Berwisata ke Istano Basa Pagaruyung


Istano Basa Pagaruyung atau Istana Pagaruyung sudah lama menjadi salah satu destinasi wisata tujuanku. Istana ini terdengar megah bagiku. Aku pernah membaca salah satu sejarah Bengkulu. Disebutkan bahwa ada kaitan erat antara Kerajaan Bengkulu dengan Kerajaan Pagaruyung. Kalau tak salah ingat bahkan salah satu asal muasal orang Bengkulu adalah orang-orang dari Pagaruyung. Konon dulunya Bengkulu masih merupakan daratan yang kosong. Dan salah satu asal adanya orang di Bengkulu adalah orang yang datang dari Pagaruyung. 

Dan setelah di Bengkulu ada kerajaan kerajaan tersendiri pun, ikatan kerjasama antara kerajaan di Bengkulu dengan kerajaan Pagaruyung masih terjalin. Menarik sekali bagiku untuk bisa melihat langsung bagaimana rupa dari istana Pagaruyung. Baru tahun ini akhirnya terwujud untuk bisa ke sana. Dikarenakan sekalian mudik lebaran ke kampung suami, Kabupaten Solok. Jarak Kabupaten Solok ke Kota Batusangkar sekitar dua setengah jam perjalanan dengan motor kecepatan sedang. Kami pergi ke sana di hari ke tiga lebaran.

Kami pergi dengan berbekal google map. Sebenarnya suami pernah ke sana. Tapi dengan rombongan. Dan beliau belum hafal jalannya. Tapi beliau yakin bisa memprakirakan dari membaca google map. Kami pun berangkat. Perjalan ke sana banyak melalui persawahan. Persawahan yang luas dan indah. Persawahan bertingkat yang tersusun rapi. Jalan ke sana ternyata sepi. Melewati desa-desa. Dan tak terlihat adanya kendaraan umum yang berlalu lalang. Ada beberapa mobil yang kadang melintasi kami. Hampir kesemuanya berasal dari luar provinsi sumbar.
Lumayan melelahkan untuk mencapai lokasi ini. Dan setelah sampai di depan Istana Pagaruyung, ternyata begitu banyak debu. Di depan tembok tinggi kawasan istana, berjejer mobil-mobil wisatawan. Bahkan bus bus besar. Dan nyaris semuanya adalah dari luar provinsi sumbar. Di sebelah kawan istana ada pasar. Pasar yang menjajakan souvenir khas Sumatera Barat. Dan tak jauh dari pasar ada masjid besar. Bagus sekali ada masjid besar di dekat tempat wisata yang populer.

Kami parkir di dapan kawasan istana. Dan kami pun langsung menuju pintu kawasan istana. Baru di depan pintu, kemegahan kerajaan Pagaruyung sudah terasa. Tiket masuknya Rp. 15.000,- untuk dewasa dan Rp 7.500 untuk anak-anak. Suasana sangat ramai. Begitu banyak orang. Di depan pintu masuk itu ada area permainan anak-anak. Ada yang menyewakan jasa sepeda. Ada juga yang menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak. Ada juga orang yang menjual souvenir-souvenir. 


Begitu melihat sekeliling. Memandang beberapa bangunan megah milik kerajaan. Seketika aku merasa diri ku berada di masa lalu. Di masa kerajaan Pagaruyung berjaya. Kayaknya aku bakal jadi rakyat biasa pada masa itu. Istana terasa sangat mewah dan jauh dari kehidupanku. Lalu aku terpikir alangkah jauhnya jika memang orang dari Bengkulu mau ke sini semisal ada pertemuan di kerajaan begitu. Aku pernah mendengar ayah bercerita dulu orang melakukan perjalanan dengan kereta sapi. Apalagi kalau harus jalan kaki.

Baca juga: Santapan Mata di Puncak Lawang

Well, Istana ini sangat besar. Dan terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar sangat luas seperti aula besar sebagai ruang terdepan. Sepertinya ruang pertemuan dan ruang utama istana. Dan di sekeliling ruang besar itu ada kamar-kamar. Ruang di belakang nya adalah dapur.  Dapur istananya menggunakan peralatan kuno yang sepertinya memang dimiliki oleh semua rakyat. Tidak ada peralatan dapur khusus kerajaan sepertinya. Mereka masak dengan kayu dan pasir. Lalu menyimpan bumbu di bekas buah labu. Menyimpan air di bambu-bambu. Menanak nasi dengan periuk. Dan berbagai jenis sendok dari kayu.


Yang membuat istana ini menarik adalah ukiran-ukirannya. Dan bentuk bangunan khas minangnya. Serta dekorasi khas minang yang memang selalu meriah. Di sini disediakan wifi gratis. Juga ada monitor informasi mengenai sejarah Istana Pagaruyung. Tapi cuma ada satu. Dan ada beberapa barang kuno dipajand, seperti keris dan perhiasan raja. Lalu berikutnya adalah lantai kedua. Lantai kedua adalah tempat puteri yang belum menikah. Biasanya di sini tempatnya sang puteri. Dan lantai ketiga adalah tempat penyimpanan barang. Lantai ketiga sangat kecil. Sejenis gudang. Dan terlihat biasa saja, tidak mewah. 

Namun dari lantai tiga terlihat jelas luasnya kawasan istana. Dan bagian belakang Istana terlihat di kelilingi perbukitan. Mungkin bukit-bukit tersebut dijadikan benteng pertahanan istana. Tampak juga ada beberapa bangunan di beberapa bukit yang menjadi latar belakang istana. Seperti pos penjagaan di belakang istana. Membuat pemandangan bukit menjadi lebih menarik. Terbayang olehku di masa lalu ada beberapa prajurit yang berjaga di pos pos tersebut.

Baca juga: Ke Padang Panjang

Kami kemudian turun. Melihat halaman belakang istana. Ternyata banyak jualan makanan di sini. Lengkap dari makanan ringan sampai makanan berat. Ada berbagai jenis souvenir juga. Ternyata ada juga jasa kereta wisata yang mengantarkan berkeliling kawasan istana. Dan ada juga jasa penyewaan kuda tapi khusus untuk anak-anak. Dan berjalan lagi ternya ada kolam. Lalu ada beberapa bangunan pondokan yang besarnya seperti aula. Di sini pengunjung bisa beristirahat. Tapi ada yang menyediakan jasa motor di sini. Motornya kecil dan bunyinya lumayan mengganggu. Rute motor ini adalah mengitari bangunan bangunan tempat pengunjung beristirahat. 

Istana sangat luas. Sulit membayangkan bagaimana dulu kalau istana memiliki pangeran kecil. Gimana kalau pangeran nya berlarian dan main petak umpet. Dulu juga belum ada alat telekomunikasi canggih. Pasti repot jaganya ya. Kami kemudian memutuskan untuk langsung keluar karena sudah capek berjalan kesana-kemari. Menuju keluar, di bagian samping ada cafetaria. Di bagian depan menjelang pintu keluar, ada mushola kecil. Ada juga beberapa toilet. Kami menuju pintu keluar. Lalu mencari rumah makan. Ada banyak rumah makan di dekat istana. Tak jauh dari tempat parkir. Setelah makan kami, pulang. Meninggalkan Kota Batusangakar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Saksi kemegahan sejarah Kerajaan Pagaruyung.

0 Response to "Berwisata ke Istano Basa Pagaruyung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel