Hari Anak Nasional (HAN)

Hari Anak Nasional (HAN)

Hari Anak Nasional (HAN) adalah salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan anak. Pada hari ini dilakukan peringatan atas beberapa isu terkait tumbuh kembang anak yang menjadi kebutuhan anak. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat atas pentingnya kepedulian terhadap anak. Adanya Hari Anak Nasional diawali dengan kesepakatan Internasional tentang pentingnya dunia yang layak bagi anak atau World Fit For Children. Yangmana kesepakatan ini dilakukan pada Konvensi Hak Anak (KHA) sebagai bagian dari program PBB.

Konvensi Hak Anak:
1. Non Diskriminasi
2. Kepentingan Terbaik bagi Anak
3. Hak Hidup, Kelangsungan Hidup, dan Perkembangan
4. Menghargai Pandangan Anak

Pemerintah Indonesia kemudian telah pula melakukan pengembangan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Kebijakan ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara yang layak anak atau IDOLA (Indonesia Layak Anak). Prinsip yang digunakan untuk pembangunan anak di Indonesia mengacu pada KHA. 

Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak:
1. Hak Sipil dan Kebebasan
2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
3. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
4. Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya
5. Perlindungan Khusus

Meskipun semua prinsip dan tujuan ini telah tersusun rapi. Tetap saja praktik lapangan selalu banyak tantangannya. Bahkan kadang seperti tak ada habisnya. Begitu banyak tantangan yang dihadapi seperti salah satunya kondisi geografis Indonesia yang teramat luas. Jalur transportasi yang belum merata. Menjadikan tambahan berbagai kendala sehingga suatu program biasanya memang sulit merata sampai ke seluruhan bagian negara.


Namun hal terpenting dari apa pun program pemerintahnya, adalah prinsip dari setiap masing-masing keluarga. Keluarga menjadi pondasi kepedulian terhadap anak. Keluarga adalah hal yang pertama dan utama bagi anak-anak. Semua prinsip tentang kepedulian terhadap anak dimulai dari keluarga. Dan memang nanti hasilnya adalah untuk keluarga itu sendiri.

Anak merupakan aset bangsa berarti anak juga merupakan aset keluarga. Anak adalah masa depan bangsa dan anak juga merupakan masa depan keluarga. Negara harus peduli terhadap anak dengan alasan menggantungkan masa depan negara di tangan anak-anak. Berarti juga begitu bagi keluarga. Keluarga harus peduli dengan anak, karena anak adalah masa depan keberlangsungan keluarga di masa depan. Jika negara diharapkan memikirkan masa depan bangsa juga berati keluarga diharapkan memikirkan masa depan generasi keluarga tersebut.

Karena pada dasarnya sebuah negara adalah gabungan dari banyak keluarga. Keluarga adalah negara itu sendiri. Keluarga adalah bangsa itu sendiri. Masa depan keluarga adalah masa depaan negara. Anak-anak dalam keluarga adalah anak-anak negara. Anak-anak negara adalah milik keluarga. Sehingga pada dasarnya Konvensi Hak Anak dan Kebijakan Layak Anak adalah harus dilakukan bersama. Setiap keluarga melakukan prinsip ini. Dan negara melakukan prinsip ini pula. Dengan begitulah baru bisa benar-benar World Fit For Children terwujud.


Ada ayat Al Quran yang sangat menyentuh perihal kepedulian terhadap anak. Yakni Al Quran Surah An Nisa ayat 9. Bunyinya adalah:

Dan hendaklah takut orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadapnya. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

Dari ayat ini ada tiga poin penting yang tercatat:
1. hendaklah takut meninggalkan keturunan yang lemah
2. hendaklah bertakwa kepada Allah
3. hendaklah berbicara dengan tutur kata yang benar

Harusnyalah orang-orang takut jika anak dalam kondisi lemah. Baik lemah secara fisik, pikiran, maupun mental. Dan telah ada jalan keluar atau solusi dari ketakutan itu. Adalah dengan bertakwa kepada Allah. Setelah itu pastikan untuk selalu bertutur kata yang benar. Ini juga menekankan pentingnya tutur kata. Pentingnya kata-kata. Berkata-kata atau berbicara selalu dengan tuturan atau perkataan yang benar. Semoga anak-anak Indonesia berhasil menjadi anak-anak berkualitas tinggi.

0 Response to "Hari Anak Nasional (HAN)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel