Home » » Narkoba dan Kepedulian Bersama

Narkoba dan Kepedulian Bersama

Posted by cuapguru on Wednesday, November 21, 2018

www.cuapguru.com

Assalamualaikum Wr. Wb.
www.cuapguru.com_ Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba merupakan musuh bangsa. Narkoba kini begitu merajalela seantero negeri. Sekarang, dalam setiap 25 menit saja, ada satu orang yang meninggal karena narkoba. Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sangat penting untuk segera diatasi.

Rabu pagi tanggal 21 November 2018, saya mengikuti acara sosialisasi Forum Sinergitas Nasional Strategi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Bengkulu. Saya berharap semoga acara ini bermanfaat untuk saya ikuti.

Dalam kegiatan kali ini, narasumber dari BNN ada dua orang. Dan dari Dinas Pendidikan Bengkulu ada satu orang. Peserta berjumlah 200 an orang. Peserta berasal dari pegiat dan relawan anti narkoba.

Pembicara pertama, Yunirhan M. Pd membicarakan tema manajemen penguatan kemitraan satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Semua berawal dari keluarga kata beliau. Dalam pendidikan keluarga baiknya menanamkan pondasi agama. Keluarga baiknya menanamkan fikiran untuk lebih memikirkan akhirat. Kemudian keluarga harus bermitra dengan sekolah dan masyarakat. 

Pembicara kedua, Ridwan Arief dari BNN berbicara tentang narkoba. Diawali dengan adanya penyebutan khamr dalam Al Quran Al maidah 90-91.

Sosialisasi dimulai dirumah keluarga dan tetangga. Sindikat perdagangan narkoba tampaknya tantangan besar. Harga narkoba yang mahal membuat pedagang narkoba memiliki dana yang besar. Pergerakan mereka pun sulit untuk dicegah dan dideteksi.

Narkoba ada bermacam-macam. Yang populer ada ganja, kokain, dan opium. Ada juga penyalahgunaan lem. Dan secara keseluruhan narkoba yang beredar di Indonesia ada srkitar 7000 jenis. 
www.cuapguru.com

Kalau saya pribadi memandang perlunya wadah untuk menampung kreatifitas penduduk khususnya remaja dan para pemuda. Mulai dari wadah berupa komunitas, organisasi, atau pun wadah berupa taman belajar, taman rekreasi, taman bermain, dan wadah positif lainnya.

Besar sekali harapan saya bahwa perintah mau menaruh kepedulian dengan memberikan alokasi anggaran untuk anak anak penerus bangsa. Pentingnya wadah ini tidak bisa dianggap ringan. Bahwa sanya jika waktu mereka habis dengan banyaknya aktifitas positif. Rasanya tentu aktifitas negatif akan berkurang.

Memang sudah banyak wadah yang tersedia sekarang ini. Namun masih kurang banyak. Dan fasilitas dari pemerintah yang sangat diharapkan. Fasilitas dan pendanaan. Juga dukungan moril dengan berbagai cara. 

Pembicara terakhir adalah ibu Pera dari bidang rehabilitasi BNN. Rehabilitasi ternyata dipegang oleh kementerian kesehatan, kementerian sosial dan BNN. Dan beliau menyatakan bahwa pecandu narkoba wajib direhabilitasi. Kewajiban untuk direhabilitasi ada dasar hukumnya. Rehabilitasi ini gratis.

Rehabilitasi yang ada di BNN adalah rehabilitasi berkelanjutan. Setelah rehabilitasi medis, ada rehabilitasi sosial. Rehabilitasi medis adalah pengobatan pemutus candu obat. Bisa dengan detoks atau pembiaran selama beberapa waktu. Dan ada juga beberapa metode lainnya. Kemudian pasien dipantau terus perkembangan sosialnya. Pihak BNN akan berkoordinasi dengan keluarga.

Selain rehabilitasi di BNN. BNN bekerjasama dengan pukesmas-puskesmas. Kemudian BNN mengadakan kegiatan berantas. Juga ada tes urin. 

Thanks for reading & sharing cuapguru

Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Narkoba lawan kita bersama, musuh kita bersama, jangan biarkan masuk ditengah tengah kebersamaan kita yang tentram tanpa gangguan narkoba

    ReplyDelete
  2. Ini yang namanya narkoba sudha merajalela, semoga ke depan jumlah pemakai narkoba semakin berkurang

    ReplyDelete

IBX5AB59D2A8A617

Search This Blog

Follow by Email