Skip to main content

Menggunakan World Cafe Strategy Pada Diskusi Kelas

Diskusi kelas seharusnya berjalan dengan santai dan mampu menyelesaikan suatu permasalahan atau mendapatkan suatu kesimpulan. Tapi hal ini sangat sulit di dapatkan jika peserta diskusi kurang aktif terlibat dalam pembahasan.

Belajar bahasa asing memang bukanlah hal yang mudah. Mengingat bahasa Indonesia pun bukanlah bahasa ibu bagi kita. Sehingga bahasa asing bisa dikatakan sebagai bahasa ke tiga untuk dipelajari.

Budaya diam adalah emas menjadi acuan peserta didik untuk lebih memilih diam. Terlebih jika mereka salah ucap, mereka takut ditertawakan, takut trauma. Kalaupun mereka sangat baik, mereka takut disebut sombong.

World cafe strategy awalnya diciptakan untuk mengumpulkan berbagai pendapat agar suatu permasalahan dapat terpecahkan. Sehingga dibentuklah beberapa kelompok kecil. Yang kemudian setiap kelompok memperbincangkan suatu masalah dan bagaimana solusi namun dengan cara yang santai. Seperti ngobrol biasa di cafe.


diskusi kelas

Uniknya pula, pada strategy world cafe. Tidak hanya sebatas berbincang di kelompok kecil yang telah terbentuk tadi. Tapi ada lagi sesi bergantian kelompok. Dimana beberpa kelompok kecil yang telah terbentuk tadi beranjak mebuat kelompok –kelompok baru. Tujuannya agar terkoneksi dengan lebih banyak orang. Pergantian kelompok dilakukan beberapa kali dengan waktu yang telah ditentukan.

Prinsip world cafe strategy:
-berbincang santai
-koneksi dengan banyak orang
-berbagi ide dan pemikiran
-mendengarkan
-mengumpulkan pendapat

Saya pun mencoba menggunakannya di kelas diskusi. Saya membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok hanya terdiri dari empat orang. Setiap kelompok berbincang tentang topik yang telah diberikan.

Setiap kelompok diberikan topik yang berbeda. Dan semua orang dalam kelompok harus berbicara walau hanya satu kata. Setiap teman berpendapat mereka harus mendengarnya . Kemudia saling menanggapi. Mereka boleh dengan santai memperbincangkan topik. Dan diberi waktu sekitar lima menit.

Setelah lima menit, mereka harus pindah ke kelompok lain. Dipastikan mereka pindah ke topik lain. Dan dipastikan mereka bergantian anggota kelompok. Sehingga benar-benar terbentuk kelompok baru. Dan mereka pun berbincang lagi dengan topik yang berbeda dengan topik mereka yang sebelumnya.

Di kelas itu ada tujuh kelompok. Ada tujuh topik. Satu kelompok membahas satu topik. Dan perpindahan dilakukan sampai setiap peserta didik telah membahas ke tujuh topik itu. Dengan kata lain, setiap peserta telah enam kali pindah kelompok.

Setelah selesai sesi diskusi, peserta didik diminta menyampaikan apa yang bisa mereka simpulkan dari berbagai diskusi yang telah mereka lakukan. Dan mereka pun semuanya telah paham.

Menariknya, dalam penggunaan strategy ini, semua peserta didik menjadi aktif berbicara. Tak ada yang hanya diam. Mereka bisa bebas berbicara. Karena walau hanya menanggapi dengan satu kata saja boleh. Mereka menjadi merasa santai. Dan berani menyuarakan pendapat mereka.

Setelah beberapa kali diskusi kelas menggunakan strategy ini. Mereka semua diuji kemampuan bicara. Dan ajaib. Kemampuan berbicara setiap mereka meningkat. Tak ada satu pun yang kemampuan bicara nya tidak meningkat.

Alah bisa karena biasa. Memang tujuan penggunaan strategy ini dalam kelas belajar bahasa Inggris adalah membuat mereka terbiasa berbicara dengan menggunakan bahasa yang baru saja mereka pelajari.

Comments

  1. Teknik pengajaran yang menuntut anak bersosialisasi, sangat baik untuk kesosialan...

    ReplyDelete
  2. Kalau semua guru bahasa punya strategi mengajar agar anak mau bicara meski sepatah dua patah kata seperti ini pasti bagus

    ReplyDelete
  3. kalau di kampus ada diskusi kelompok setiap minggu 2x bahas satu topik. Yang nggak ngomong ga dapat nilai. Hehehe

    ReplyDelete
  4. Wah bisa nih diterapkan utk strategy mengajar. Thanks for sharing mbak

    ReplyDelete
  5. Kalo udah dibentuk kelompok gini, mau gak mau harus ngomong ya Mbak hihii

    ReplyDelete
  6. wih.. metode ini keren ya, anak-anak menjadi tidak ragu untuk berpendapat, bisa diterapkan di dalam kelasmaupun di luar kelas ya kak agar anak-anak menjadi aktif saat pembelajaran berlangsung

    ReplyDelete
  7. Kalo punya guru seperti Nina ini, belajar bahasa inggris di kelas pasti menyenangkan ya..

    ReplyDelete
  8. Ala bisa karena biasa. Ini bener banget nih bu guru!

    ReplyDelete
  9. Bobenih,nyoba yang kek begini , cuma kapasitas kadang ga bisa. Apalagi fasilitas

    ReplyDelete
  10. Bawa anak juga asik ke cafe cuma harus ada yang jagain biar bisa diskusi bukan ngasih anak, hahaha

    ReplyDelete
  11. Hmm,,, santai namun efektif ya,, mungkin ini yang bisa diterapkan agar bisa refresh semangad dan pola belajar, nice..

    ReplyDelete
  12. Membuat siswa menjadi aktif memang susah. Mengingat saya pun mendadak menjadi anak pendiamkalo sudah ada sesi diskusi. Wkkwk...padahal aslinya, sering banget ditegur guru karena ngobrol melulu hobinya.

    Dan aku kerasa kebantu banget saat ikut Free Speaking Class dimana kita berada dalam kelompok tertentu dan diberi topik berbeda-beda untuk didiskusikan.

    Seeruu...

    ReplyDelete
  13. wah emang nih metode Kafe Dunia suka dipakai untuk FGD. Hasilnya memang lebih membuka peluang untuk semua partisipan terbuka dan mendapat masukan bagi hasil FGD yang baik.

    ReplyDelete
  14. Wah, aku sering melakukan strategi ini waktu kuliah dan waktu pelatihan kerjaku dulu sebelum terjun ke jobdesk masing-masing. Dan emang ampuh banget sih buat saling berbicara. Seru pokoknya.

    ReplyDelete
  15. Wah strategi pembelajaran yang unik nih, bisa diterapkan dalam.kurikulum pendidikan di indonesia, setidaknya untuk.membuat para siswanya kritis dan aktif bertanya serta aktif berpendapat di muka umum.

    Tidak hanya diam dan iya-iya saja perihal apa yg dijelaskan oleh guru, karena terkadang guru pun seringkali keliru, dan butuh koreksi...

    ReplyDelete
  16. Kalau kelasku begini pasti seru sekali dan tidak membosankan. Harusnya beberapa sekolah mulai mempraktikkan metode world cafe strategy ini agar proses belajar mengajar lebih cair dan materi bisa diserap siswa dengan mudah.

    ReplyDelete
  17. Belajar bahasa asing memang harus berani ngomong. Salah pun gak masalah krn justru itu lbh baik

    Kalau di kelas gini sih enak. Tp pas sosmedan, duh itu nitizen suka bully kalau ada yg salah dlm bicara bahasa asing

    ReplyDelete
  18. Keren yah metode pengajarannya..
    Jadi lebih kece belajar bahasa bahasa inggrisnyaa

    ReplyDelete
  19. Idenya Kreatif, berhasil membuat siswa berani berbicara ya mbak :)


    Di sekolah anak saya, ibu2nya lumayan sering diajak diskusi oleh guru membahas banyak Hal. Dan kalau ditanyain banyak yang diam kalau ada yang bertanya/usul dianggap sok pintar.

    ReplyDelete
  20. Asyik banget cara belajar nya.
    Moga lbh membuat siswa senang belajar

    ReplyDelete
  21. Metode belajar yang bagus sekali. Anak-anak bisa belajar mengemukakan pendapatnya dan mau mendengakan orang lain

    ReplyDelete
  22. Metode santay itu paling asik sih banyak ide ide yang berkeliaran disana.
    .
    Klo terlalu serius ide suka mandek dan males untuk bertukar pikiran menurut saya pribadi.

    ReplyDelete
  23. Sebuah metode pembelajaran yg bagus. Seandainya saja semua guru memiliki pemikiran dgn metode sepwrti ini. Saya yakin anak-anak bakal cepat pintarnya sebab blajar a tanpa ada tekanan. Santai tapi pasti.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…