Pengalaman Salah Beli Mainan Bayi

Pengalaman Salah Beli Mainan Bayi

Ichi Abdul Rasyid adalah ponakan pertama ku. Aku pastinya senang punya ponakan for the first time. Ichi tuh Masya Allah lucu banget. Dan kini usianya sudah sembilan bulan. Ceritanya aku tuh sudah lama banget terniat mau belikan Ichi mainan. Tapi belum kunjung terlaksana. Alesannya mulai dari bingung dan ragu mau beli apa. Sampai sakit ini itu datang pula melanda diriku belakangan ini.

Finally aku jadi juga beli. Aku belinya mainan kerincingan gitu. Alias baby rattles. Asal mulanya karena beberapa saran untuk beli baby rattles. Kebetulan ternyata mainan bayi jenis ini Ichi belum punya. Ku pikir seru juga buat bunyi-bunyian. Supaya lebih rame. Dan mau ponakan belajar peka terhadap bunyi. Aku mau banget beli nya. Aku pun berangkat mau cari dan beli baby rattes.

Pertamanya cari mencari cukup lama. Ternyata baby rattles sulit ditemukan. Aku ga tahu kalau mainan ini sekarang langka. Kata beberapa pemilik baby shop barang nya sudah lama ga masuk toko mereka. Dan setelah lanjut mencari akhirnya ketemu juga. Tapi aku ragu, soalnya warnanya pink hijau. Sedangkan ponakanku sukanya merah terang. Atau warna terang lainnya. 

Aku jadiin beli karena kuatir memang cuma ini lah yang tersisa. Takutnya kalau pergi lagi jangan-jangan memang ga ada lagi. Karena cuaca panas terik dan aku mulai merasakan letih. Aku beli aja yang satu ini. Kebetulan di toko ini pun barangnya cuma tinggal sisa satu ini. Harganya Rp. 15.000,-. 

Pengalaman Salah Beli Mainan Bayi

Eh taunya ketemu babyshop lagi pas diperjalanan pulang. Biasanya lewat jalan itu ga liat ada babyshop. Coba mampir dan ternyata baby rattlesnya ada. Bahkan ada yang warna warni. Warna nya juga terang. Dan ada warna merahnya. Aku beli lagi. Harganya sama seperti yang pertama ku beli. Sama-sama Rp. 15.000,-. Jadi aku beli dua. Pikir ku satu ku letak di kamar ku. Kalau ponakan lagi main di kamar ku. Satu lagi kasih sama ponakan.

Ternyata aku salah membeli mainan ini.. Hiks... Ponakan ku yang baru berusia sembilan bulan tak tertarik dengan mainan baby rattles... Kebetulan adikku liat. Adikku coba membunyikan baby rattlesnya.. Eh malah retak.. Lalu pecah dan bola-bola kecil sebesar biji kacang di dalam mainan itu keluar.. 

Melihat bola-bola kecil si baby malah tertarik. Ia ambil dan jilat-jilat bolanya. Terus mau dimakan. Wah bahaya banget kan. Akhirnya mainan itu aku ambil. Aku simpan kembali ke kamar ku. Untungnya si baby memang sedari awal kurang tertarik dengan mainan yang ku beli itu. Jadi baby ga nangis. Ia selow aja. 

Kemudian tak sengaja aku liat tulisan di kemasan mainan itu. Tertulis di sana kalau mainan ini bukan untuk anak di bawah usia tiga tahun. WHAT??? Ada warning di kemasannya ternyata. Aku benar-benar ga lihat. Ternyata berbahaya bagi anak di bawah tiga tahun. Dan jika di atas tiga tahun pun harus di bawah pengawasan orang dewasa.

Pengalaman Salah Beli Mainan Bayi

Wah aku sudah salah beli. Dan aku memang ga baca-baca kemasannya. Karena aku yakin banget mainan itu yang tepat untuk usiannya yang sembilan bulan. Toh biasanya baby umuran kecil-kecil yang dikasih mainan itu. Aku pun membeli karena ada dengar pendapat orang tua-tua. Ternyata malah dinyatakan berbahaya untuk anak usia dibawah tiga tahun. Hmm.. Lain kali aku mau lebih teliti dalam membeli mainan bayi..

0 Response to "Pengalaman Salah Beli Mainan Bayi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel