Home » » #cerpen #sm3t "Pendaftaran Program SM3T"

#cerpen #sm3t "Pendaftaran Program SM3T"

Posted by cuapguru on Tuesday, January 8, 2019

cerpen sm3t

Akhir Juni 2015 adalah akhir dari masa pendaftaran program SM3T. Dan aku baru saja mendapat informasinya. Aku sempat ragu mau mendaftar apa tidak. Selain waktu persiapan yang hanya tinggal beberapa hari saja, aku sebenarnya tak suka mengajar. Sedang program ini adalah program mengajar.

"Kamu yakin ajak aku ikut program ini, Nur? Ini kegiatannya murni mengajar loh. Aku kan ga suka banget ngajar." Aku bertanya penuh curiga dan penuh keraguan bahkan pada diriku sendiri. Aku heran kenapa sahabat ku yang tahu bahwa aku tak suka mengajar, malah mengirimkan informasi program mengajar pada ku.

SM3T adalah program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal. Sebenarnya aku tertarik dengan pertualangan semacam ini. Tapi tidak untuk mengajar. Dulu pernah aku dapatkan informasi ada program kepemudaan dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Programnya terkait edukasi masyarakat juga. Tapi bukan bertugas sebagai guru di sebuah sekolah.

SM3T jelas untuk guru. Ku buka website pendaftarannya untuk mencari informasi tentang program itu. Katanya program itu adalah program khusus sarjana pendidikan. Program itu memang diciptakan karena kekurangan guru di sekolah-sekolah. Kekurangan guru di daerah 3t, terdepan terluar, tertinggal. Program ini juga sebagai program baru dalam pembentukan generasi guru unggul. Katanya diniatkan membentuk guru yang "tahan malang".

Aku jadi teringat kata dosen ku, "Kalau kalian mau jadi guru, kalian harus siap ga "beruang". Kalau ga siap, jangan jadi guru. Kalian bisa jadi pengusaha saja. Kalau jadi pengusaha, banyak uangnya."

Itu adalah fakta bahwa profesi guru tidak menjanjikan kekayaan finansial. Tapi menjanjikan kekayaan amal ibadah. Aku selalu ingat kata-kata ayah, "Jadi guru itu adalah panggilan hati." Finally, aku mulai tertarik dengan program itu. Aku juga cari-cari informasi melalui orang-orang yang membagikan pengalamannya di dunia maya. Dan kelihatannya menyenangkan sekali.

"Ini kesempatan kita untuk mencoba hidup di luar dari provinsi kita", Nur menambah keyakinanku. Ia mengingatkan kalau dulu semasa kuliah kami sering membahas tentang serunya mencari pengalaman di luar dari zona provinsi kelahiran. Bagaimana mencoba hidup di daerah lain. Mungkin akan bisa mengubah nasib kami yang hanya orang biasa ini.

"Benar kata kamu Nur. Ini kesempatan kita." Aku semakin yakin. Dan bersegera mengurus persyaratan pendaftarannya. Ada beberapa persyaratan yang mesti dibuat dan selesainya tidak dalam satu hari saja. Tampaknya agak menantang. Tapi tantangan itu sebanding dengan apa yang akan di dapat. 

Yang ada dalam pikiran ku bahwa mungkin saja aku dapat kesempatan ke perbatasan Papua Nugini- Indonesia. Atau dapat ke Nusa Tenggara Barat. Aku semangat untuk bisa merasakan betapa luas dan kaya nya alam Indonesia. Aku ingin mengenang betapa aku pernah menginginkan menjelajah sampai ke pelosok Nusantara. Aku suka mengenal daerah-daerah baru. Aku mau mengamati perbedaan antar daerah. Itu membuatku bersemangat.

Tetapi, saat semua persyaratan pendafaran ku selesai. Dan aku selesai mendaftar. Sahabat ku Nur yang mengenalkan dan mengajak ku ikut program ini, justru tak jadi mendaftar. Aku kaget, sedih, dan penasaran. Kabar dari nya tentang batalnya ia ikut, membuyarkan khayalku bahwa kami berpetualang berdua. Seperti masa kami kuliah.

"Loh kok ga jadi daftar Nur?"

"Aku ga diizinkan orang tua ku Nin"

Mendengar kabar itu hati ku surut. Aku ragu harus melanjutkan pendaftaran apa tidak. Aku mulai mencari alasan untuk diriku sendiri. Alasan bahwa tesnya tak hanya satu tahap. Tesnya ada tes tertulis dan tes wawancara. Yang berarti mengharuskan ku bolak balik ke provinsi tetangga. Juga belum pasti lulus. Apalagi pada waktu itu adalah bulan Ramadhan.

Biasanya aku selalu makan obat anti mabuk kalau mau perjalanan jauh. Tapi kalau Ramadhan berarti tak bisa. Aku juga tidak kenal siapa-siapa di provinsi tetangga itu. Aku akan pergi tanpa tahu ke mana aku akan menginap. Aku mencari informasi penginapan di internet. Tapi tak dapat yang pas. Yang dekat lokasi harganya terlalu tinggi. Yang murah ada tapi jauh banget. Aku pun berpikir panjang.

Akhirnya aku jadi mendaftar. Aku pun memesan tiket untuk ku berangkat. Kemudian aku berangkat dengan keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja. Aku berangkat dengan travel yang direkomendasikan sepupu ku. Dulu ia kuliah di provinsi itu.

Apa hendak dikata, baru satu jam perjalanan aku muntah-muntah parah. Padahal perjalan akan berlangsung selama lebih kurang 18 jam. Aku meminta sopir menurunkan ku sebentar. Aku tak tahan dengan aroma mobil itu. Kebetulan sekali aku dapat mobil yang sudah sangat tua. Aku pun muntah banyak di pinggir jalan. Sang sopir mengomeliku. 

Perjalanan dilanjutkan. Kondisi ku membaik. Aku tentu saja selalu diam di dalam mobil itu. Sampai akhirnya ketika tiba di provinsi tetangga. Ku dapati hari pukul 3.00 pagi. Tak ada satu pun penginapan yang buka di kitaran lokasi. Pilihanku hanya dua: turun di masjid atau turun di rumah makan. Kepalaku mulai pusing. 

Sopir melihat keraguan ku. Ia diam saja. Setelah lama akhirnya ia bertanya, "turun dimana dek?"

Dan aku hanya diam.. Suasana mobil itu hening. Mungkin mereka menunggu jawabanku. Tapi aku sedang berpikir. Jadi aku diam saja.

Sampai semua penumpang telah diantar. Kecuali aku berdua dengan seorang perempuan berusia sekitar tiga puluhan. Akhirnya sopir menanya ku lagi, "turun di mana dek?" 

Dengan yakin ku jawab, "di masjid pak. di masjid dekat kampus."

Kini giliran sopir yang hening. Mungkin ia khawatir terhadapku. Meskipun aku yakin bahwa tempat itu aman. Sopir itu tak tega meninggalkan ku sendiri di masjid. "Gini aja dek, kamu ikut mbak ini. kalau belum kenalan, kenalan lah sekarang. Nanti bapak turunkan kalian berdua di rumah mbak ini."

Mbak itu pun dengan ramah menyapa ku. Ia langsung mengajak ku ke rumah nya. " Iya ke rumah mbak aja. Mbak tinggal sendirian di sini. Kampus mu agak jauh dari rumah mbak. Tapi nanti kamu mbak antar aja. Mbk tunjuk kan juga kamu lokasi-lokasi yang penting di ingat dan beberapa rute inti. Gapapa. Mbak ga mau juga kalau kamu sendirian ga tau arah. Nanti kalau kamu pergi ke provinsi ini lain kali. Setelah kamu sudah tahu lokasi, mbak baru mau biarkan kamu sendiri."

Masya Allah. Haru dan senang bercampur aduk pada saat itu. Betapa Allah Maha Besar. Semua ada jalan keluarnya. Besoknya mbak menepati janjinya. Ia menunjukkan pada ku sedikit tentang provinsi itu, ibu kota provinsi lebih tepatnya. Kemudian aku ikut tes. Dan setelah selesai aku pulang ke provinsi ku lagi dengan nyaman.

Thanks for reading & sharing cuapguru

Previous
« Prev Post

7 komentar:

  1. Keberanian yang sungguh hebat, menyelusuri tempat yang belum pernah didatangi dan belum kenal siapapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karakter pejuang sm3t ya bang.. Masya Allah..

      Delete
    2. Iya, karakter pejuang pendidik bangsa yang tidak kenal takut

      Delete
  2. kak, ini ga ada gambarnya yaah...berasa baca buku , hihihiu

    ReplyDelete
  3. pasti nina memiliki pengalaman yang luar biasa mengikuti program sm3t. nina dapat nya dimana ngajarnya?

    ReplyDelete
  4. Hidup ini memag penuh tantangan dan jika kita yakin DIA bersma kita maka semuanya akan berjalan sesuai dengan skenarioNYA yup,.. semangat pengalaman adalah guru yang paling baik

    ReplyDelete
  5. Sbnarnya ini tantangan yg menarik . Coba dech mbak . Kayakny seru .Berpetualang sekaligus mengabdi .

    ReplyDelete

IBX5AB59D2A8A617

Search This Blog

Follow by Email