Kaki Lima Tanjung Enim

cerita tentang dagangan kaki lima di tanjung enim

Tanjung Enim adalah sebuah kota kecil di Sumatera Selatan. Di sini terdapat sebuah perusahaan tambang batu bara besar. Perusahaan tambang baru bara ini termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia. Perusahaan tambang batu bara ini juga sudah lama. Sebelum kemerdekaan pertambangan di sini telah beroperasi. Setelah kemerdekaan diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan tambang batu bara ini memiliki banyak karyawan. Karyawannya berasal dari berbagai daerah. Menjadikan Tanjung Enim termasuk kota yang majemuk. 

Karyawan perusahaan tambang memiliki kesejahteraan yang baik. Namun memiliki kesibukan yang banyak. Ini mungkin yang menjadikan Tanjung Enim memiliki banyak rumah makan. Meskipun Tanjung Enim hanya merupakan daerah setara kelurahan. Tanjung Enim juga memiliki banyak pasar. Ada banyak pula pedagang kaki lima. Pekerja perusahaan ini khususnya pekerja lapangan terlihat sangat sibuk. Mereka pergi pagi sekali. Dan pulang menjelang magrib. Dengar-dengar kebanyakan mereka mengontrak rumah di sini. Tidak tinggal dengan keluarga. Jadi mungkin memang tak sempat masak. Karena waktu yang tersisa lebih baik digunakan untuk istirahat. 

Makanan yang paling banyak di jual di sini adalah makanan khas Sumatera Selatan. Ada pempek, tekwan, dan model. Yang terbanyak juga adalah jus buah-buahan. Mungkin karena di sini tergolong panas. Berikutnya yang banyak adalah sate madura. Sepertinya di sini memang banyak orang jawa. Aku saja tinggal di daerah yang namanya Tegal Rejo. Seperti nama daerah di pulau Jawa. Lalu makanan terbanyak menyusul bakso, mie ayam pangsit, soto, nasi goreng, ayam penyet, martabak, dan lain sebagainya. Jenis makanan di sini lumayan bervariasi. Yang paling aku suka adalah jus, tekwan, roti bakar, bakso bakar, pempek panggang, dan banyak sebenarnya sih. Hehhee


Yang paling sering aku beli adalah jus. Karena harga jusnya murah. Hanya Rp 5000 saja per gelasnya. Rasanya semua penjual mempunyai harga yang sama. Dan semua jenis buah harganya sama. Yang paling aku suka adalah jus mangga. Kalau tak ada mangga aku pilih jus apel. Kalau tak ada aku lebih suka jus alpukat. Di Bengkulu, harga jus kalau tak salah terakhir sudah menjadi Rp7000 ke atas. Kadang penjual menjual dengan harga bervariasi tergantung buahnya. Aku pernah beli jus buah naga di Bengkulu Rp 10.000 satu gelasnya. Jadi aku beli jus di sini lebih sering karena harganya murah.

Lalu yang paling sering juga aku beli adalah tekwan. Aku termasuk salah satu penggemar tekwan. Aku suka rasa ikannya. Suka juga rasa kuahnya. Tekwan memang merupakan salah satu makanan favoritku. Ada tempat langgananku yang rasa tekwannya enak. Harganya hanya Rp 5000 saja per porsi. Itu sudah cukup membuat kenyang. Aku pernah juga coba beli tekwan di suatu tempat yang lain, rasanya ngga enak. Rasa nya besa beda jauh tergantung siapa yang buat memang kan ya. Mungkin resepnya beda jauh. Untung aku sudah menemukan tempat yang tekwannya enak. Tapi ternyata suami ngga suka tekwan. Jadi kalau aku beli, ya untuk aku sendiri. Dia ngga mau makan tekwan.

cerita tentang dagangan kaki lima di tanjung enim


Kalau di ajak beli makanan kaki lima. Ia lebih memilih bakso bakar. Sebenarnya aku juga suka bakso bakar. Tapi kalau ada pempek panggang, aku pilih pempek panggang. Jadi kami membeli makanan yang berbeda. Suami beli bakso bakar dan aku beli pempek panggang. Seandainya pempek panggang ngga ada, aku mau juga beli bakso bakar. Di sini pempek panggang lebih sulit ditemukan dibanding bakso bakar. Bakso bakar lebih banyak dijual di sini. Bisa ditemukan di mana-mana. Tapi pempek panggang hanya di tempat tertentu.


Yang paling aku suka berikutnya adalah roti bakar. Aku suka aroma dan rasa dari roti bakar. Kesukaanku adalah rasa blueberry. Kalau mau beli roti bakar aku lebih memilih sore atau malam hari. Karena suasana sudah mulai dingin. Kan enak makan roti bakar yang hangat di kala dingin. Tapi di waktu panas enak juga sih makan roti bakar. Harganya kalau tak salah ingat Rp 18.000 untuk rasa bluberry. Biasanya ga habis sekali makan. Bisa dua kali atau tiga kalai makan. Rotinya mengenyangkan dan termasuk banyak untuk kami berdua.

cerita tentang dagangan kaki lima di tanjung enim


Aku menemukan pula makanan yang unik bagiku di sini. Yaitu adalah lontong kuah. Setahuku sebelumnya lontong itu harus banget pakai sayur. Jadi lontong sayur. Apalagi kalau di kampung suami, ada katupek langkok. Yang artinya sayurnya lengkap banget. Dulu di asrama sarapan pagi sering lontong. Dan kesukaan orang minang sepertinya gulai paku. Lalu aku menemukan suatu yang unik di sini. Lontongnya ga pakai sayur. Hanya kuahnya saja. Makanya di sebut lontong kuah. Kadang di kasih sambal atau kerupuk saja sebagai tambahannya.

Ceritanya aku pernah pengen banget makan lontong. Aku cari lontong ke sana ke mari. Engga ketemu. Lalu aku putuskan untuk membeli lotek sebagai gantinya. Aku ketemu penjual lotek. Harganya Rp 7000 per porsi. Satu porsi kelihatannya banyak dan mengenyangkan. Aku duduk menunggu lotekku dibuatkan. Sambil melihat sekeliling aku melihat ada tulisan "sedia lontong kuah". Rupaya tadi aku ngga ngeh di sana ada tulisan lontong. Tapi kenapa lontong kuah? Masa iya pakai kuah aja? Untuk memastikan aku tanya sama penjualnya.

Ternyata benar. Memang hanya pakai kuah. Harganya Rp 5000. Lontong kuahnya sudah dibungkus perporsi sama penjual. Kuahnya berwarna putih. Mungkin santan diberi sedikit bumbu namun tanpa cabai. Kemudian kebetulan ada seorang ibu-ibu yang datang. Ia memang kelaparan banget kayaknya. Ia pesan lontong kuah. Nah kesempatan aku mau lihat. Penjual mengambil lontongnya. Dimasukkan ke dalam sebuah mangkuk. Lalu ia menangkan kuah. Hanya kuah saja. Benar-benar tak ada sayurnya sama sekali. Tak ada isinya sama sekali. Penjual menambahkan cabai giling seujung sendok dan sendok diletakkan di mangkuk itu. Ditambahnya sebuah kerupuk. Ia berikan pada ibu tadi. Lalu ku luhat ibu itu makan dengan lahap.

0 Response to "Kaki Lima Tanjung Enim"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel