Skip to main content

Santapan Mata di Puncak Lawang

Puncak Lawang adalah salah satu tempat wisata populer di Sumatera Barat. Tepatnya berada di kabupaten Agam. Saya berkesempatan pergi ke sana bersama rombongan mahasiswa PPG SM3T Berasrama UNP.

Kami berangkat menggunakan bus yang berisi sekitar 40 orang. Bus tersebut melaju dengan kecepatan sedang. Saya sempat khawatir bus tidak mampu mendaki sampai ke tempat pemberhentian bus di dekat puncak. Alhamdulillah ternyata bus berhasil parkir dengan selamat.

Dari tempat parkir itu kami berjalan kaki. Mendaki menyusuri jalan aspal agak jauh. Ternyata jalan terputus program pembangunan. Ada proyek sedang dikerjakan para pekerja. Kami akhirnya diarahkan mengambil jalan tangga yang harus turun lembah kemudian baru naik lagi menuju puncak. Tentu saja dengan anak tangga.

tangga

Meniti anak tangga nya cukup melelahkan. Saya sempat beberapa kali terhenti untuk istirahat. Tapi Alhamdulillah akhirnya sampai ke puncak.

Pemandangan di Puncak Lawang sangat indah. Danau Maninjau terbentang luas. Teman-teman langsung berfoto sesi dengan kelompok-kelompoknya masing-masing. Ada juga beberapa teman yang langsung duduk menikmati pemandangan. Saya pun menikmati pemandangan. Tapi saya berdiri. 

Saya berdiri menatap danau itu dan menatap awan. Saya memerhatikan pancaran sinar matahari yang keluar dari balik awan. Sinar itu menerpa sebagian permukaan danau. Kabut dan latar perbukitan menambah indah danau itu. Benar-benar santapan mata yang mengenyangkan. 

Waktu itu suasananya sangat sejuk. Saya tak mau ketinggalan. Saya dan beberapa sahabat mengambil kesempatan berfoto ria.

ppg sm3t  unp
Setelah ambil foto ini, hari pun hujan.
Sebenarnya ada fasilitas outbond di Puncak lawang. Tapi karena hujan dan sedang ada kerja pembangunan jadi kurang efektif rasanya. Kami pun bersegera turun menuju tempat parkiran. 

Untungnya, untuk menikmati pemandangan danau maninjau dari puncak seperti ini ada alternatif tempat lain. Bisa mengunjungi Lawang Park. Kami segera menuju tempat itu.

danau maninjau
Danau Maninjau dari Lawang Park
Di Lawang Park, ada banyak jualan oleh-oleh. Ada beberapa toko yang menjual baju, tas, sandal, gantungan kunci. Juga ada beberapa penjual yang lesehan di depan depan toko itu yang menjual tas-tas. Ada pula yang menjajakan kreasi kayu. 

Selain jualan oleh-oleh. Di sana ada juga jualan makanan. Ada warung yang menyediakan mie rebus. Ada juga pedagang gerobakan yang jual bakso bakar. Juga ada jualan kacang goreng.

Di Lawang Park ini disediakan fasilitas spot foto. Ada latar perahu, ada latar teras, ada latar rumah, ada latar gardu.

Rerumputan di Lawang Park juga lebih rapi. Dan konturnya agak bergelombang. Enaah kenapa waktu kami ke sini, di sini cerah. Padahal barusan saja kami dari Puncak Lawang yang sedang hujan.

lawang park

Di Lawang Park ini teman-teman banyak yang memilih duduk menikmati pemandangan danau Maninjau. Saya pun begitu. 

Comments

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…