Skip to main content

Murni saja atau Keguruan?


Jurusan diperkuliahan, jika dibandingkan berdasarkan jenisnya, ada jurusan ilmu murni dan ada jurusan keguruan. Di sini dimaksud adalah pada induk ilmu yang sama. Misalnya matematika, ada jurusan ilmu murni matematika dan ada jurusan pendidikan matematika. Jurusan ilmu murni dan keguruan ini sama mempelajari tentang ilmu matematika. Lalu apa bedanya?

Dalam Perkuliahan
Pada jurusan ilmu murni, yang dipelajari adalah murni ilmu daripada matematika. Mulai dari hakekatnya sampai semua seluk beluk ilmunya. Bisa dikatakan bahwa jurusan murni ini membentuk seseorang menjadi ilmuan. Yang jika ia mengambil jurusan ilmu murni matematika, berarti ia akan benar-benar ahli dalam matematika.

Pada jurusan keguruan, yang dipelajari tidak banyak tentang matematikanya. Yang dipelajari adalah bagaimana cara mengajarkan matematika. Jika menghadapi anak sekolahan. Karena lulusan keguruan adalah akan menjadi seorang guru. Selain diajarkan bagaimana cara mengajarkan matematika dari segi ilmunya, juga ada mempelajari tentang sosial dan kepribadian peserta didik. Sehingga ada mata kuliah psikologinya juga. Contohnya, ada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik, kemudian ada juga Psikologi Perkembangan.

Pada perkuliahan keguruan. Yang dipelajari adalah bagaimana manusia belajar. Bagamana menjadi pengajar yang baik sesuai dengan cara manusia belajar. Dan juga mempelajari budaya pendidikan setempat. Kemudian juga menciptakan media untuk mengajar. Lalu mempelajari juga bagaimana membuat bahan ajar. Bagaimana membuat rencana pembelajaran. Teknik-teknik apa yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

Lulusan
Lulusan ilmu matematika telah lulus menjadi ahli bidang matematika. Ia menjadi begitu paham tentang matematika. Dari hakekat sampai semua seluk beluknya. Ia bisa bekerja di perusahaan. Atau dimana saja yang membutuhkan seseorang yang ahli ilmu matematika.

Lulusan keguruan tidak mendalami ilmu matematika sedalam lulusan jurusan ilmu matematika murni. Lulusan keguruan tadinya mempelajari bagaimana cara mengajar matematika. Tapi tidak banyak mendalami matematikanya sendiri. Alhasil, lulusan yang akan menjadi pengajar, tahu bagaimana cara mengajarkan matematika saja. Tapi kurang begitu mendalami matematikanya.

Misalnya, Peter, lulusan keguruan, ia tahu mengajarkan matematika harusnya dengan teknik “A”. Ia yakin dengan teknik “A” peserta didik akan mencapai hasil belajar maksimal. Tapi, kemudian ia tersadar, bahwa dia sendiri tidak begitu paham “apa itu matematika”. Akhirnya ia bingung sendiri.

Seandainya ada peserta didik yang banyak bertanya. Peter tidak tahu bagaimana menjawabnya. Ia juga masih tidak begitu paham bagaimana menjelaskan ilmu itu. Ia tidak menguasai materinya. Ia tidak menguasai ilmu matematika sedalam lulusan matematika murni. Ia hanya tahu bagaimana mengajarkan matematika. Dan bagaimana psikologi peserta didik. Ia tahu juga bagaimana keadaan budaya pendidikan setempat. Tapi ia tidak begitu menguasai ilmu matematika.

Profesi dulu
Lulusan jurusan ilmu murni matematika bisa bekerja dimana saja. Seperti dikatakan tadi, bahwa bisa bekerja di perusaan. Atau dimana saja dibutuhkan. Sedang lulusan keguruan sudah jelas untuk jadi guru.

Profesi sekarang
Lulusan ilmu murni bisa jadi guru. Ketika sudah lulus kuliah dan sudah jadi ahli matematika. Lulusan ilmu murni bisa lanjut mengambil program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tamat program PPG. Sudah mendapat sertifikat sebagai guru profesional. Atau bisa memilih profesi lain yang mana saja yang disukai. Yang terpenting sudah memiliki ilmu yang baik.

Sedangkan lulusan keguruan, mengambil program PPG pun tidak akan menambah pendalaman ilmu matematika. Karena program PPG hanya mempelajari administrasi pendidikan dan bagaimana cara mengajar yang sudah dipelajari di perkuliahan S1 nya. Kalau pun ada menyinggung masalah ilmu murni itu hanya sekedar sepintas lalu.

baca pula:
Jurusan yang ditawarkan Universitas Bengkulu
Murni saja atau keguruan?
Apa yang dipelajari jurusan manajemen

Comments

  1. Tapi ilmu keguruan juga bisa bekerja dimana saja kan ya, contohnya banyak anak-anak keguruan yang lah mengabdi di bank. Adapula yang bekerja di pabrik dan perusahaan lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan keguruan

    ReplyDelete
  2. ohh gitu,, dalem ternyata pertimbangan nya yahh,,

    ReplyDelete
  3. so, lebih baik ambil ilmu murni ya. hmmmm..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…