Pengalaman Meminta Peserta Didik Membuat Mind Mapping

Pengalaman Meminta Peserta Didik Membuat Mind Mapping

Membuat mind mapping bisa dijadikan cara memudahkan peserta didik mengingat suatu materi penting. Aku pernah mencobakan cara ini dan terbukti berhasil. Mata pelajaran yang aku pegang adalah mata pelajaran Bahasa Inggris. Dengan pemikiran bahwa memudahkan peserta didik mengingat adalah hal yang penting. Kemudian aku padukan dengan memudahkan peserta didik memahami bacaan. Dan terbukti berhasil. Namun ada hal menarik yang aku temukan.

Peserta Didik Lebih Mudah Bosan
Awalnya ku kira peserta didik akan lebih semangat kalau belajar dengan menggunakan sistem menggambar dan mewarnai. Dan terbukti pada pertemuan pertama diminta membuat mind mapping. Namun dipertemuan ketiga peserta didik mulai tampak jenuh. Dan memasuki pertemuan keempat diminta membuat mind mapping sudah banyak pesera didik yang compalin. Mereka mengeluhkan bahwa mereka harus membuat mind mapping lagi. Hal ini diluar dugaan. Mereka ternyata lebih mudah bosan. Bahkan lebih mudah bosan dibanding mereka harus mendengarkan guru berceramah monoton di depan kelas.

Dan ada beberapa peserta didik yang maju ke depan kelas menemui ku di meja guru. Mereka menanyakan, "Kenapa harus buat mind mapping lagi, bu?" Lalu ku tanya, "Apa kalian kesulitan?". Mereka menjawab bahwa mereka tidak kesulitan hanya saja mereka bosan. Mungkin karena justrtu mereka merasa membuat mind mapping lebih mudah. Karena mudah mereka jadi gampang bosan. Tapi mereka tidak juga bisa dikatakan terlalu merasakan kemudahan. Karena terbukti waktu jam pelajaran habis dengan proses mereka membuat mind mapping. 

Aku kemudian menanyakan apakah membuat mind mapping memudahkan mereka. Lalu mereka semua sepakat bahwa mind mapping sangat memudahkan mereka mengingat. Dan sangat memudahkan mereka mengulang kembali materi pelajaran. Juga memudahkan mereka mempelajari teks yang sedang mereka baca. Ketika membaca langsung diminta buat mind mapping tentang bacaan itu. Terbukti mereka lebih cepat paham teks. 

Ada Beberapa Peserta Didik Tidak Bisa Menggambar Samasekali

Ada beberapa peserta didik yang akhirnya merasa sangat deresi. Ternyata mereka mengaku tidak bisa menggambar sama sekali. Mereka merasa tidak bisa membuat design atau garis garis lengkung. Apalagi diminta membuat gambar visualisasi dari kata-kata dalam teks. Mereka kemudian merasa minder dengan teman-teman yang lain.terlebih ternyata kompetisi memperbagus gambar masing-masing muncul dengan sendirinya. Peserta didik yang merasa tidak bisa menggambar samasekali ini merasa berkecil hati.

Mereka bahkan merasa tidak bisa mengikuti pelajaran. Lalu ada yang mengeluhkan bahwa ia tidak bisa menggambar. Tapi ia berharap ia bisa belajar bahasa Inggris. Tentu saja pokok bahasan nya adalah bahasa Inggris. Mind mapping hanya sebagai alat. Alat yang digunakan untuk belajar. Namun siswa ini khawatir bahwa penilaian kemampuan berbahasa malah teralih dengan penilaian kemampuan menggambar. Ia jadi sulit endapat nilai baik. Dan ia pun juga merasa gagal belajar bahasa Inggris.

Sejak saat itu aku menyimpulkan bahwa cara mengajar memang sangat perlu variasi. Jangan sampai ada peserta didik yang merasa tersudutkan karena ia berbeda dengan teman yang lainnya dalam suatu bidang kemampuan. Aku berharap semua peserta didik mendapatkan keadilan yang sama. Namun memang berbuat adil kadang sangat sulit. Karena keterbatasan kemampuan seorang pendidik yang juga hanya manusia biasa.

Semoga pendidik di mana pun berada mendapatkan kemudahan dari Allah untuk melaksanakan tugas. Dan semoga peserta didik di mana pun berada dapat memaklumi kekurangan dari seorang pendidik mereka. Semoga kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dan merata. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

0 Response to "Pengalaman Meminta Peserta Didik Membuat Mind Mapping"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel