Skip to main content

Catatan dalam merancang Penelitian Tindakan Kelas

  • Masalah yang angkat adalah masalah yang terjadi di mayoritas siswa. Jika hanya ada masalah individu, tidak perlu dilakukan PTK.
  • Ketika ketemu masalah, cari akar masalahnya dulu, baru dicari kira-kira solusinya.
  • Cakupan masalah hanya antara: guru-siswa-interaksi guru siswa
  • Alat pengumpulan data disesuaikan dengan data yang ingin dikumpulkan. Bisa berbentuk foto dokumentasi, absensi, atau test.
  • Teknik pengumpulan data adalah cara mengaplikasikan alat pengumpulan data.
  • Rumusan masalah berupa kalimat tanya: "How can..... improve...?"
  • Pemecahan masalah menyatakan metode yang digunakan
  • Batasan masalah cukup satu hal saja. Jika grammar, cukup grammar saja. Jika reading, cukup reading saja.
  • Action dan observasi dilaksanakan bersamaan
  • Dalam PTK, observer akan menyampaikan hasil observasi dalam sidang refleksi
  • Penelitian bisa dilakukan walau tanpa proposal
  • Contoh judul: "Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui KWR Strategy pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas X SMAN 1 Kota Bengkulu.
  • Tujuan PTK memang untuk "meningkatkan": meningkatkan.....
  • Judul PTK yang baik adalah yang sesuai dengan kemampuan guru dan siswa
  • Landasan teori membahas semua variabel
  • Penelitian yang relevan diperlukan untuk mendukung penelitian, kita bisa melihat kesimpulan dan rekomendasi untuk panduan kita
  • kerangka pikir pribadi adalah alur kerja kita
  • Hipotesis bisa didapatkan dari: kajian teori, pendapat para ahli, penelitian terdahulu, pendapat pribadi peneliti
  • Indikator keberhasilan disusun berdasarkan penelitian sebelumnya dan harapan peneliti
  • Usahakan cari buku asli, bukan kutipan dalam kutipan
  • Siklus berhenti jika peneliti sudah puas dengan hasilnya
  • Jumlah siklus minimum fleksibel saja

Comments

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…