Pertama Cicip Makanan Khas Korea

makanan khas korea selatan yang terkenal

Makan siang dengan makanan korea gimana ya rasanya? Pasti seru. Aku sudah beberapa kali terpikir buat nyoba makanan korea. Tapi terusan ga jadi karena belum ada yang nemenin. Finally, kemaren tanpa direncanakan sebelumnya, aku jadi juga nyobain makanan koreanya bersama Nur dan Tati. Ceritanya, Tati yang ngajak. Karena dia sudah biasa makan di tempat makan korea.

Sebenarnya aku pernah cicip makanan khas korea. Tapi dulu banget. Kakak ku pernah beli kimchi di supermarket. Dan ternyata aku ga bisa makannya. Menurutku rasanya aneh. Asam banget. Dan bumbunya terasa ga nyaman di lidah ku. Bukan aku aja yang enggan makan nya. Tapi sekeluarga ga mau makannya. 
Tapi cuma kimchi yang pernah ku cicip. Kalau makanan yang lain belum. Kabarnya nasi bakar korea, bibimbab,  rasanya mantap. Bibimbab ada yang rasa bulgogi. Bulgogi itu barbeque nya korea. Aku suka rasa barbeque. Ku pikir mungkin cocok juga dengan rasa bulgogi. Plus aku pernah nyobain mie instan rasa bulgogi. Rasanya enak. Jadi ku mau pesan Bulgogi Bibimbab.

Setelah dilihat di menu makanan nya. Ku lihat ternyata bibimbab adalah nasi plus campuran berbagai sayur. Ada toge, wotel, dan bayam. karena Bibimbab yang ku pesan adalah Bulgogi. Jadi plus daging sapi rasa bulgogi. Sehingga cara makannya adalah mencampur nasi, sayur, dan saus khasnya terlebih dahulu. 

Kesan pertama ketika lihat makanannya sampai adalah menarik. Nasi yang panas dihidangkan dengan mangkuk batu untuk menjaga panas nasi. Tapi aku kurang suka makan makanan dengan wadah batu. Karena kurang nyaman di perut. Aku pernah makan dengan wadah batu begitu dan langsung perut sakit. Aroma batunya juga mengganggu bagiku. Dan mengurangi dominasi aroma makanan.

Kemudian aku langsung mencampur semua nasi dan sayurnya. Plus sausnya. Ku campurkan sedikit saja. Untuk jaga-jaga mana tahu aku kurang suka rasa sausnya. Ternyata enak kalau sausnya sedikit. Aku pun makannya perlahan karena panas. Awalnya makan dengan sumpit. Tapi kurang nyaman. Akhirnya makan pakai sendok.

"gimana rasanya?"

"enak?"

Menurutku enak. Seperti makan nasi hangat di kala hujan. Dengan lauk yang enak. Makannya juga di kampung yang asri dan sejuk. Seperti itu aku merasa suasananya. Hanya saja aku jadi merasa panas. Karena di kebetulan kami makan saat cuaca panas. Dan aku kurang suka aroma batunya. Hmmm..

masya Allah

Trus aku coba tambah saus lagi. Aku coba tambah di satu sisi mangkuk saja. Mengantisipasi kemungkinan rasanya kurang sesuai. Dan setelah ditambah lagi ternyata jadi berkurang enak nya. Untung cuma dicoba satu sisi. Tapi tetap saja ga habis. 

Trus aku nyobain Hot Ramyun. Kuahnya merah banget. Mangkuknya kebetulan merah pula. Begitu ku cicip, aku suka. Karena rasanya pedas, bumbunya terasa cocok di lidah aku. Tapi tetap aja aku ga bisa habiskan karena sajiannya semangkuk besar.
Tati pesannya Dolsot Bibimbab. Rasanya mirip dengan bibimbab yang ku pesan. Hanya saja pake telur. Telur dadar. telurnya bisa dipesan setengah matang atau matang. Dan Tati kali ini pesan yang matang. Aku ga sempat coba nasi yang Tati. Kata Nur mirip bulgogi bibimbab pesananku.

Nur pesannya Jajang Myeon. Mie dengan kuah hitam kental. Mie nya mirip mie instan yang ternama itu. Liatnya aku tertarik. Namanya juga menarik, Jajang Myeon. Tapi Nur bilang rasanya kurang lezat. Dan ketika ku cicip, aku juga kurang suka. Bagiku kok kayak ga ada rasa apa-apa. Seperti hambar.

Lalu kami mencicip nasi dengan kimchi. Aku kurang suka juga. Mungkin karena aku kurang suka kimchi. Tapi Tati suka. Jadi Tati yang memakan nasi kimchi. Kayaknya memang aku yang kurang cocok dengan makanan korea. Atau mungkin bisa buat sendiri dan dimodifikasi dengan nuansa masakan nusantara. 

0 Response to "Pertama Cicip Makanan Khas Korea"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel