Langsung ke konten utama

Past Tense

(bentuk waktu lampau)
Pola Kalimat:
(+) S V2 O
(?) Did S V1  O ?
(-) S did not V1  O

Examples:
1.    They drink sprite.Mereka minum sprite (kalimat bebas tanpa waktu spesifik)
2.    They are drinking sprite.Mereka sedang minum sprite
3.    (+) They drank sprite.Mereka tadinya minum sprite
    (tadi/dulu-sekarang sudah tidak lagi)
(?) Did they drink sprite?Adakah mereka tadinya minum sprite?
(-) They did not drink sprite.Mereka tadi tidak minum sprite.

1.    He eats an apple
2.    He is eating an apple
3.    (+) He ate an apple
(?) Did he eat an apple?
(-) He did not eat an apple


Beberapa contoh verb beserta perubahan bentuk ke dua nya. 

no
V1
V2
artinya
V2
bacaan

1
to be
was/were
wos/wer
adalah/ialah/menjadi/berada
2
to see
saw
sou
melihat
3
to draw
drew
bro
menggambar
4
to read
read
red
membaca
5
to write
wrote
rot
membaca
6
to take
took
tuk
mengambil
7
to make
made
met
membuat
8
to stand
stood
stud
berdiri
9
to give
gave
gev
member
10
to come
came
kim
datang
11
to have
had
hed
punya
12
to sing
sang
seng
bernyanyi
13
to sit
sat
set
duduk
14
to get up
got up
got up
bangun
15
to run away
ran away
ren ewey
berlari
16
to hold
held
hel
memegang
17
to drink
drank
dreng
minum
18
to fly
flew
flu
terbang
19
to eat
ate
et
makan
20
to teach
taught
totch
mengajar
21
Can
could
kud
dapat
22
may
might
maik
boleh
23
to think
thought
doutc
piker
24
to hear
heard
hed
mendengar
25
to know
knew
new
tahu
26
to tell
told
told
bercerita
27
to understand
understood
andestut
mengerti
28
to buy
bought
boc
membeli
29
to bite
bit
bit
mengigit
30
to hang
hung
hang
menggantung
31
to find
found
fond
menemukan
32
to catch
caught
koc
menangkap
33
to get
got
got
mendapat
34
to meet
met
mea
bertemu
35
to feel
felt
pel
merasa
36
to speak
spoke
spok
berbicara
37
to try
tried
traid
mencoba
38
to bring
brought
brwee
membawa
39
to get back
got back
bot bek
kembali
40
to forget
forgot
forgot
lupa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…