Home » » Ustad Abdul Somad di Bumi Raflesia

Ustad Abdul Somad di Bumi Raflesia

Posted by cuapguru on Monday, November 5, 2018

Ustad Abdul Somad di Bumi Raflesia

Assalamualaikum Wr. Wb
www.cuapguru.com_ Dalam rangka kegiatan istiqosah dan tabligh akbar bersama Ustad Abdul Somad Lc.,MA yang diselenggarakan pemprov Bengkulu pada hari senin 5 November 2018, saya pergi ke lokasi acara dengan ibu tercinta. Acara ini digelar dalam rangka ulang tahun provinsi Bengkulu yang ke 50. Dan tentu saja sangat ramai jamaah.

Pukul 9:43
Kami duduk di bawah tenda yang berada di depan Gedung Juang. Tenda dipasang di simpang lampu merah yang menuju kantor gubernur. Jamaah memenuhi sepanjang jalan dari lampu merah ini sampai depan kantor gubernur.

Jamaah perempuan dan laki-laki tentu saja dipisah. Dan saya duduk di tengah-tengah jamaah perempuan yang tentu saja banyak dari ibu-ibu. Hanya sedikit adek-adek mahasiswa yang terlihat di sisi saya duduk.

Banyak sekali orang berjualan. Jualan berbagai jenis makanan. Mulai dari makanan ringan sampai makanan berat. Banyak juga yang menawarkan kipas karena memang suasana terasa panas. Dan di sela itu ada panitia penggalangan donasi untuk bencana yang menimpa Palu, Dongala, dan bencana lainnya.

Pukul 10.00
Alunan nasyid menggema menemani jamaah yang masih harus menunggu. Kemudian, acara pun tampak akan segera dimulai. Ada suara seseorang yang mungkin MC acara. Ia mengatakan bahwa acara akan dimulai. Dan acara pertama akan diisi dengan tausia dari pemenang lomba piltacik rbtv.

Lalu, terdengar suara dari seorang dai cilik perempuan. Ia akan menyampaikan tausia sebagai rangkaian acara sebelum Ustad Abdul Somad datang. Indah pun bertausia tentang rusaknya moral bangsa pada akhir-akhir ini. "Moral bangsa ditentukan moral warga, moral warga ditentukan moral keluarga." Indah pun berpesan agar jamaah ikut serta dalam menjadikan provinsi Bengkulu lebih baik.

Grup rebana Annisa Kota Bengkulu datang setelah Indah untuk mengisi acara. Grup rebana ini menyanyikan lagu bertemakan membangun Kota Bengkulu. Kemudian mereka menutup penampilan mereka dengan lagu Magadir.

Setelah itu, tausiah lagi disampaikan oleh seorang piltacik rbtv, Ahmad Haikal. Tema ceramah Ahmad Haikal adalah Al Quran sebagai pedoman hidup Muslim. "tidak bisa membaca Al Quran dan tidak membaca Al Quran adalah rugi. Rugi dunia akhirat."

10.44
Tausia dari dai cilik berlanjut. Piltacik rbtv, Taufik. Temanya adalah pemuda dan pembangunan bangsa. "Pemuda-pemudi bangsa harus jauh dari sifat-sifat yang tidak baik." Taufik pun menjelaskan tentang bagaimana sifat pemuda muslim seharusnya. "Pemuda muslim haruslah agresif, inovatif, kreatif, progresif."

10.54
Tausia oleh seorang mahasiswa IAIN Bengkulu. Temanya adalah pemuda dan kemajuan bangsa. Beliau mengatakan bahwa kurangnya iman dan takwa pada generasi muda sangat tidak baik. Harusnya generasi muda cinta pada Allah, cinta pada sunnah Rasul. Generasi muda juga harus cinta tanah air.

Lanjut tausiah oleh Hasbi dari Bengkulu Tengah, Hasbi juga menyatakan pentingnya iman pada generasi Muda. Hasbi pun mengundang jika ada yang berminat gabung menimba ilmu di pondok pesantrennya di Bengkulu Tengah.

Seluruh rangkaian tausia kemudian ditutup dengan tilawah oleh hafiz cilik. Lalu jamaah dihimbau untuk berwudhu secara bertahap sebelum masuk waktu zuhur. Sebelumnya sudah ada himbauan juga untuk berwudhu dari rumah. Namun jika wudhu batal, maka diminta untuk mulai berwudhu.

11.30
Istiqosah dimulai

12.20
Sholat zuhur selesai dilaksanakan

12.39
jamaah shalawatan

12.58
ustad Abdul Somad tiba di pelataran Masjid Raya

13.06
Acara dibuka dengan tilawah

13.13
Kata Sambutan dari Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, MMA. Gubernur mengumumkan bahwa lounching program sedekah digital menjadi salah satu rangkaian acara pada hari ini.

13.20
Ustad Abdul Somad mulai bertausia bertemakan Ulang Tahun Provinsi Bengkulu. Beliau pun mengatakan kesan beliau terhadap Kain Besurek Bengkulu. "Kain Besurek menunjukkan bahwa masyarakat Bengkulu telah lama mengenal Al Quran. Terbukti di Kain Besurek ada kaligrafi huruf Arab "

Ustad Abdul Somad kemudian juga sedikit menyinggung tentang tari persembahan. Beliau menyarankan tari persembahan baiknya dilakukan anak-anak TK. Untuk menjaga pandangan mata jamaah.

UAS bercerita sebelum ke masjid raya lokasi pengajian, beliau diajak mengunjungi rumah kediaman Ibu Fatmawati. Beliau pun di sana mencoba untuk menjahit merah putih. Beliau ingin merasakan perjuangan Ibu Fatmawati ketika menjahit Bendera Merah Putih yang pertama.

Ibu Fatmawati menunjukkan bahwa gadis di Bengkulu adalah gadis yang cinta tanah air. Selain cinta tanah air juga cinta agama. Karena ibu Fatmawati selain merupakan tokoh penjahit merah putih pertama, juga merupakan anggota perkumpulan perempuan Muhamadiyah.

Lalu, UAS menyebutkan kekayaan alam Bengkulu, laut Bengkulu yang luas, sawit, perkebunaan, dan sebagainya. Semua kekayaan itu baiknya digunakan secara maksimal untuk kemajuan provinsi Bengkulu. Untuk generasi muda bisa tidak lagi mencita-citakan menjadi PNS. Banyak peluang untuk penjadi pengusaha. Yang penting adalah yakin pada Allah.

Di akhir tausiah, UAS mengingatkan bahwa amal ibadah saja yang dibawa mati. Harta benda tak dibawa mati. Karena itu, lebih baik kita mengutamakan amal untuk akhirat. Dan supaya selamat dari kerusakan moral di akhir zaman, harusnya anak-anak dimasukkan ke pondok pesantren. Dimasukkan ke sekolah-sekolah agama. Bahkan kalau bisa sampai jauh ke luar negeri untuk mengejar ilmu akhirat.

"wakafkan anakmu ke sekolah agama. Kalau kau tolong agama Allah. Allah akan menolong kalian."

Thanks for reading & sharing cuapguru

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. Penceramah yang selalu menjaga ceramahnya tetap berkualitas dan selalu menarik untuk didengarkan

    ReplyDelete

IBX5AB59D2A8A617

Search This Blog

Follow by Email