Skip to main content

Contoh Judul PTK Bahasa Indonesia

penelitian tindakan kelas

Berikut adalah contoh judul-judul PTK Bahasa Indonesia.
  1. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Peserta Didik melalui Model Pembelajaran Time Token di Kelas VIII 5 SMP 4 Kota Bengkulu
  2. Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Peserta Didik Menggunakan Metode Sinektika di Kelas VIII 7 SMP 4 Kota Bengkulu
  3. Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Drama dengan Teknik Transformasi Cerpen pada Peserta Didik Kelas VIII 6 SMP 4 Kota Bengkulu
  4. Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik melalui Metode PORPE (Predict, Organize, Rehearse, Practice, Evaluate) di Kelas VII 5 SMP 4 Kota Bengkulu
  5. Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Menggunakan Metode Students Team Achievement Division (STAD) pada Peserta Didik Kelas VIII 5 SMP 4 Kota Bengkulu
  6. Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Teknik Think Talk Write (TTW) melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah pada Peserta Didik Kelas VIII 5 SMP 4 Kota Bengkulu
  7. Meningkatkan Kemampuan Menulis Poster Peserta Didik menggunakan Model Proyek Respon Kreatif di Kelas X SMA 1 Kota Bengkulu
  8. Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Peserta Didik menggunakan Media Gambar di Kelas III SD 5 Kota Bengkulu
  9. Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik menggunakan Teknik YOY di Kelas XI IPS 3 SMA 1 Kota Bengkulu
  10. Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Persuasif menggunakan Strategi Menulis Pengalaman Nyata dan teraktual di Kelas X MIPA 5 SMA 1 Kota Bengkulu
baca pula:

Comments

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…