Skip to main content

Ke Bukittinggi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apa kabar teman-teman?
Semoga dalam kebaikan yang diberkahi.
Sudahkah teman-teman ke Bukittinggi?
Kali ini saya ingin bercerita pengalaman saya ke Bukittinggi.

Bukittinggi kota wisata
Sudah tahu, kan? Bukittinggi adalah salah satu kota wisata yang terkenal. Tidak hanya di Sumatera Barat, tapi juga di Indonesia. Ikon kota Bukittinggi adalah Jam Gadang. Yang katanya hanya ada satu di Indonesia. Seperti namanya, Bukittinggi berada di daerah yang tinggi. Cuacanya sejuk dan alamnya sangat asri.

Perjalanan ke Bukittinggi dari Padang menggunakan waktu tempuh sekitar 2 jam 45 menit. Jarak Bukittinggi terhadap Padang adalah sekitar 95 km. Saya berangkat bersama teman-teman menggunakan bus.

Selama di perjalanan saya tidak tahu apa yang terlihat di sekitar. Saya minum pil obat anti mabuk dua buah. Kepala rada pusing. Badan terasa minim energi. Dan suhu tubuh menjadi sangat dingin. Saya memejamkan mata supaya tertidur. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi.

Sampai di Bukittinggi, kami turun di sekitar wilayah pasar. Kami ingin mendahulukan pergi ke pasar. Berhubung kami pergi di hari Jumat. Dan waktu menunjukkan sebentar lagi akan tiba waktu sholat jumat. Kami ingin mengambil waktu sepi ketika orang-orang sholat jumat itu.

Kami pun berkeliling pasar. Ada banyak sekali pilihan jajanan. Ada berbagai jenis oleh-oleh juga. Ada baju-baju dengan tulisan tentang Bukittinggi. Ada berbagai kerajinan tangan. Ada banyak juga gntungan kunci. Tapi kami lebih fokus ke makanan. Ada banyak sekali pilihan makanan. Yang pastinya sanjai. Kami membeli sanjai rasa keju. Juga sanjai rasa jagung. Juga ada keripik balado.

bukittinggi
Suasana Pasar Atas, Bukittinggi
Kemudian, kami mampir ke sebuah warung nasi, warung nasi kapau. Katanya nasi kapau adalah nasi khas di Bukittinggi. Kapau adalah nama sebuah daerah. Nasi ini berasal dari beras yang dihasilkan daerah Kapau itu.
nasi kapau
Nasi kapau rasanya enak. Harganya Rp. 25.000
Saya memesan nasi dengan dendeng sebagai lauknya. Ternyata dendengnya sangat kering dan keras. Dagingnya dipipihkan sampai selebar telapak tangan. Dendengnya juga murni, belum dibumbui. Untungnya ada sambal, bumbu rendang,  dan sayur tumis sebagai tambahannya.

Selesai makan, kami menuju masjid. menunaikan sholat Dhuzur. Kami ke masjid yang memang berada dekat dengan pasar. Masjidnya sangat ramai. Masjidnya berwarna hijau. Masjid itu bersih dan terawat. Mukena juga ada banyak. Airnya jernih dan sangat dingin.

Setelah sholat, kami pergi ke taman margasatwa dan budaya. Katanya taman margasatwa ini termasuk yang tertua di Indonesia. Dan juga hanya satu-satunya di Sumatera Barat. Letaknya memang tak jauh juga dari pasar. Jadi kami hanya berjalan kaki untuk ke sana. Jalanan juga sedang tak ramai.

Harga Tiket Masuk
Dewasa     : Rp. 10.000
Anak-anak: Rp. 8.000

Waktu Buka
Pukul 08.00-18.00

Taman margasatwa dan budaya Bukittinggi ini areanya cukup luas. Kami tak mengelilingi semuanya karena kaki mulai merasa capek. Kami hanya melihat beberapa yang kami ingin berfoto di sana. Yang kami lihat hanya harimau, beruang, tapir, rusa, siamang, buaya, kura-kura, dan burung pelikan.

Selain melihat berbagai jenis hewan itu, kami juga menaiki jembatan limpapeh. Jembatan ini merupakan ikon kota Bukittinggi juga. Panjagnya 90 meter. Lebarnya 3,8 meter. Dari atas jembatan ini akan terlihat dengan jelas keindahan kota Bukittinggi.

jembatan limpapeh
Jembatan Limpapeh adalah ikon kedu Bukittinggi setelah jam Gadang
Ada juga benteng di dalam area taman margasatwa dan budaya Bukittinggi. Benteng Fort de Kock. Benteng yang didirikan oleh Belanda pada tahun 1825. Tingginya 20 meter. Kami berfoto juga di depan benteng.

Selepas berfoto di depan benteng kami keluar dari taman margasatwa dan budaya. Sudah masuk waktu ashar. Kami berjalan mencari masjid. kemudian berhenti di salah satu masjid yang cantik. Masjidnya tidak terlalu besar. Kecil mungil tapi dua tingkat. Lantai satu khusus laki-laki. Lantai dua khusus perempuan.

Selesai menunaikan sholat ashar kami menuju Jam Gadang. Kami berjalan menyusuri tepian jalan raya. Tak begitu ramai. Kami berhenti beberapa kali untuk istirahat. kadang berhenti juga ketika berpapasan dengan toko yang ada keperluan di situ.

Sampai di Jam Gadang sudah menjelang magrib. Area Jam gadang nya sangat ramai. Banyak sekali wisatawan di sana. Penuh tak ada tempat duduk lagi. Banyak orang berjualan jajanan. Banyak juga yang menawarkan jasa foto langsuk cetak.

Langit sudah mulai gelap. Mau berfoto di depan Jam Gadangnya antri. Terlalu banyak orang berlalu lalang juga. Setelah lama menunggu, barulah sempat berfoto. Itupun hasil fotonya juga sudah gelap. Karena hari sudah semakin dekat ke maghrib.

Berhasil foto sama Jam Gadang
Sebelum pulang, kami sholat maghrib dulu di masjid dekat pasar. Masjid tadi tempat kami sholat ashar. Setelah itu kami makan sate. Tentu saja sate padang khas Bukittinggi. Setelah makan, kami pun meninggalkan Kota Bukittinggi. Mungkin lain kali main ke sini lagi.

Begitulah pengalaman saya ke Bukittinggi. Bagaimana pendapat teman-teman?

Comments

  1. Ingat bukit tinggi ingat sanjai, ah sanjai......bikin ngiler, tapi ga bisa banyak, pedesnya itu lho

    ReplyDelete
  2. Bukit tinggi Kota Wisata, dimana-mana ada tempat wisatanya, dimana-mana ada makanan enak. memang Bukit Tinggi TOP

    ReplyDelete
  3. Kalo mudik kami cuma lewat di Bukittinggi, karena kejar waktu jadi tidak sempat untuk jalan-jalan dulu. Semoga suatu saat bisa jalan-jalan ke sini juga. Pemandangan alamnya cantik-cantik.

    ReplyDelete
  4. Kalo mudik kami cuma lewat di Bukittinggi, karena kejar waktu jadi tidak sempat untuk jalan-jalan dulu. Semoga suatu saat bisa jalan-jalan ke sini juga. Pemandangan alamnya cantik-cantik.

    ReplyDelete
  5. Waktu ke padang belum sempat ke bukittinggi, insyaallah bakal ke sana pas momentum nya pas

    ReplyDelete
  6. Ini mengingatkan aku ketika dlu jalan2 ke bukit tinggi mbx.. Pengen kesana lagi..

    ReplyDelete
  7. Ajak2 dong kalau mau ke bukit tinggi lagi ��.
    Harga tiket masuk juga murmer banget ya mbak, kalau jalan bareng keluarga pasti seru

    ReplyDelete
  8. aku mau nasi kapaunyaaa ��

    ReplyDelete
  9. Jadi kangen ke jam gadang.. Suasana yang dingin dan makanan yg ngangenin tuh ga terlupakan

    ReplyDelete
  10. Mbaa, libur lebaran kemarin aku nyaris ke Bukittinggi tapi ga jadi karena something. Hoho. Padahal pengen nyobain nasi kepau & kuliner lainnya. Kabarnya makanan di sana enak-enak euy

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…