikologis dengan kalimat "Janganlah terlalu rajin". Jadi kertas hasil ujian ini bisa jadi tamengku. Setiap orang yang mau mengkritik kenapa aku rajin belajar, akan ku tunjuk nilaiku, "Lihatlah betapa rendahnya nilai ku itu. Masih banyak kerja keras yang harus aku lalukan untuk hanya mencapai standar minimal saja." Orang-orang pun menyadari itu tak terbantahkan. Mungkin juga sekaligus prihatin dengan melihat kurangnya nilaiku.
Aku melakukan ini karena aku pikir aku harus lulus satu kali ujian. Aku tidak mau ikut ujian ulang. Kabarnya ujian ulang untuk tahun kami juga tidak ada. Ujian ulang adalah tahun berikutnya. Ujian di tahun kuliah gratis. Seperti kuliah kami yang gratis. Tapi kalau harus mengulang, bayar. Aku ngga tahu mau apa ngga bayar besar untuk ini. Di provinsi ku juga tidak ada prodi kuliahku ini. Maka itu berati aku harus bolak balik luar provinsi lagi. Itu berarti tambahan biaya yang besar. Harusnya aku memanfaatkan waktu yang ada dengan maksimal saja. Aku tidak mau menanggung kerugian waktu berikutnya dan tidak mau menanggung kerugian uang juga.

Aku mulai menyusun apa saja yang harus aku pelajari. Karena yang harus aku pelajari adalah yang tidak diajarkan saat perkuliahan, ini memakan waktu ekstra. Aku harus begadang setiap malamnya. Padahal kami ada banyak juga tugas. Jadi waktu tidur menjadi sangat sedikit. Pendidikan Profesi Guru atau PPG SM3T ini menjadi sangat menantang bagiku. Kadang aku terpikir kenapa pula aku mengambil prgram ini. Tapi kadang aku terpikir juga, kan sudah terlanjur, maka aku harus menyelesaikan apa yang aku mulai. Aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku pilih.

Pengalaman Mempersiapkan Diri Menghadapi UKM PPG


Yang aku lakukan untuk menunjang kondisi fisik adalah dengan rutin mengkonsumsi madu. Madu memiliki kandungan obat yang sangat baik bagi tubuh. Madu memiliki khasiat menambah energi juga. Aku ingat sekali dulu sewaktu SMP aku pernah rutin minum madu dan itu membuatku selalu di barisan terdepan dalam sesi lari di pelajaran olah raga. Bahkan tidak merasakan capek samasekali. Madu juga disebutkan dalam Al Quran. Bahwa madu memiliki berbagai macam kandungan obat. Juga ada hadist yang menyebut keutamaan madu sebagai obat.
Berikutnya yang aku lakukan adalah memperbanyak konsumsi buah. Sebisa mungkin aku membeli tambahan asupan buah untuk tubuh. Walau sebenarnya sudah ada jatah buah dari program  katering asrama. Tapi aku merasa perlu menambahnya. Aku biasa membeli buah yang dijual gerobakan di dalam kampus. Ada buah yang dijual perpotong. Satu potongnya Rp 3000. Kalau beli tiga bisa Rp 5000 saja. Jadi sederhananya aku beli Rp 5000. Buah yang ku suka adalah melon, nanas, dan bengkuang. Kadang aku juga membeli buah lain jika ada kesempatan ke pasar. Misalnya membeli jeruk. Sesekali aku juga membeli kelapa muda. Semua ini kurasakan manfaatnya untuk kesegaran tubuh.

Pengalaman Mempersiapkan Diri Menghadapi UKM PPG

Lalu, hal yang aku lakukan juga untuk menunjang kegiatan begadang untuk belajar adalah mengkonsumsi susu murni. Tapi ini sesekali saja. Misalnya seminggu sekali. Karena aku kurang bisa banyak mengkonsumsi susu. Semua yang aku lakukan ini memberikan kesegaran pada badanku. Sehingga kegiatan begadang tidak mengganggu kesehatan. Dan jika ingin begadang, aku tidak perlu meminum atau memakan sesuatu. Lagian aku tidak suka mengerjakan sesuatu sambil makan atau minum. Apalagi kalau sedang sangat fokus. Kegiatan makan minum malah mengganggu konsentrasiku.

Baca juga: Tips Menghadapi UKM PPG

Kegiatan begadang untuk belajar aku lakukan sepanjang tahun aku kuliah profesi ini. Kecuali dua bulan terakhir menjelang ujian. Waktu itu dapat kabar bahwa nilai standar minimun kelulusan naik jauh sekali. Banyak kepanikan di kalangan mahasiswa. Karena itu aku menghentikan program begadang dalam rangka mempersiapkan UKM. Aku malah mempercepat waktu tidur. Setelah sholat isya aku langsung tidur. Bangunnya di jam subuh. Di bulan terkahir aku hanya menambah asupan makanan. Yang dulunya aku beli melon, nanas, bengkuang, di masa akhir aku beli buah anggur. Aku juga menambah konsumsi minum jus. Terutama jus jambu biji merah. Syukurnya caraku ini berhasil.

0 Response to "Persiapan Menghadapi UKM PPG"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel