Home » » Murni saja atau Keguruan?

Murni saja atau Keguruan?

Posted by cuapguru on Friday, February 2, 2018


Jurusan diperkuliahan, jika dibandingkan berdasarkan jenisnya, ada jurusan ilmu murni dan ada jurusan keguruan. Di sini dimaksud adalah pada induk ilmu yang sama. Misalnya matematika, ada jurusan ilmu murni matematika dan ada jurusan pendidikan matematika. Jurusan ilmu murni dan keguruan ini sama mempelajari tentang ilmu matematika. Lalu apa bedanya?

Dalam Perkuliahan
Pada jurusan ilmu murni, yang dipelajari adalah murni ilmu daripada matematika. Mulai dari hakekatnya sampai semua seluk beluk ilmunya. Bisa dikatakan bahwa jurusan murni ini membentuk seseorang menjadi ilmuan. Yang jika ia mengambil jurusan ilmu murni matematika, berarti ia akan benar-benar ahli dalam matematika.

Pada jurusan keguruan, yang dipelajari tidak banyak tentang matematikanya. Yang dipelajari adalah bagaimana cara mengajarkan matematika. Jika menghadapi anak sekolahan. Karena lulusan keguruan adalah akan menjadi seorang guru. Selain diajarkan bagaimana cara mengajarkan matematika dari segi ilmunya, juga ada mempelajari tentang sosial dan kepribadian peserta didik. Sehingga ada mata kuliah psikologinya juga. Contohnya, ada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik, kemudian ada juga Psikologi Perkembangan.

Pada perkuliahan keguruan. Yang dipelajari adalah bagaimana manusia belajar. Bagamana menjadi pengajar yang baik sesuai dengan cara manusia belajar. Dan juga mempelajari budaya pendidikan setempat. Kemudian juga menciptakan media untuk mengajar. Lalu mempelajari juga bagaimana membuat bahan ajar. Bagaimana membuat rencana pembelajaran. Teknik-teknik apa yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

Lulusan
Lulusan ilmu matematika telah lulus menjadi ahli bidang matematika. Ia menjadi begitu paham tentang matematika. Dari hakekat sampai semua seluk beluknya. Ia bisa bekerja di perusahaan. Atau dimana saja yang membutuhkan seseorang yang ahli ilmu matematika.

Lulusan keguruan tidak mendalami ilmu matematika sedalam lulusan jurusan ilmu matematika murni. Lulusan keguruan tadinya mempelajari bagaimana cara mengajar matematika. Tapi tidak banyak mendalami matematikanya sendiri. Alhasil, lulusan yang akan menjadi pengajar, tahu bagaimana cara mengajarkan matematika saja. Tapi kurang begitu mendalami matematikanya.

Misalnya, Peter, lulusan keguruan, ia tahu mengajarkan matematika harusnya dengan teknik “A”. Ia yakin dengan teknik “A” peserta didik akan mencapai hasil belajar maksimal. Tapi, kemudian ia tersadar, bahwa dia sendiri tidak begitu paham “apa itu matematika”. Akhirnya ia bingung sendiri.

Seandainya ada peserta didik yang banyak bertanya. Peter tidak tahu bagaimana menjawabnya. Ia juga masih tidak begitu paham bagaimana menjelaskan ilmu itu. Ia tidak menguasai materinya. Ia tidak menguasai ilmu matematika sedalam lulusan matematika murni. Ia hanya tahu bagaimana mengajarkan matematika. Dan bagaimana psikologi peserta didik. Ia tahu juga bagaimana keadaan budaya pendidikan setempat. Tapi ia tidak begitu menguasai ilmu matematika.

Profesi dulu
Lulusan jurusan ilmu murni matematika bisa bekerja dimana saja. Seperti dikatakan tadi, bahwa bisa bekerja di perusaan. Atau dimana saja dibutuhkan. Sedang lulusan keguruan sudah jelas untuk jadi guru.

Profesi sekarang
Lulusan ilmu murni bisa jadi guru. Ketika sudah lulus kuliah dan sudah jadi ahli matematika. Lulusan ilmu murni bisa lanjut mengambil program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tamat program PPG. Sudah mendapat sertifikat sebagai guru profesional. Atau bisa memilih profesi lain yang mana saja yang disukai. Yang terpenting sudah memiliki ilmu yang baik.

Sedangkan lulusan keguruan, mengambil program PPG pun tidak akan menambah pendalaman ilmu matematika. Karena program PPG hanya mempelajari administrasi pendidikan dan bagaimana cara mengajar yang sudah dipelajari di perkuliahan S1 nya. Kalau pun ada menyinggung masalah ilmu murni itu hanya sekedar sepintas lalu.

Thanks for reading & sharing cuapguru

Previous
« Prev Post

3 komentar:

  1. Tapi ilmu keguruan juga bisa bekerja dimana saja kan ya, contohnya banyak anak-anak keguruan yang lah mengabdi di bank. Adapula yang bekerja di pabrik dan perusahaan lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan keguruan

    ReplyDelete
  2. ohh gitu,, dalem ternyata pertimbangan nya yahh,,

    ReplyDelete
  3. so, lebih baik ambil ilmu murni ya. hmmmm..

    ReplyDelete

IBX5AB59D2A8A617

Search This Blog

Follow by Email