Menabung untuk Beli Sepatu

cerita tentang pengalaman menabung

Hari yang sangat terik melukai kulit tangan ku. Aku bisa melihat mulai muncul setitik hitam pada tanganku. Dan sangat berharap bahwa itu bukanlah tanda menyakit serius karena sinar matahari. Sinar matahari memang sangat tajam pada waktu itu. Dan ada yang mengatakan untuk aku tidak melanjutkan hobi jalan ku. Sebenarnya bukan hobi. Aku ingin mengumpulkan uang untuk beli sepatu. Waktu itu aku lagi anti minta uang sama orang tua. Hanya ingin belajar merasakan indahnya mengumpulkan uang. Dan aku bersikeras.

Aku belum punya sepatu olahraga warna putih. Harganya tidak bisa ku jangkau dalam waktu singkat. Jadi aku harus mengumpulkan uang. Dan cara terbaik bagiku pada waktu itu adalah dengan menyisihkan uang ongkos yang diberikan. Karena sebenarnya jarak sekolahku dan rumah tak begitu jauh. Dibilang dekat juga tak begitu dekat. Jadi memang jarak yang tanggung. Kalau naik kendaraan terasa sangat cepat. Kalau jalan kaki lumayan terasa letih. Tapi aku memutuskan untuk jalan kaki saja. Sekalian olahraga. Katanya kan jalan kaki juga termasuk aktifitas fisik yang menyehatkan.

Tapi siang itu terlalu panas. Aku berhenti sejenak di bawah sebuah pohon mangga milik sebuah rumah mewah. Kebetulan tak jauh dari sana ada anak-anak yang sedang berkumpul. Sepertinya berasal dari komplek perumahan mewah itu. Anak-anak itu menatapku penuh prihatin. Mereka bahkan berucap, "kasihan ya". Hmmm.. "adinda thanks for your simpahty. But I don't care you know. I need my shoes." Aku sama sekali tidak merasa bahwa apa yang aku lakukan adalah hal yang menyedihkan. Aku sehat dan rumahku dekat. Jalan juga merupakan kebaikan yang banyak. Why not.

Hari-hari berlalu sampai akhirnya uang terkumpul. Aku pun ke pasar untuk membeli sepatu yang ku idamkan. Dan aku mendapatkannya dengan bangga. Pada waktu itu aku merasakan indahnya mendisiplinkan diri dalam menyisihkan uang. Sehingga bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga. Yaitu pengendalian diri terhadap keuangan. Dan tentu saja sepatu impian. Aku memakainya dengan riang. Dan kemudian menjadikan menabung sebagai salah satu bentuk kebahagiaan yang sederhana dalam mencapai sesuatu.

Lalu suatu waktu aku memiliki kesempatan untuk kerja paruh waktu. Aku mendapatkan sedikit uang dari kerja itu. Dan aku pun kembali mengumpulkannya. Aku ingin sekali membeli handphone dengan kualitas yang baik. Dan aku tidak pernah membelanjakan uang yang kuperoleh dari kerja paruh waktu itu. Aku menyimpannya dengan baik. Aku berusaha mengumpulkannya. Aku bahkan menyusunnya dengan sangat rapi. Lalu menghitungnya sesekali hingga aku tahu sudah berapa yang terkumpul. Lebih kurang satu tahun akhirnya semua uang itu bisa digunakan untuk membeli handphone yang kusuka.

cerita tentang pengalaman menabung

Handphone itu bentuknya sangat cantik. Warnannya navy. Warna kesukaan ku pula. Dengan merek yang ternama karena kualitasnya yang baik. Fokus handphone itu adalah di suara. Suaranya sangat jernih. Dan baterainya tidak gampang habis. Hasil fotonya juga sangat jernih. Aku senang sekali. Berharap handphone itu bisa menjadi kebaikan untuk diriku. Sekali lagi aku merasakan indahnya bersabar mengumpulkan uang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga.
Beside that, Aku punya seorang teman yang hematnya menjadi perbincangan. Dimana pun perkumpulan nyaris selalu membicarakan tentang betapa tidak baiknya apa yang dilakukan teman yang sangat hemat itu. Namun teman itu tak pernah peduli dengan perkataan orang-orang. Memang pernah terdengar bahwa ia ingin segera menikah. Tapi orang tak terpikir tentang apa kaitan ingin segera menikah dengan sikap hemat yang keterlaluan. 

cerita tentang pengalaman menabung

Yang orang-orang lakukan hanyalah mengisolasinya. Ia akhirnya menjadi terlihat sangat kesepian. Sampai akhirnya undangan dari nya datang. Undangan pernikahan. Ia menjadi orang pertama yang berhasil mengumpulkan uang untuk menikah di antara semua teman teman yang suka membicarakannya. Dan ternyata ia juga telah berhasil membangun sebuah rumah sederhana untuk keluarga kecil yang akan ia bangun dengan hasil uang yang ia kumpulkan. Barulah teman-teman yang biasa membicarakannya terdiam. 

0 Response to "Menabung untuk Beli Sepatu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel