Skip to main content

Sekolah Kejuruan Mendukung Revolusi Industri


kejuruan

Masa demi masa telah dilalui oleh bangsa ini, kepemimpinan pun silih berganti, dari penggantian itu perubahan yang diharapkan tidak pernah menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi pelaku hidup di bangsa indonesia ini. Membandingkan dengan berbagai bangsa yang dekat dengan kita di kawasan asia tenggara, bangsa ini termasuk memiliki proses yang lambat jika dilihat dari umur negara ini yang hampir mencapai 73 tahun. Revolusi industri yang telah dicanangkan pun hanya terlihat selayaknya sebatas wacana, bahkan pemerintahan saat ini sudah mencanangkan revolusi industri 4.0, pertanyaanya mau sampai angka keberapa barulah bangsa ini memperlihatkan kemajuan berarti. Macan asia yang tertidur itu akankah mengalami tidur yang nyenyak sehingga musim berganti tak juga kunjung bangun.

Salah satu permasalahan pokok yang dimiliki bangsa ini adalah masalah mental berubah kearah yang lebih baik walaupun revolusi mental yang dinyinyir-nyinyirkan oleh pemimpin bangsa saat ini selalu bergema, namun tidak bisa dilihat arah revolusi itu kemana. Mental perlu dibina dari dasar, peran sekolah –sekolah yang memberikan kecakapan hidup perlu didukung, agar anak – anak bangsa ini memliki mental dasar dalam menghadapi revolusi industri dunia agar bangsa mengalami kemajuan yang berarti. 

Pendidikan mental industri sudah selayaknya dimasukkan kedalam kurikulum sekolah – sekolah kejuruan, supaya nantinya para lulusan tidak hanya memiliki mental pekerja kasar tetapi memiliki mental dalam mengawal kemajuan industri bangsa ini. Dengan adanya dasar yang diajarkan di sekolah kejuruan, setidaknya anak-anak bangsa sudah memiliki kemampuan untuk berkarya, tinggal mental pantang menyerah dan berani mencoba terus walaupun gagal. 

Sifat kreatif anak bangsa juga harus bisa dipancing oleh para pendidik di sekolah kejuruan, dari itu pemerintah saat ini perlu memperhatian kualitas dan kuantitas dari sekolah kejuruan atau kita mengenalnya dengan sekolah menengah kejuruan (SMK). Pembinaan mental dasar untuk menyongsong revolusi industri pun akan berjalan ditempat jika sekolah kejuruan tidak memiliki kualitas yang mumpuni , supaya sekolah kejuruan menjadi favorit dan selalu menjadi pilihan setiap tahun ajaran baru sekolah, kualitas yang dimiliki sekolah kejuruan adalah sebagai berikut :

    1. Sumber daya manusia yang kreatif dan mumpuni
Sumber daya manusia disini adalah sekolah kejuruan harus memiliki pendidik dan tenaga kependikan yang baik dan kreatif dalam mengembangkan pembelajaran bagi anak – anak bangsa yang diharapkan jadi tonggak kemajuan bangsa. Peralatan dan sarana yang lengkap akan sia-sia jika yang mengopesasikan tidak mumpuni atau tidak bisa sama sekali dalam mengoperasikannya. Disini sangat dibutuhkan tenaga yang ahli dan bisa mengembangkan suatu hal baru dari peralatan – peralatan dasar yang telah ada. Pendidik harus bisa merangsang kreatifitas siswa dalam berkarya, bukan hanya sekedar mengajarkan untuk mengoperasikan yang telah ada saja, tetapi menciptakan hal baru juga bukannya merakit yang telah tersedia. Tuntutan zaman seperti inilah yang harus memerelukan perhatian lebih para pemimpin bangsa jika memang menginginkan revolusi industri. 

2. Fasilitas dan prasarana pendukung jurusan
Alat – alat nyata sangat diperlukan dalam mendukung kreatifitas para siswa, setidaknya mereka nantinya bisa meniru proses kerja suatu alat dan barulah bisa menciptakan sesuatu yang baru dari alat itu. Fasilitas dan prasarana haruslah lengkap jika sumber daya manusia yang kreatif dan mumpuni telah tersedia, akan sia-sia memiliki pendidik yang handal jika fasilitas tidak lengkap. Sekolah kejuruan akan memiliki kualitas yang baik jika fasilitas penunjang dan prasarana yang dimiliki lengkap.


3. Akreditasi perjurusan dan sekolah
Dua pokok permasalahan diatas adalah penentu tolak ukur dari akredasi ini, akreditasi selama ini dianggap sebagai tingkatan kualitas dari suatu institusi, jika akreditasi yang dimiliki setiap jurusan pada sekolah kejuruan sudah sangat baik dan merata tentunya setiap anak bangsa tidak akan ragu dalam memilih sekolah kejuruan demi menyambut revolusi industri. 

4. Pendidikan mental kejuruan dan kepemimpinan
Pada umumnya setiap lulusan sekolah kejuruan memiliki pilihan untuk bekerja sesuai jurusannya atau tidak, namun dalam proses pembelajarannya setiap lulusan harusnya telah dibina mentalnya untuk memiliki keberanian untuk memasuki dunia industri dengan rasa percaya diri yang kuat, agar nantinya tidak hanya mengharapkan jadi pekerja pengoperasian namun memiliki pengaruh penting dalam perkembangan dunia industri tersebut. Maka dari itu perlu diadakannya pendidikan mental kejuruan dan kepemimpinan didalam kurikulum sekolah kejuruan.

Itulah kira-kira yang dapat dipertimbangkan bagi pemangku jabatan yang mengurusi keberlangsungan proses kemajuan dalam sekolah kejuruan demi terwujudnya prestasi demi prestasi anak bangsa dalam bersaing dengan bangsa lain nantinya

Comments

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…