Skip to main content

Passive Voice


Kalimat Pasif

Simple present tense
: S  to be  V3   by O
Present continuous tense
: S  to be  being  V3   by O
Present perfect tense
: S  has/have  been V3  by O

Simple past tense
: S  was/were  V3  by O
Past continuous tense
: S  was/were  being  V3   by O
Past perfect tense
: S  had  been V3  by O

Simple future tense
: S  shall/will be  V3   by O
Future continuous tense
: S  shall/will be  being  V3   by O
Future perfect tense
: S  shall/will have been V3  by O

Passive voice adalah kalimat dimana fokus lebih kepada apa yang terjadi daripada pelakunya.

Catatan:
Kata kerja dalam kalimat passive selalu menggunakan V3


Example:
He eats the apple.
(Dia makan apel itu)

The apple is eaten by him.
(Apel itu dimakan oleh dia)
He is eating the apple.
(Dia sedang makan apel itu)

The apple is being eaten by him.
(Apel itu sedang dimakan oleh dia)
He has eaten the apple.
(Dia sudah makan apel itu)
The apple has been eaten by him.
(Apel itu sudah dimakan oleh dia)


He ate the apple.
(Dia tadi makan apel itu)

The apple was eaten by him.
(Apel itu tadi dimakan oleh dia)
He was eating the apple.
(Dia tadi sedang makan apel itu)

The apple was being eaten by him.
(Apel itu tadi sedang dimakan oleh dia)
He had eaten the apple.
(Dia tadi sudah makan apel itu)

The apple had been eaten by him.
(Apel itu tadi sudah dimakan oleh dia)


He will eat the apple
(Dia akan makan apel itu)

The apple will be eaten by him.
(Apel itu akan dimakan oleh dia)
He will be eating the apple.
(coba tebak apa artinya?)

The apple will be being eaten by him.
(coba tebak apa artinya?)

He will have eaten the apple.
(coba tebak apa artinya?)

The apple will have been eaten by him.
(coba tebak apa artinya?)



Comments

Popular posts from this blog

Pendaftaran SabangMerauke 2018

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari - 31 Maret 2018.
Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.
Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada ses…

SM3T

SM3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal adalah program yang digagas untuk membantu pemenuhan kekurangan tenaga pendidik di daerah tersebut. Program ini diperuntukkan bagi sarjana kependidikan yang belum lama diwisuda. Selain dari membantu pemenuhan tenaga pendidik, program ini juga bermaksud menciptakan guru generasi baru yang cerdas, mandiri, dan tangguh.
Selain dari segi pendidikan program SM3T juga merupakan program budaya. Program SM3T dimaksudkan sebagai sarana saling mengenal antar suku bangsa. Karena itulah ada sistem silang, yakni sarjana yang lulus program SM3T akan ditempatkan ke daerah sasaran SM3T yang jauh dari daerah asalnya. Yang berasal dari timur, diutus ke barat. Yang berasal dari barat diutus ke timur. Kira-kira begitulah sistemnya.
Berikut daerah sasaran SM3T tahun 2016.

Silang budaya menjadi data tarik tersendiri dari program SM3T. Di mana kebanyakan peserta tes SM3T mengaku ikut SM3T karena ingin merasakan silang budaya seperti i…

Susunan tempat duduk bentuk tapal kuda

Susunan tempat duduk peserta didik adalah salah satu bagian dari manajemen kelas. Banyak hasil penelitian yang telah membuktikan pengaruh tempat duduk terhadap prestasi peserta didik itu benar adanya. Ada berbagai cara susunan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan bagaimana susunan tempat duduk tentu ditentukan oleh gurunya.
Setiap guru sudah pasti memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Tapi, kebanyak guru akan tetap memilih susunan tempat duduk yang sudah ada. Mungkin karena hal ini memang pilihan yang mudah. Terlebih, waktu yang tersedia kadang tidak cukup jika materi yang akan diajarkan sedang banyak.
Terkadang tak ada salahnya sesekali mengubah susunan tempat duduk peserta didik. Meski memakan beberapa waktu. Saya suka mengganti-ganti susunan tempat duduk karena mereka butuh variasi. Dan susunan tempat duduk favorit saya ada bentuk tapal kuda atau bentuk U.
Berdasarkan pengalaman saya, susunan bentuk tapal kuda ini efektif un…