IBX5AB59D2A8A617
Home » » Atlit-Atlit Garuda Yang Mengucurkan Keringatnya Demi Medali Emas di Asian Games

Atlit-Atlit Garuda Yang Mengucurkan Keringatnya Demi Medali Emas di Asian Games

Posted by cuapguru on Sunday, September 2, 2018

Asian Games adalah suatu kebanggaan bagi masyarakat pada umumnya dan para atlit pada khususnya. Masyarakat bangga dengan mengharapkan hasil yang memuaskan bagi para jagoannya. Dan para atlit bangga dengan kesempatan yang diperolehnya untuk bisa membela nama negara masing-masing. Dan memang seharusnyalah sedemikian. Sedangkan menurut saya pribadi semua atlit yang terlibat di Asian Games adalah kebanggan bagi saya.

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam memiliki atlit yang membanggakan. Namun apa sebenarnya arti sebuah kebanggaan. Semua jerih payah para atlit adalah sebuah kebanggaan. Betapa semangat juang mereka membuat bangsa yang diwakilinya terpacu semanggat nasionalismenya. Ya, hanya dengan melihat peluh keringat sang jagoan. Masyarakat terpercik api semangat dalam membela negara di dadanya.

Suatu pagi kakak saya bercerita, melihat seorang anak kecil yang tengah dengan semangatnya menyanyikan lagu Indonesia Raya karena baru saja menonton pertandingan salah satu cabang lomba di Asian Games. Ajang Pesta Olahraga Se Asia ini terbukti berhasil melambungkan semangat kebangsaan. Benar-benar membuat merinding!

Ada banyak sekali daftar nama atlit Indoinesia yang terdata mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini. Dan ada banyak nama yang diberitakan berhasil mendapatkan emas. Tapi selain atlit peraih emas, atlit yang meraih perak, atlit yang merai perunggu, dan yang akhirnya tidak dapat medali pun juga bisa dikatakan pejuang. Mereka telah berjuang keras. Mereka telah mengucurkan keringat perjuangan demi naiknya bendera Indonesia. Demi dikumandangkannya lagu Indonesia Raya sebagai kebanggaan.

Sebut saja Sanggoe Darma Tanjung, seorang atlit skateboard usia 16 tahun yang lahir pada tanggal 28  Desember 2001. Beliau menjadi kebanggan sebagai atlit termuda. Beliau yang memiliki tinggi 167 cm berjuang dengan kemampuan terbaik mengusahakan kemenangan. Dan beliau sangat memukau. Beliau berhasil mendapatkan medali perak.
Kemudian ada Achmad Hulaefi, atlit wushu yang berusia 28 tahun. Beliau berhasil meraih medali perunggu. Beliau yang lahir pada 14 Oktober 1989 dan memiliki tinggi 167 ini sangat memukau dengan keahliannya memaikan pedang. Tak bisa dibayangkan bagaimana persiapan dan latihannya sebelum hari H pertandingan.
Lalu si cantik Diananda Choirunisa atlit panahan 21 tahun yang lahir pada 16 Maret 1997 dan memiliki tinggi 168, berhasil meraih medali perak. Beliau memainkan busur panah dengan mantap. Beliau keren. Beliau pasti telah mengusakan yang terbaik untuk tetap fokus dan membuat Indonesia bangga sebagai tuan rumah.
Omong-omong tentang tuan rumah, kami sekeluarga di rumah pun ikutan heboh dengan setiap pertandingan yang selalu kami sempatkan untuk tonton. Dan memang selama pertandingan Asian Games ini, televisi di rumah selalu diputarkan siaran yang menyiarkan Asian Games. Jadi sesibuk apapun, kalau lewat televisi pun langsung melihat pertandingan. Sebegitunya fanatik sama Asian Games eh.. hehehhee..

Pokoknya para atlit pada keren semuanya. Kami sekeluarga kadang menjadi terlalu bersemangat. Harap-harap cemas sama hasil pertandingan. Dan kadang haru karena basahnya baju sanga atlit. Walau pun ga dapat medali, mereka tetap membanggakan dan akan selalu kami kenang. 

Thanks for reading & sharing cuapguru

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. Keren memang para atlit ini, selain bisa berprestasi membanggakan negara dan keluarga, juga sudah dijamin untuk diterima jadi pns, jadi masa tua nya terjamin

    ReplyDelete

IBX5AB59D2A8A617

Search This Blog

Follow by Email