Home » » Kata Kata Bijak

Kata Kata Bijak

Posted by cuapguru on Wednesday, February 20, 2019

Kata Kata Bijak

Kata Kata bijak menuntun diri menjadi lebih baik. Menjadi pribadi yang terus membaik dari hari ke hari. Orang-orang besar banyak menggunakan kebijaksanaan mereka untuk menggapai kesuksesan dunia akhirat. Dan untuk mencapai kenyamanan hidup. Begitulah tokoh tokoh besar Islam yang arif dan alim. Memiliki pesan pesan pada orang orang dengan kata kata bijak mereka. Dengan harapan bahwa orang yang mendapat pesan dapat berubah. Berubah menjadi lebih baik. Selalu menjadi lebih baik sebisa mungkin. Berikut kata kata bijak tokoh tokoh islam yang cuapguru rangkum.

Barangsiapa memasuki kubur tanpa membawa bekal amal shalih, maka keadaannya seperti orang yang mengarungi lautan tanpa perahu. (Abu bakar Al Shiddiq)

Mengarungi lautan tanpa perahu sungguh suatu hal yang nyaris mustahil. Mustahil rasanya seorang manusia bisa mengarungi lautan yang teramat luas tanpa perahu atau tanpa sesuatu yang membawanya. Terlebih lautan adalah tempat yang sangat dalam dan tak tertakar kekuatan ombaknya. Banyak hal yang terjadi di lautan luas. Jangankan sampai ke tengah lautan. Baru di pinggir saja sudah bisa mati tenggelam. Dan tenggelam dilautan sungguh menyakitkan. Karena pasir dan garam yang berat. Begitulah perumpamaan bijak yang digunakan oleh sahabat Nabi tercinta, Abu bakar Al Shiddiq. 

Siapa yang menjauhkan diri dari sifat suka mengeluh berarti ia sedang mengundang kebahagiaan. (Abu bakar Al Shiddiq)

Idealnya memang tidak pernah mengeluh sama sekali. Karena mengeluh menghabiskan energi. Dan mengeluh seakan menunjukkan kalau diri tidak bersyukur dengan bijak. Rasa syukur salah satunya adalah dengan selalu mengupayakan untuk tidak mengeluh terhadap keadaan. Tidak mengeluh terhadap beratnya cobaan. Sebisa mungkin menghilangkan sifat mengeluh adalah baik. Dan jika telah memiliki sifat tidak suka mengeluh. Maka jiwa akan cenderung lebih tenang. Rasa syukur yang dalam akan membuat hati merasakan bahagia.

Jagalah sholatmu. Karena saat kamu kehilangan sholat, maka kamu kehilangan segalanya. (Umar bin Khatab)

Sholat adalah tiang agama. Tiang adalah penyangga. Jika tiang tidak ada bagaimana bangunan bisa berdiri. Beliau membuat perumpamaan bahwa kehilangan sholat berarti kehilangan segalanya. Karena sholat adalah kunci segalanya. Sholat adalah pondasi. Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi tercinta yang sanngat tegas dalam bersikap. Beliau tentu mengharapkan orang yang mendapat pesannya menjaga sholat. 

Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalam nya. Sebab ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri. (Ali bin Abi Talib)

Cemas dan gelisah memang kadang hanya karena membayangkan sesuatu. Padahal jika telah menghadapi sesuatu itu secara langsung. Biasanya ketakutan hilang. Hal itu dikarenakan terlalu banyak berpikir. Dan menghayalkan kemungkinan kemungkinan yang mebuat diri khawatir. Jadi alangkah bijak jika tidak memperbanyak pikiran khayalkan. Lebih baik mengurangi pikiran panjang yang tidak perlu.

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekad nya. Ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya. Keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap kejahatan dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya. (Ali bin Abi Talib)

Semakin besar tekad seseorang dalam berusaha, maka akan semakin besar kemungkinan sukses. Sehingga ia menjadi lebih bernilai karena kesuksesannya. Kalau pun belum sukses. Orang akan menghormati kerja kerasnya. Karena kerja keras nya adalah suatu yang membuat ia menjadi bernilai. Begitu juga dengan rasa kemanuasian. Jika tinggi rasa kemanusian, maka ia akan baik di kehidupan masyarakat. Dan ia akan menjadi bernilai di masyarakat.  

Sedangkan rasa berani akan semakin besar jika penolakan hati terhadap kejahatan besar. Semakin besar rasa penolakan di dalam hati terhadap kejahatan akan semakin besar keberanian untuk melawan kejahatan itu. kemudian kepekaan hati nurani dalam keimanan akan membuat raga semakin kuat keinginan menjaga kehormatan diri.

Jika manusia mengetahui kebahagiaan bertemu dengan Allah dan menjadi dekat dengan Allah, ia akan merasakan kesedihan ketika jauh dari Allah. (Ibnu Al Qayyim)

Ketika merasakan bahagia dekat maka pasti akan selalu ingin dekat. Dan pasti sedih jika jauh. Kemudian tak mau jauh. Begitulah Ibnu Al Qayyim mengatakan bahwa manusia yang bahagia dekat dengan Allah pastilah sedih jika jauh dari Allah. 

Semoga Allah memudahkan kita senantiasa dekat pada Nya. Semoga Allah mudahkan kita menjadi selalu lebih baik lagi dari hari ke hari. Semoga kita hidup dalam keberkahan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Thanks for reading & sharing cuapguru

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. Jika manusia mengetahui kebahagiaan bertemu dengan Allah dan menjadi dekat dengan Allah, ia akan merasakan kesedihan ketika jauh dari Allah. (Ibnu Al Qayyim)

    Semoga kita selalu dekat dengan Allah, SWT. Aamiin

    ReplyDelete

IBX5AB59D2A8A617

Search This Blog

Follow by Email