Bacaan Favoritku

Pengalaman tentang membaca buku

Sewaktu aku TK, aku tinggal di rumah kakek. Ia adalah seorang guru. Ia memiliki banyak buku. Ia juga berlangganan majalah yang sangat terkenal saat itu. Aku suka membacanya. Majalah itu berisi artikel-artikel tentang keseharian. Tips-tips untuk mengerjakan sesuatu. Tips-tips untuk mengatasi sesutu. Ada juga artikel tentang teknologi-teknologi terbaru. Ada pula cerpen dan cerbung. Kemudian diselipi dengan beberapa quote dari orang-orang sukses. Bagian yang paling ku suka adalah artikel tentang teknologi terbaru dan quote dari orang sukses. Khusus untuk quote, aku catat di buku catatanku.

Pada suatu hari kakek memberiku atlas, aku jadi begitu menggemari atlas. Setiap hari aku membaca atlas tersebut. Yang paling aku suka adalah peta dunia. Alangkah beraneka ragamnya nama-nama negara. Ada begitu banyak negara di dunia. Aku takjub ternyata dunia ini sangat luas. Bukan hanya ada Indonesia. Aku suka sekali menghafal nama-nama negara dan letak negara tersebut. Lalu yang sangat aku suka berikutnya adalah keterangan tentang kebudayaan. Melihat beragam budaya dari seluruh dunia. Aku suka sekali melihatnya. Setiap daerah terlihat unik dan bahagia.

Ketika SD, aku tak lagi tinggal di rumah kakek. Aku kembali tinggal bersama kedua orang tuaku. Suatu hari aku ke rumah kakak dari ibuku. Ia seorang dosen. Ia gemar membagi-bagikan buku. Pada waktu itu aku dan ayukku (kakak perempuan) dipersilahkan memilih buku yang kami mau. "Tapi hanya satu buku ya", kata beliau. Buku yang ada banyak sekali. Ada satu mobil penuh. Aku dan ayukku sibuk mencari. Aku kesulitan menemukan buku yang aku suka. Sampai kami menghabiskan banyak waktu memilih buku. 

Kemudian aku melihat sebuah buku yang covernya bergambar aneh. Ada seorang anak perempuan berdiri di hadapan kucing yang sangat besar. Ukuran kucing itu jauh lebih besar daripada anak perempuan tersebut. Aku langsung mengambil buku itu. Ternyata buku itu berisi kumpulan cerita dongeng. Aku senang sekali. Aku membacanya dengan cepat dan sampai habis. Bahkan aku mebacanya berulang-ulang. Buku ini menjadi buku favoritku. Sampai akhirnya aku bosan juga dengan buku itu. Kemudian buku itu hilang entah kemana.

Di tahun berikutnya, kakek datang ke rumah kami. Ia datang membawa buku. Ia membawa dua buah buku. Sebuah atlas dan sebuah roman. Atlas adalah kesukaanku. Kakek membawakan versi terbaru yang ukurannya besar. Roman yang ia bawa berjudul mengerikan, "Azab dan Sengsara". Sepintas aku tidak tertarik membacanya. Aku tidak mau membaca cerita sedih. Apalagi disertai dengan azab. Ku lihat ayukku mengambil dan membacanya. Ia seperti menyukai cerita roman tersebut. Ia menceritakan sedikit kisah yang ada di buku tersebut. Aku pun mulai tertarik.

Pengalaman membaca buku

Di dalam buku tersebut juga ada deretean pantun-pantun. Indah sekali. Percakapan yang ada seperti percakapan dengan bahasa melayu. Menggunakan syair dan pantun. Ayukku membaca roman tersebut dengan sangat cepat. Ia kemudian menceritakan semua kisahnya kepadaku. Kisah dalam roman tersebut disusun dengan sangat indah. Kisahnya sarat makna. Namun menyedihkan. Roman tersebut mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan. Sedari kecil menderita karena kemiskinan. Sepanjang hidup menderita karena kemiskinan. Sampai akhirnya ia juga wafat dalam penderitaan karena kemiskinan. Lalu aku memustuskan untuk menunda membaca buku tersebut. Aku membaca buku tersebut bertahun-tahun kemudian.

Masih di masa SD, ayahku suka memberikan kami bacaan tentang agama islam. Misalnya buku tentang siksa neraka. Buku yang disertai gambar. Menakutkan sekali. Tapi ini menjadi ilmu yang sangat tertanam di ingatan. Kemudian diberikan beberapa buku-buku mata pelajaran. Aku lalu mulai menyukai buku pelajaran. Aku menyukai buku pelajaran lebih dari menyukai buku bacaan. Dalam buku pelajaran isisnya adalah ilmu pengetahuan saja. Membahas tentang logika-logika. Membahas tentang pengetahuan umum. Buku pelajaran menjadi buku favoritku. Di tahun-tahun terakhir SD, aku membaca beberapa buku cerita orang-orang sholeh. Buku-buku ini berkesan juga bagiku. Kisah-kisah tentang orang sholeh sangat menyentuh.

Semasa SMP rasanya tak ada buku bacaan yang ku baca. Dikarenakan SMP ku pada waktu itu menerapkan sistem pemberian pekerjaan rumah yang sangat banyak. Katanya karena permintaan  para wali murid. Jadi semua buku yang ku baca adalah buku pelajaran. Kami juga disibukkan dengan berbagai macam les. Kemudian ekstrakulikuler. Pulang ke rumah sudah sangat lelah. Di rumah saatnya membantu pekerjaan rumah orang tua. Sebenarnya aku adalah orang yang sangat kesulitan dalam membaca. Mungkin aku membaca dengan waktu yang lebih lama dari orang kebanyakan. 

Misalnya saja pernah di suatu kelas pelajaran membaca. Kami sekelas diminta membaca sebuah teks bacaan. Teksnya panjang sampai beberapa halaman. Aku masih berusaha menyelesaikan membaca paragraf pertama di teks itu. Teman-teman yang lain sudah sampai di halama tiga. Hal ini dikarenakan aku sering kehilangan makna kata jika tidak mengimajinasikannya. Jadi aku berusaha mengerti dengan mengira-ngira seperti apa gambarannya. Aku berusaha memahaminya dan ternyata lebih lama dari yang teman-temanku butuhkan. Ini membuatku bisa membaca jika mempunya waktu kosong yang banyak saja.

Sewaktu SMA aku mulai memiliki waktu yang longgar. Aku memanfaatnya dengan sering mengunjungi perpustakaan daerah. Bahkan pernah hampir setiap hari sepulang sekolah langsung ke sana. Sampai perpustakaannya tutup baru aku pulang. Buku-buku yang aku baca adalah buku-buku psikologi. Pada waktu itu aku sangat tertarik dengan dunia psikologi. Aku juga mulai berpikir untuk nanti mau mengambil kuliah jurusan psikologi. Selain membaca buku-buku psikologi, terkadang aku juga membaca novel-novel terjemahan. Waktu itu aku juga tertarik dengan novel-novel dari sastrawan luar negeri. Bagiku unik dan banyak menambah info baru. Karena berasal dari negara yang berbeda.

Di tahun-tahun akhir SMA, internet sudah mulai marak. Aku mulai meninggalkan perpustakaan daerah. Beralih ke dunia internet. Perpustakaan di internet jauh lebih lengkap. Ada banyak sekali informasi yang menarik di sana. Bisa pilih mau membaca tentang apa. Ada banyak penyedia bacaan. Ada penyedia bacaan online. Ada pula yang memperbolehkan download. Ada banyak situs yang menyediakan buku elektronik yang bisa didownload. Pilih mau buku tentang apa, pilih judul, terus download. Bisa baca kapan saja dan dimana saja. 

Pengalaman membaca buku

Kuliah aku mengambil jurusan keguruan. Sejak itu aku memperbanyak membaca buku tentang pendidikan. Juga memperbanyak membaca beragam macam buku pelajaran. Terkadang coba merangkum beberapa jenis buku dan mencoba membuat buku sendiri. Mempelajari bagaimana membuat media pembelajaran menjadi hal yang seru. Mengamati beberapa buku yang berbeda. Buku pelajaran sekolah yang berbeda konsep. Aku banyak menghabiskan waktuku untuk itu saja. Karena menurutku lebih baik mendalami ilmu dari jurusan kuliah yang aku ambil. Sampai sekarang, buku yang ku baca adalah buku-buku yang berkaitan dengan jurusanku saja.

0 Response to "Bacaan Favoritku"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel