Pemberian Kado

Pemberian kado adalah manis dan indah. Saling bertukar hadiah pun adalah sunnah. Beberapa orang memilih memberi kado dengan barang-barang yang unik. Beberapa lebih memilih memberikan kado barang yang pasti digunakan atau yang bermanfaat. Ada banyak jenis barang yang bisa digunakan sebagai kado. Sewaktu kecil aku bahkan pernah memberi kado berupa sebutir permen. Permen itu tentu saja ku bungkus dengan sangat rapi dan cantik. Walaupun isinya hanya sebutir permen. Soalnya aku pernah dengar sewaktu aku kecil itu. Ada orang dewasa yang bilang, "jangan lihat dari harganya".


Seiring waktu berjalan, aku pun bertambah umur setahun dua tahun, kado yang kugunakan bukan lagi sebutir permen. Sudah meningkat menjadi sebungkus cokelat. Itu karena naiknya uang jajan juga. Aku bisa sedikit menabung. Biasanya yang ku beri kado hanyalah orang-orang spesial. Aku memberi kado hanya kepada orang-orang terdekat di lingkunganku. Setelah memberikan kado aku merasa ada kebahagiaan. Terkadang bahagia itu begitu sederhana. Aku menyukai saat saat memberi kado seperti itu.

Kemudian usia bertambah lagi, Mulai ada teman yang mengundang acara ulang tahun yang memang dirayakan secaara meriah. Aku pergi dengan beberapa teman membeli kado. Dan yang ku pilih adalah kotak pensil. Karena aku pikir kotak pensil adalah yang pasti digunakan temanku. Karena masih sekolah dan banyak alat tulis. Pada waktu itu aku juga sedang menggemari kotak pensil. Biasanya aku memilih motif atau gambar kotak pensilnya sesuai dengan tren pada saat itu. Kalau pada saat itu trennya film Finding Nemo, ya aku pilih kotak pensil yang bergambar karakter film Finding Nemo.
Ketika umur bertambah lagi dan tabungan jadi lebih besar, aku memilih memberi kado berupa baju. Pikirku lumayan meningkat kado pemberianku. Aku suka memberi baju. Masa ini masa remaja. Aku pikir memang semua remaja mulai memerhatikan penampilan. Baju merupakan salah satu pusat perhatian para remaja biasanya. Kadang beberapa teman juga membeli majalah hanya untuk melihat tren fashion pada saat itu. Aku pun saat itu juga sedang mengagumi dunia perbajuan. Jadi cocok sekali mengganti kebiasaan memberi barang dengan baju.

Sewaktu di sekolah menengah atas, kebetulan aku sekelas dengan teman-teman yang suka memberi kado. Di tanggalan spesial kami merencanakan bertukar kado. Semua anggota kelas setuju. Kami pun menetapkan bahwa semua orang harus membawa kado di tanggal yang sudah disepakati. Harga barang yang dijadikan kado antara Rp.2000 sampai Rp 10.000. Nanti semua kado akan dikumpulkan perangkat kelas. Kemudian dibagikan secara acak. Pada waktu itu aku memilih membeli cokelat sebagai kado. Banyak teman juga membeli cokelat. Dan sejak saat itu aku kembali sering memberi kado berupa cokelat.


Namun di awal kuliah menjadi berbeda. Sewaktu aku kumpul dengan beberapa teman yang bersepakat melakukan tukar kado. Aku terpikirnya harus yang pasti digunakan. Sebuah benda yang ga gampang rusak. Dan bukan makanan lagi karena nanti sekali habis. Tapi aku punya keuangan yang terbatas. Setelah berpikir keras aku pun memilih gunting kuku sebagai kado. Gunting kuku dengan kualitas yang bagus. Gunting kuku itu ku lengkapi dengan sapu tangan. Dengan niat bahwa ini adalah barang yang sangat berguna. 

Ketika semua orang membuka kado, aku tersentak. Ternyata hampir semua orang menertawakan kado pemberianku itu. Aku sedih sekali. Untungnya yang mendapat kado kebetulan teman yang pintar dan bijaksana. Ia pun langsung mengatakan kalau ia sangat senang. Dan barang itu adalah barang bermanfaat yang pasti ia gunakan. Aku pun sedikit lega. Namun berniat dalam hati aku tak akan mengulangi pemberian dengan barang yang langkah. Sejak saat itu aku berpedoman pada listing yang orang-orang buat sebagai kado yang biasanya diberikan untuk momen momen tertentu.

Dan dari daftar listing yang kutemukan, pertama yang ku coba tiru adalah kumpulan foto. Saat sahabatku ulang tahun aku berniat memberinya kumpulan foto-foto kebersamaan kami. Aku mengumpulkan foto foto terbaik dari begitu banyaknya foto-foto kami. Kemudian foto tersebut diprint. Ku ambil kertas karton ukuran besar. Kemudian karton tersebut ku tulisi angka ulang tahun sahabatku dengan pensil. Goresan pensilnya sangat tipis supaya tidak tampak. Lalu arena di luar tulisan angka tersebut kupenuhi dengan foto foto yang sudah diprint. Hasilnya indah. Tapi buatnya susah dan memakan waktu lama. Aku tidak mau lagi mengulanginya.


Berikutnya aku memilih memberi kado yang mudah saja. Yang mudah dibeli, mudah didapatkan, mudah dibungkus, dan mudah dibawa. Dan diantara yang pernah aku gunakan adalah gelas, peralatan dapur, handuk, seprei, buku, kemeja, jilbab, mukenah, sajadah, sarung, dan Al Quran. Simpel dan happy.

Baca juga: 10 Kado Pernikahan Terbaik untuk Saudara dan Teman

1 Response to "Pemberian Kado"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel